TWS baterai panjang: inti pertarungan CMF Buds Neo vs iQOO Buds
TWS baterai panjang merujuk pada wireless earbuds yang mampu digunakan secara terus-menerus bersama casing pengisi dayanya selama sekitar 50 jam atau lebih, sehingga pengguna dapat mendengarkan musik, menonton konten, dan berkomunikasi sepanjang hari tanpa sering mengisi daya ulang dan tanpa takut kehabisan baterai di tengah aktivitas penting. Di segmen ini, CMF Buds Neo dan iQOO Buds muncul sebagai dua kandidat paling agresif: keduanya menawarkan total pemakaian sekitar 50 jam dengan harga terjangkau, namun mengambil pendekatan fitur yang berbeda. CMF Buds Neo menonjol lewat ANC 35dB dan ekosistem audio Nothing, sementara iQOO Buds menekan latensi dan konektivitas Bluetooth 6.1. Pertanyaannya, mana yang paling masuk akal untuk dipilih bagi pengguna yang menjadikan daya tahan baterai sebagai prioritas utama?
CMF Buds Neo: earbud terjangkau ANC dengan baterai 52 jam
CMF Buds Neo terasa seperti jawaban langsung untuk pencari earbud terjangkau ANC yang ogah sering cas. TWS ini membawa driver dinamik 12,4 mm dengan material PET bertapis titanium, PEEK, dan PU untuk memberi bass kuat sekaligus treble yang tetap jernih. Dukungan static spatial audio dan enam preset EQ membuat karakter suara cukup fleksibel untuk musik pop sampai klasik, ditambah opsi membuat profil EQ sendiri. Namun daya tarik utamanya jelas baterai: dengan ANC off, kombinasi earbuds dan casing mampu bertahan hingga 52 jam pemakaian, sedangkan masing-masing earbuds bisa dipakai memutar musik sampai 11 jam nonstop. Kutipan pentingnya: "Dalam kondisi fitur ANC dinonaktifkan, kombinasi baterai earbud dan casing pengisi daya mampu bertahan hingga total 52 jam pemakaian". Fitur ANC aktifnya sendiri sanggup meredam kebisingan hingga 35dB dengan mode Adaptive ANC yang menyesuaikan lingkungan, menjadikannya kandidat kuat untuk commuting dan penggunaan di ruang bising.
iQOO Buds: wireless earbuds 50 jam yang condong ke gaming
Di sisi lain, iQOO Buds mengetuk pintu pasar yang sama, tetapi dengan fokus berbeda: konektivitas dan latensi. TWS ini mengandalkan driver dinamis 10 mm dengan dukungan codec AAC dan SBC serta chip audio BES2710IUC3 untuk menjaga kualitas suara di kelas budget. Baterainya tidak main-main, masing-masing earbuds membawa kapasitas 51 mAh dengan klaim penggunaan hingga 12 jam sekali isi, sementara casing 513 mAh mengangkat total pemakaian sampai 50 jam jika dipakai bersama. Ini menempatkannya jelas dalam kategori wireless earbuds 50 jam. Untuk gamer mobile, mode latensi rendah 42 ms dan Bluetooth 6.1 yang mendukung koneksi ke dua perangkat sekaligus menjadi keunggulan utama. Sertifikasi IP54 dan bobot sekitar 3,8 gram per earbuds juga membuatnya menarik untuk aktivitas outdoor dan olahraga ringan, meski tanpa perlindungan ekstrem.
ANC vs ENC: mana yang lebih relevan untuk penggunaan harian?
Perbedaan ideologis terbesar antara CMF Buds Neo vs iQOO Buds ada di sisi peredaman bising. CMF Buds Neo memberi Active Noise Cancellation hingga 35dB, plus Adaptive ANC yang otomatis menyesuaikan tingkat peredaman dengan lingkungan sekitar. Itu berarti pengalaman mendengar yang lebih tenang saat di kendaraan umum, kafe, atau ruang kantor bising. Ditambah empat mikrofon HD dengan Clear Voice Technology, panggilan suara terdengar lebih fokus walau lingkungan ramai. Sebaliknya, iQOO Buds hanya mengandalkan Environmental Noise Cancellation berbasis beamforming dengan dua mikrofon untuk memperjelas suara pengguna pada panggilan, namun tidak memiliki ANC aktif. Ini adalah kelemahan jelas bagi pengguna yang sensitif terhadap kebisingan. Meski begitu, untuk yang lebih sering bermain game di rumah atau ruangan relatif sunyi, absennya ANC mungkin tidak menjadi masalah besar, selama latensi 42 ms dan kestabilan Bluetooth 6.1 terpenuhi.
Kesimpulan: siapa yang lebih masuk akal untuk 50+ jam pemakaian?
Melihat keseluruhan paket, kedua earbud jelas ditujukan untuk penggunaan sehari-hari berkepanjangan. CMF Buds Neo dirancang khusus untuk kebutuhan mendengarkan musik sehari-hari dengan perpaduan ANC pintar dan baterai awet hingga 52 jam. Ini membuatnya lebih cocok bagi pengguna yang tiap hari berpindah antara transportasi umum, kantor, dan ruang publik bising, sambil tetap ingin TWS baterai panjang. Sementara itu, iQOO Buds dengan Bluetooth 6.1, baterai hingga 50 jam, dan mode latensi 42 ms berpotensi menjadi pilihan menarik apabila resmi hadir di pasar yang lebih luas, terutama bagi gamer dan pengguna yang mengutamakan stabilitas koneksi dan kenyamanan ringan di telinga. Jika harus menyimpulkan, CMF Buds Neo terasa lebih seimbang sebagai earbud terjangkau ANC, sedangkan iQOO Buds adalah opsi logis bagi yang menomorsatukan gaming dan baterai besar, tapi siap menerima kompromi absennya ANC.







