Kontrol fisik untuk bermain di ponsel
iQOO G1 adalah controller gaming mobile berkabel dengan desain teleskopik yang menjepit smartphone atau tablet kecil dan menyediakan tombol fisik untuk mengendalikan permainan. iQOO resmi memperkenalkannya sebagai aksesori untuk meningkatkan pengalaman bermain di perangkat tersebut.
Kehadiran controller teleskopik ini masuk akal ketika banyak pemain menginginkan presisi tombol fisik tanpa membawa konsol terpisah. Namun, nilai utamanya bukan sekadar menambah tombol: desain yang dapat memanjang hingga 211 mm dan pegangan yang bisa diganti memberi pengguna pilihan antara mudah dibawa dan genggaman lebih menyerupai controller konsol. iQOO menjadwalkan penjualan G1 di China mulai 4 November 2026. Belum ada informasi resmi tentang harga maupun jadwal pemasaran di Indonesia.

Joystick Hall Effect dan tombol yang bisa diatur
Joystick Hall Effect menjadi alasan paling kuat untuk memperhatikan G1. Sensor magnetik membaca gerakan tanpa mengandalkan kontak mekanis yang sama seperti joystick konvensional, sehingga dirancang untuk mengurangi risiko stick drift—masalah ketika karakter atau kamera bergerak meski stik tidak disentuh. Teknologi ini bukan jaminan drift mustahil terjadi, tetapi merupakan pilihan desain yang relevan bagi pemain yang sering memakai kontrol analog.
iQOO mengklaim joystick mampu bertahan hingga lima juta kali penggunaan. Tersedia pula tiga pilihan tutup analog, pemicu linier, tombol ABXY bermekanisme microswitch, serta D-pad dengan respons taktil. Dua tombol bahu tambahan, L4 dan R4, dapat dikustomisasi untuk menjalankan aksi tertentu. Kelengkapan ini memberi ruang untuk menyesuaikan tata kontrol, meski manfaatnya bergantung pada game dan dukungan perangkat lunak yang tersedia.
Grip modular dan pengisian saat bermain
Dua set pegangan magnetis yang dapat ditukar membuat bentuk G1 lebih fleksibel daripada controller dengan satu ukuran genggaman. Pegangan kecil lebih praktis untuk dibawa, sedangkan versi besar menawarkan sensasi menggenggam seperti controller konsol; bobotnya mencapai 176,5 gram dengan pegangan besar. Mekanisme teleskopiknya dapat memanjang hingga 211 mm, tetapi kecocokan tetap bergantung pada ukuran perangkat.
Koneksi USB-C langsung menghindarkan pemain dari proses pairing Bluetooth, tetapi G1 mengambil daya dari ponsel atau tablet yang terhubung karena tidak memiliki baterai internal. Pengisian tembus hingga 15W memungkinkan perangkat tetap diisi daya selama sesi bermain. Untuk pengguna, ini praktis saat bermain lama, walau daya tersebut tidak menghapus ketergantungan controller pada baterai perangkat.
Kesesuaian perangkat menjadi pertimbangan
G1 menawarkan gagasan yang tepat untuk gamer ponsel: kontrol analog yang dirancang lebih tahan terhadap drift, tombol tambahan yang bisa diatur, dan pegangan yang dapat disesuaikan. Namun, keunggulan fisik itu tidak otomatis menjadikannya pilihan universal. Pengaturan tombol tambahan, dead zone joystick, dan rapid-fire memerlukan aplikasi iQOO Game Space dan Game Magic Box; dukungan resmi saat peluncuran terbatas pada sejumlah perangkat iQOO dengan OriginOS 7 atau lebih baru.
Karena itu, calon pengguna sebaiknya memeriksa kompatibilitas ponsel atau tablet sebelum membeli. G1 tampak paling menarik bagi pemain yang memakai perangkat iQOO yang didukung dan mengutamakan kontrol fisik dalam sesi panjang. Bagi pengguna perangkat lain, batas dukungan perangkat lunak bisa mengurangi manfaat kustomisasi. Kesimpulannya, iQOO G1 menjanjikan controller teleskopik yang fleksibel, tetapi kecocokan perangkat—bukan daftar fiturnya saja—akan menentukan apakah ia layak dipilih.






