Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Bagaimana Sertifikasi Halal Mengangkat UMK Binaan Pelindo Naik Kelas

Bagaimana Sertifikasi Halal Mengangkat UMK Binaan Pelindo Naik Kelas
Minat|Asia Tenggara

Sertifikasi halal UMK sebagai pintu masuk pasar yang lebih besar

Sertifikasi halal UMK adalah proses penjaminan kehalalan produk yang disertai pendampingan administrasi, pelatihan sistem jaminan produk halal, dan pemeriksaan menyeluruh, sehingga usaha mikro kecil dapat meningkatkan kualitas, kepercayaan konsumen, serta akses ke pasar yang lebih luas secara berkelanjutan. Program CSR Pelindo lewat PT Pelindo Sinergi Lokaseva menempatkan sertifikasi halal bukan sebagai formalitas, melainkan sebagai strategi pemberdayaan usaha mikro kecil yang konkret. Dengan mendampingi 20 UMK binaan memperoleh sertifikasi halal, perusahaan menunjukkan bahwa UMK naik kelas butuh lebih dari sekadar modal; mereka butuh legitimasi dan standar yang diakui pasar. Di tengah kewajiban halal yang kian menguat, pendekatan ini patut dibaca sebagai intervensi tepat waktu untuk mencegah UMK tercecer di belakang arus regulasi dan preferensi konsumen.

Program TJSL Maritimepreneur: CSR yang menyentuh jantung bisnis UMK

PT Pelindo Sinergi Lokaseva, yang bergerak di ekosistem jasa kepelabuhanan dan logistik, memilih jalur pemberdayaan usaha mikro kecil melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pemberdayaan UMK Maritimepreneur. Alih-alih menggelar kegiatan seremonial, program CSR Pelindo ini fokus pada pendampingan riil: pelatihan halal dan Sistem Jaminan Produk Halal, penyusunan Nomor Induk Berusaha, pembuatan akun SiHalal dan CEROL, verifikasi data, hingga pengajuan dan pemeriksaan kehalalan produk. Menurut Dewi Fitriyani, Senior Vice President Sekretariat Perusahaan, program ini adalah komitmen menghadirkan manfaat nyata lewat penguatan kapasitas dan kemandirian pelaku UMK. Itu artinya, sertifikasi halal dijadikan pintu masuk untuk membenahi tata kelola bisnis, bukan sekadar menempel logo halal di kemasan.

Dampak langsung: kualitas membaik, kepercayaan tumbuh, pasar melebar

Dampak paling nyata dari fasilitasi sertifikasi halal bagi 20 UMK adalah pergeseran cara mereka melihat bisnis. Fasilitasi ini secara eksplisit diarahkan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, kepercayaan konsumen, dan peluang pengembangan pasar. Sertifikasi halal membuat produk makanan dan minuman yang tadinya hanya bermain di radius lingkungan, berpeluang masuk ke jaringan distribusi lebih luas, termasuk kanal modern yang mensyaratkan legalitas dan jaminan halal. "Sertifikasi halal diharapkan dapat memperkuat kepercayaan konsumen serta membuka peluang pengembangan pasar bagi produk UMK," kata Dewi Fitriyani. Testimoni peserta, seperti Rehan Mujahid yang mengaitkan sertifikasi halal dengan usaha yang "menjadi lebih baik" dan peluang berkembang, menegaskan bahwa intervensi ini langsung terasa di lini pendapatan dan reputasi usaha.

UMK naik kelas dan peran BUMN dalam ekosistem bisnis lokal

Program sertifikasi halal UMK yang kembali dijalankan setelah inisiatif 2022 di Jakarta Utara menunjukkan bahwa PT Pelindo Sinergi Lokaseva tidak memperlakukan CSR sebagai proyek sekali jalan. Kelanjutan program, didukung kolaborasi dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika DKI Jakarta, menandakan keseriusan membangun ekosistem bisnis lokal yang berdaya saing. Abdul Muin dari LPPOM mengapresiasi empati dan komitmen Pelindo, sekaligus berharap pendampingan menjangkau lebih banyak pelaku usaha makanan dan minuman. Ketika BUMN turun hingga level komunitas dan mengurus hal teknis seperti akun SiHalal, UMK tak lagi sendirian menghadapi birokrasi dan standardisasi. Di sinilah istilah UMK naik kelas menemukan maknanya: mereka bukan hanya punya sertifikat, tetapi juga pemahaman sistem, jaringan, dan kepercayaan pasar yang baru.

Kesimpulan: Sertifikasi halal sebagai strategi peningkatan daya saing bisnis

Dari pendampingan 20 UMK binaan hingga penguatan tata kelola usaha, program CSR Pelindo melalui TJSL Maritimepreneur membuktikan bahwa sertifikasi halal dapat menjadi strategi peningkatan daya saing bisnis, bukan beban administratif. Sertifikasi halal UMK memberi tiga keuntungan sekaligus: kualitas terjaga, kepercayaan konsumen naik, dan akses pasar meluas. Ketika inisiatif seperti ini diposisikan sebagai bagian dari penerapan prinsip ESG dan penguatan ekonomi masyarakat, peran BUMN dalam ekosistem bisnis lokal berubah dari sekadar operator layanan publik menjadi mitra pengembangan usaha. Jika pola pendampingan komprehensif ini terus diperluas, sertifikasi halal bisa menjadi pengungkit struktural yang mengangkat lebih banyak pelaku usaha mikro kecil keluar dari kelas pinggiran menuju arena kompetisi yang setara.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!