Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

UMKM Naik Kelas Lewat Ekspor Halal dan Sertifikasi Global

UMKM Naik Kelas Lewat Ekspor Halal dan Sertifikasi Global
Minat|Asia Tenggara

Ekspor Halal Indonesia: Dari Pasar Lokal ke Panggung Global

Ekspor halal Indonesia adalah upaya terencana untuk menjadikan produk bersertifikasi halal dari pelaku usaha lokal mampu menembus dan bertahan di pasar global melalui pemenuhan standar, sertifikasi halal internasional, dan akses ke platform perdagangan lintas negara yang terkurasi. Di tengah potensi belanja konsumen Muslim global yang terus meningkat, Indonesia memiliki momentum untuk memperkuat posisi bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai produsen dan eksportir produk halal yang mampu bersaing di pasar global. Artinya, diskusi tentang UMKM pasar global bukan lagi wacana, melainkan kebutuhan mendesak: jika pelaku usaha kecil tidak ikut dalam arus ekspor halal Indonesia, mereka akan tertinggal oleh pemain yang lebih siap sekaligus lebih terstandardisasi.

BSI International Expo: ‘Buy Local Go Global’ Bukan Sekadar Slogan

BSI International Expo dengan tema “Buy Local Go Global” secara terang-terangan menyatakan ambisinya: membawa produk lokal keluar dari kubangan pasar domestik menuju panggung global. Expo ini menghadirkan UMKM, brand lokal, industri halal, buyer, investor, komunitas, dan konsumen, dan dirancang bukan sekadar sebagai ajang pameran, tetapi sebagai business platform yang membuka peluang kolaborasi, memperluas akses pasar, dan mempertemukan produk lokal dengan potensial buyer. Pernyataan ini penting karena menggeser pola pikir pelaku usaha: pameran bukan lagi tempat foto-foto dan bagi brosur, melainkan ruang negosiasi kontrak, memperkuat jalur ekspor halal Indonesia, dan menguji apakah produk mereka cukup layak untuk bersaing di luar negeri. Tanpa keberanian masuk arena seperti ini, jargon UMKM pasar global hanya akan berhenti di spanduk, bukan di laporan penjualan.

Dampaknya tidak hanya pada pelaku usaha, tetapi juga konsumen. Masyarakat dapat menikmati berbagai produk dan aktivitas, sementara pelaku usaha memperoleh kesempatan memperkenalkan brand, bertransaksi, dan membangun koneksi bisnis baru. Di balik hingar-bingar konser musik dan kegiatan lifestyle, tersimpan agenda serius: BSI memperkuat rantai nilai industri halal melalui pembiayaan, digitalisasi, transaksi, dan akses pasar bagi UMKM binaan. Pembinaan melalui UMKM Center, digitalisasi, dan pendampingan sertifikasi halal menjadi bukti bahwa ekspor halal tidak bisa hanya mengandalkan produk enak atau kemasan menarik; yang menentukan adalah kemampuan memenuhi sertifikasi halal internasional dan standar yang diminta buyer luar negeri.

MIHAS dan Peran BI: Bukti Minat Pasar Internasional

Jika BSI memainkan peran sebagai penghubung domestik, Bank Indonesia menunjukkan bagaimana minat pasar global konkret terwujud. Bank Indonesia sukses membukukan potensi transaksi penjualan sebesar Rp17,6 miliar dalam Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) yang digelar pada 23–26 September 2026. Capaian itu mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 151,42 persen dibanding tahun sebelumnya dan mencerminkan tingginya minat pasar internasional terhadap berbagai produk halal dari para pelaku usaha syariah Indonesia. Kalimat ini layak dikutip apa adanya karena menunjukkan dua hal: pasar mau membeli, dan pertumbuhan minatnya nyata, bukan sekadar klaim promosi.

Melalui program Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia, Bank Indonesia memfasilitasi 23 pelaku usaha syariah dari sektor halal food untuk hadir di MIHAS, dengan tujuh pelaku datang langsung dan 16 lainnya ikut melalui mitra agregator. Ini bukan hanya soal angka peserta, tetapi tentang model platform ekspor halal yang efektif: ada kurasi, ada screening komprehensif oleh Dewan IKRA, Atase Perdagangan, dan mitra agregator. Platform semacam ini menjadi jembatan strategis yang menyiapkan UMKM pasar global, memastikan hanya produk yang siap standar internasional yang tampil. Tanpa filter seperti ini, reputasi ekspor halal Indonesia bisa runtuh oleh satu dua produk yang gagal memenuhi tuntutan buyer.

Sertifikasi Halal dan Standar Global: Tiket Masuk, Bukan Pilihan

Pertanyaan terbesar bagi banyak pelaku usaha kecil adalah: mengapa sertifikasi halal internasional dianggap begitu penting? Jawabannya sederhana: di pasar halal global yang terus berkembang, sertifikasi adalah tiket masuk, bukan sekadar label tambahan. BSI secara eksplisit melakukan pembinaan melalui UMKM Center, digitalisasi, pendampingan sertifikasi halal, hingga mempertemukan pelaku usaha dengan potensial buyer, termasuk dari pasar global. Artinya, bank ini memahami bahwa produk yang baik saja tidak cukup; kapasitas untuk mematuhi standar dan membuktikannya di atas kertas jauh lebih menentukan dalam negosiasi ekspor.

Melalui peran tersebut, BSI mendorong UMKM dan bisnis lokal untuk tumbuh dari sisi kapasitas, akses pembiayaan, digitalisasi, hingga perluasan pasar. Di sisi lain, model kurasi dan screening yang dilakukan terhadap pelaku IKRA sebelum dibawa ke MIHAS menunjukkan bahwa standar global tidak bisa ditawar. Kombinasi pembinaan sertifikasi, kurasi produk, dan platform ekspor halal yang terarah adalah jalan paling realistis bagi UMKM untuk naik kelas. Tanpa itu, mereka akan terus terjebak sebagai pemasok level lokal yang mudah tergantikan, meskipun potensi pasar di luar negeri terbuka lebar.

Kesimpulan: Dari Event Menjadi Ekosistem Ekspor Halal

Kunci dari semua inisiatif ini adalah mengubah event menjadi ekosistem. BSI International Expo dirancang agar dampaknya tidak berhenti pada penyelenggaraan expo, tetapi berlanjut menjadi hubungan bisnis dan peluang pertumbuhan setelah event berlangsung. Di luar negeri, partisipasi terkurasi dalam ajang seperti MIHAS membuktikan bahwa ekspor halal Indonesia punya pasar dan mampu mencatat potensi transaksi yang signifikan. Namun semua itu hanya akan berkelanjutan jika UMKM memandang sertifikasi halal, standar internasional, dan platform ekspor sebagai strategi inti, bukan beban administratif.

Pada akhirnya, UMKM pasar global membutuhkan tiga hal: akses ke platform ekspor halal, pendampingan sertifikasi halal internasional, dan keberanian untuk masuk proses kurasi yang ketat. Negara bisa menyediakan fasilitas, bank bisa membuka jaringan, dan program seperti IKRA bisa menjembatani. Tetapi keputusan untuk naik kelas tetap ada di tangan pelaku usaha. Jika mereka berani menempatkan standar global sebagai patokan minimum, bukan puncak pencapaian, maka ekspor halal Indonesia tidak hanya jadi wacana, melainkan sumber pertumbuhan yang nyata.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!