Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

iQOO G1: Joystick Anti-Drift dan Pengisian 15W Saat Bermain

iQOO G1: Joystick Anti-Drift dan Pengisian 15W Saat Bermain
Minat|Peripheral Gaming

Kontroler untuk mengatasi dua gangguan gaming mobile

iQOO G1 adalah controller gaming teleskopik yang menghubungkan ponsel atau tablet ringkas melalui USB-C dan dirancang untuk memberi kontrol fisik yang lebih presisi, mengurangi risiko stick drift, serta memungkinkan perangkat tetap diisi daya saat bermain. iQOO memperkenalkan controller ini di China pada 28 Oktober 2026 sebagai bagian dari perluasan aksesori gaming mobile-nya. Langkah tersebut menyasar dua kerepotan yang akrab bagi pemain: stik yang dapat mencatat gerakan tanpa disentuh dan baterai ponsel yang terkuras selama sesi panjang. Nilai G1 bukan semata tambahan tombol, melainkan upaya membuat bermain di perangkat mobile terasa lebih terkontrol tanpa memutus akses ke pengisian daya. Namun, daya tarik ini paling terasa bagi pemain yang perangkatnya mendapat dukungan resmi iQOO.

iQOO G1: Joystick Anti-Drift dan Pengisian 15W Saat Bermain

Hall Effect menekan risiko drift, bukan menjanjikan kebal

Joystick Hall Effect membaca gerakan dengan sensor magnetik, bukan mengandalkan kontak mekanis seperti pada sejumlah stik konvensional. Tujuannya mengurangi risiko drift—keadaan ketika karakter atau kamera bergerak meski stik tidak disentuh. iQOO mengklaim joystick G1 tahan hingga 5 juta kali penggunaan. Klaim ketahanan itu menarik, tetapi bukan jaminan bahwa gangguan mustahil terjadi; ekspektasi yang tepat adalah risiko drift ditekan, bukan dihapus total. Untuk kontrol lain, G1 membawa trigger linear, tombol ABXY micro-switch, D-pad taktil, serta tombol tambahan L4 dan R4 yang dapat dipetakan. Rangka teleskopiknya dapat direntangkan hingga 211 mm, sementara pegangan magnetik modular memberi pilihan bentuk sesuai kenyamanan. Kombinasi ini membuat G1 tampak lebih serius daripada aksesori ponsel yang sekadar menambahkan tombol.

Pengisian tembus jadi pembeda saat sesi panjang

Controller iQOO G1 memakai koneksi USB-C langsung, bukan Bluetooth, sehingga pemain tidak perlu memasangkan koneksi nirkabel dan kontrol berpotensi terasa lebih konsisten. G1 tidak memiliki baterai internal: dayanya diambil dari ponsel atau tablet yang terhubung. Port pass-through charging 15W memungkinkan pengisi daya disambungkan melalui controller agar perangkat tetap mengisi daya sambil digunakan bermain. Ini solusi praktis untuk sesi panjang, meski laju pengisian aktual dapat bergantung pada perangkat dan kondisi pemakaian. Karena controller ikut memakai daya dari gawai, pass-through bukan alasan untuk mengabaikan konsumsi baterai; manfaatnya adalah pemain bisa melanjutkan permainan sambil mengisi daya, tanpa perlu melepas kontroler untuk menyambungkan kabel langsung ke perangkat.

Bagian dari ekosistem iQOO, dengan batas kompatibilitas

Posisi G1 paling masuk akal sebagai aksesori dalam ekosistem gaming mobile iQOO, bukan controller universal dengan dukungan perangkat lunak yang merata. Integrasi iQOO Game Space dan Game Magic Box pada perangkat berbasis OriginOS 7 atau lebih baru membuka pengaturan seperti pemetaan tombol dan dead zone. Dukungan awal disebut mencakup iQOO 16, iQOO Neo 12, iQOO Pad Ultra, dan iQOO Pad Pro 8,8 inci. Artinya, ukuran perangkat yang pas belum otomatis menjamin seluruh fitur berjalan. Penjualan perdana di China dijadwalkan mulai 4 November 2026, tetapi belum ada rincian resmi mengenai jadwal maupun ketersediaan di Indonesia. Karena harga lokal juga belum dikonfirmasi, calon pembeli sebaiknya menilai G1 berdasarkan kompatibilitas dan kebutuhan bermain, bukan mengandalkan perkiraan harga.

Kesimpulan: menarik bagi pemain yang sudah berada di ekosistemnya

iQOO G1 menawarkan kombinasi yang relevan untuk gaming mobile: joystick Hall Effect yang mengurangi risiko drift, koneksi kabel USB-C, kontrol yang dapat disesuaikan, dan pengisian 15W saat controller digunakan. Itu menjadikannya controller anti-drift yang menjanjikan, bukan perangkat yang bebas masalah selamanya. Keterbatasan utamanya adalah ketergantungan pada dukungan perangkat iQOO untuk integrasi dan pengaturan lanjutan, serta belum adanya informasi ketersediaan resmi di Indonesia. Kesimpulannya, G1 patut diperhatikan oleh pengguna perangkat iQOO yang sering bermain lama dan menginginkan kontrol fisik; bagi pemain di luar ekosistem tersebut, kompatibilitas harus menjadi pertimbangan pertama.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!