Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Program Multi Years Project Sulawesi: Jalan Pintas Menuju Konektivitas Antarwilayah

Program Multi Years Project Sulawesi: Jalan Pintas Menuju Konektivitas Antarwilayah
Minat|Asia Tenggara

Apa Itu Program Multi Years Project Sulawesi dan Mengapa Penting?

Program Multi Years Project (MYP) di Sulawesi adalah skema pembangunan infrastruktur jalan berbasis kontrak tahun jamak yang membagi pekerjaan ke dalam beberapa paket multi-tahun untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperbaiki jalan regional, menambah trotoar dan drainase, serta mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang secara lebih andal dan berkelanjutan.

Kebijakan ini jelas berpihak pada konektivitas antarwilayah: alih-alih tambal sulam tahunan, pemerintah memilih skema jangka panjang yang memberi kepastian pengerjaan dan standar teknis lebih tinggi. Di Sulawesi Selatan, MYP dibagi dalam enam paket pekerjaan jalan strategis dengan fokus pengaspalan, pembangunan bahu jalan beton, trotoar, dan sistem drainase modern untuk memperkuat jaringan transportasi regional. Di Sulawesi Tengah, program serupa memakai skema Multi Years Contract dua tahun, yang kini memasuki progres sekitar 50 persen pada tahun pertama. Ini bukan sekadar proyek fisik; ini adalah strategi ekonomi yang akan menentukan seberapa cepat kota, desa, dan pusat produksi di Sulawesi terhubung satu sama lain.

Program Multi Years Project Sulawesi: Jalan Pintas Menuju Konektivitas Antarwilayah

Enam Paket MYP di Sulsel: Dari Pengaspalan hingga Drainase Kota

Enam paket Program Multi Years Project di Sulawesi Selatan menunjukkan pola perbaikan jalan regional yang cukup ambisius: setiap ruas mendapat perlakuan berbeda sesuai karakteristik lapangan dan hasil kajian teknis. Pernyataan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Andi Ihsan bahwa “pemilihan jenis konstruksi disesuaikan dengan kondisi lapangan dan hasil kajian teknis agar pembangunan lebih efektif dan efisien dalam jangka panjang” adalah sinyal bahwa pendekatan teknokratis mulai mengalahkan kebiasaan proyek seragam yang sering tidak tahan lama.

Paket 1 dan 2 menargetkan ruas batas Gowa–Tondong, Tanete–Tanaberu, Burung‑Burung–Bili‑Bili, Sungguminasa–Malino, Pallangga–Salekoa–batas Takalar, hingga jalur ke Galesong dan Bontoramba, dengan kombinasi pengaspalan, pembangunan bahu beton, dan pengembalian kondisi badan jalan. Paket 3 sampai 5 memperluas infrastruktur jalan Sulawesi ke Soppeng, Sidrap, Enrekang, Wajo dan sekitarnya, termasuk talud bahu jalan dan pelebaran jalan Bakunge–Solo–Sampie. Sementara Paket 6 menyentuh ruas perkotaan seperti Jalan Opu Tosappalie dan Jalan Samiun dengan pelapisan akhir aspal, trotoar selebar sekitar 2,5 meter, serta drainase berdiameter 1,2 meter yang disesuaikan elevasi kawasan.

Dampak Nyata: Konektivitas Antarwilayah dan Ekonomi Lokal

Jika diurai dari perspektif pengguna jalan, Program Multi Years Project bukan sekadar deretan paket kontrak; ini jawaban atas keluhan lama soal akses lambat dan rusak. Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diaspal sehingga kondisinya menjadi lebih baik dan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan. Program MYP tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi jalan, tetapi juga mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi antarwilayah di Sulawesi Selatan. Ini inti dari konektivitas antarwilayah: mengurangi biaya logistik, mempercepat arus barang, dan membuka pasar baru bagi pelaku usaha lokal.

Pemerintah sendiri menegaskan bahwa proyek ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Imbasnya bukan hanya pada pengusaha besar; petani, nelayan, dan UMKM akan merasakan jalan lebih mulus menuju pasar, serta waktu tempuh yang lebih singkat. Trotoar dan sistem drainase yang tertata—dengan trotoar sekitar 2,5 meter dan drainase 1,2 meter—juga berarti ruang kota yang lebih ramah pejalan kaki dan lebih tahan genangan. Jika semua paket selesai tepat waktu, jaringan jalan ini berpotensi menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi regional jangka panjang, bukan proyek musiman yang efeknya cepat menguap.

Belajar dari Sulteng: Progres 50 Persen dan Tantangan Izin PKS

Sulawesi Tengah memberikan gambaran lain tentang bagaimana Program Multi Years Project dan Multi Years Contract dijalankan dengan realisme fiskal. Pelaksanaan program Multi Years Contract yang berlangsung selama dua tahun di Sulawesi Tengah kini telah mencapai sekitar 50 persen pada tahun pertama, dengan pekerjaan dilakukan bertahap karena mempertimbangkan kondisi keuangan daerah. Ini menunjukkan bahwa kontrak tahun jamak bukan jaminan pengerjaan kilat; disiplin anggaran tetap menjadi faktor penentu.

Menariknya, sampai saat ini pelaksanaan pekerjaan disebut berjalan lancar tanpa hambatan berarti, berdasarkan monitoring bersama DPR. Namun, ada catatan penting: sebagian pekerjaan bersinggungan dengan kawasan PKS (perjanjian kerja sama) sehingga membutuhkan proses perizinan yang dikeluarkan dari Jakarta, dengan pemerintah daerah sebagai pengaju. Proses izin PKS yang masih berlangsung ini krusial untuk memastikan kelancaran pelaksanaan proyek infrastruktur; tanpa kepastian izin, konektivitas antarwilayah bisa tersendat bukan karena teknis di lapangan, melainkan karena administrasi. Pelajarannya jelas: koordinasi pusat‑daerah dan kecepatan birokrasi sama pentingnya dengan kualitas aspal dan beton.

Kesimpulan: Multi Years Project Sulawesi Harus Dijaga Konsistensinya

Program Multi Years Project di Sulawesi memperlihatkan arah yang tepat: infrastruktur jalan Sulawesi dibangun dengan perspektif multi‑tahun, berbasis kajian teknis, dan jelas menargetkan perbaikan jalan regional serta konektivitas antarwilayah. Enam paket jalan di Sulsel yang berfokus pada pengaspalan, bahu beton, trotoar, dan drainase, serta progres 50 persen MYC di Sulteng, adalah modal kuat untuk mengubah pola transportasi dan ekonomi kawasan.

Namun, keberhasilan program ini bergantung pada dua hal: konsistensi penyelesaian tepat waktu dan pembenahan faktor non-teknis seperti perizinan PKS. Pemerintah daerah sudah menyatakan harapan agar seluruh pekerjaan diselesaikan sesuai jadwal agar manfaat pembangunan segera dirasakan masyarakat. Kini giliran publik dan wakil rakyat untuk terus mengawasi, karena jalan yang mulus dan terhubung adalah hak warga, bukan bonus. Jika konsistensi terjaga, Program Multi Years Project berpotensi menjadi standar baru pembangunan infrastruktur, bukan sekadar proyek bernama besar tanpa dampak nyata.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!