Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kolaborasi RI–Jerman Memacu Ekonomi Sirkular Pengelolaan Sampah di Jawa Timur

Kolaborasi RI–Jerman Memacu Ekonomi Sirkular Pengelolaan Sampah di Jawa Timur
Minat|Asia Tenggara

InCircular: Pengelolaan Sampah Jawa Timur sebagai Laboratorium Ekonomi Sirkular

Program InCircular adalah proyek penguatan pengelolaan sampah Jawa Timur berbasis ekonomi sirkular daerah, yang memadukan dukungan teknis lintas negara, regulasi nasional, dan komitmen pemerintah daerah untuk mengurangi timbulan sampah, terutama plastik, melalui pemanfaatan kembali, daur ulang, dan efisiensi penggunaan sumber daya sepanjang rantai nilai limbah.

Yang paling penting dari program InCircular Indonesia adalah keberanian menjadikan pengelolaan sampah bukan sekadar urusan kebersihan, tetapi strategi pembangunan ekonomi. Proyek ini merupakan kerja sama teknis antara pemerintah nasional dan Pemerintah Federal Jerman yang diimplementasikan oleh GIZ Indonesia & ASEAN atas mandat BMZ guna mendukung Rencana Aksi dan Peta Jalan Ekonomi Sirkular Indonesia 2025–2045. Dengan kata lain, Jawa Timur bukan hanya “penerima bantuan”, melainkan arena uji kebijakan nasional tentang ekonomi sirkular daerah yang bisa menular ke wilayah lain. Fokusnya jelas: memperkuat regulasi, meningkatkan kapasitas, dan memperbaiki sistem pengelolaan sampah di provinsi serta kota/kabupaten terpilih sampai 2029.

Mengapa Jawa Timur Jadi Pusat Pengelolaan Sampah dan Ekonomi Sirkular

Memilih Jawa Timur sebagai wilayah kerja program InCircular bukan keputusan simbolik, melainkan respons terhadap skala masalah sampah yang nyata. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024 mencatat timbulan sampah di provinsi ini sekitar 4,34 juta ton per tahun. Dalam komposisi nasional, plastik menyumbang sekitar 19 persen dari total sampah pada 2023, menjadikannya salah satu tantangan utama yang harus dihadapi melalui daur ulang sampah plastik yang lebih serius.

Di sinilah logika ekonomi sirkular daerah diuji. Seperti disampaikan perwakilan Bappenas, ekonomi sirkular bukan hanya soal pengelolaan sampah, tetapi tentang bagaimana sumber daya digunakan lebih efisien, nilai produk dipertahankan selama mungkin, dan peluang ekonomi baru tercipta melalui kolaborasi lintas sektor. Jawa Timur mendapat kepercayaan sebagai laboratorium transformasi: mengurangi sampah sejak dari sumber, memperkuat pemanfaatan kembali, dan meningkatkan daur ulang. Jika provinsi dengan timbulan sampah setinggi ini bisa membuktikan model yang bekerja, standar pengelolaan sampah Jawa Timur akan menjadi rujukan nasional.

Strategi Inti InCircular: Dari Regulasi ke Daur Ulang Nyata

Program InCircular Indonesia dirancang bukan sebagai proyek jangka pendek, tetapi sebagai fondasi perubahan sistemik dalam pengelolaan sampah. Diluncurkan pada November 2025, proyek ini fokus pada penguatan kerangka regulasi, peningkatan kapasitas, koordinasi lintas pemangku kepentingan, dan perbaikan sistem di tingkat provinsi serta kota/kabupaten. Intinya, ekonomi sirkular daerah diterjemahkan ke kebijakan, layanan publik, dan inovasi lokal, bukan berhenti di dokumen rencana.

Ke depan, dukungan teknis InCircular di lima kota/kabupaten percontohan akan berfokus pada penguatan kapasitas sistem pengelolaan sampah untuk mempersiapkan penerapan Extended Producer Responsibility (EPR). Pernyataan yang bisa dikutip: “Ke depannya, dukungan teknis Proyek InCircular di lima kota/kabupaten percontohan ini akan berfokus pada penguatan kapasitas sistem pengelolaan sampah untuk mempersiapkan implementasi EPR,” kata Thomas Foerch. Ini sinyal tegas: produsen tidak bisa lagi melempar tanggung jawab sampah ke pemerintah daerah. Kombinasi EPR, pengurangan timbulan dari hulu, dan penguatan pemanfaatan kembali serta daur ulang menjadi satu paket kebijakan yang mendorong efisiensi sumber daya dan ketahanan ekonomi.

Recycle for Good: Daur Ulang Sampah Plastik dan Pencegahan Sampah Laut

InCircular tidak berdiri sendiri; ekosistem ekonomi sirkular daerah diperkuat oleh inisiatif lain seperti Recycle for Good yang digerakkan oleh SIG bersama mitra proyeknya, termasuk Plastic Bank, Wuppertal Institute, dan Decision Context. Program ini memperluas jangkauan ke Surabaya, Malang, Nusa Tenggara Barat, dan Bali sebagai bagian dari proyek regional Recycle for Good – Prevent Marine Litter yang didanai melalui ZUG atas nama kementerian lingkungan dan aksi iklim.

Fokus Recycle for Good adalah memperkuat pemilahan, pengumpulan, dan daur ulang sampah, terutama kemasan, sambil mendorong partisipasi masyarakat dan pelaku usaha di sepanjang rantai nilai limbah. Perluasan program ini melanjutkan kegiatan yang sudah berjalan di wilayah Jakarta dan mendukung investasi pada infrastruktur daur ulang, termasuk peningkatan peralatan pulping di fasilitas daur ulang milik Eco-Paper untuk memproses karton minuman bekas. Jika dikaitkan dengan InCircular, sinerginya jelas: satu program memperkuat kebijakan dan sistem, program lain memperkuat praktik daur ulang sampah plastik dan kemasan di lapangan. Tanpa kombinasi keduanya, ekonomi sirkular mudah terjebak di tingkat slogan.

Kolaborasi RI–Jerman Memacu Ekonomi Sirkular Pengelolaan Sampah di Jawa Timur

Menuju 2029: Saat Kolaborasi Menjadi Standar Baru Pengelolaan Sampah

Kolaborasi RI–Jerman dalam InCircular dirancang berlangsung hingga 2029 dan mendorong terciptanya kebijakan berbasis bukti yang memperkuat ketahanan ekonomi dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Ini bukan sekadar proyek bantuan teknis, melainkan upaya merombak cara daerah memandang sampah: dari beban APBD menjadi sumber material dan peluang usaha. Di sisi lain, perluasan Recycle for Good akan memperluas program pengumpulan kemasan dan mendukung investasi infrastruktur daur ulang, sehingga rantai pasok daur ulang bisa bekerja lebih menyeluruh.

Tantangannya, program-program ini hanya akan bermakna jika pemerintah daerah konsisten menerjemahkan arah nasional ke kebijakan lokal, sektor swasta menerima logika EPR, dan masyarakat terlibat dalam pemilahan serta pengurangan sampah. Namun jika pola kolaborasi lintas level ini berhasil, pengelolaan sampah Jawa Timur berpotensi menjadi standar baru: sistem yang rendah limbah, efisien, dan sanggup mengurangi tekanan sampah plastik di darat maupun laut.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!