Ruang belajar PAUD tidak harus terbatas di kelas
Outing class PAUD adalah kegiatan belajar di luar kelas yang membawa anak berinteraksi langsung dengan tempat, orang, dan pengalaman nyata agar pengetahuan lebih mudah dipahami. Nilainya bukan pada perjalanan semata, melainkan pada kesempatan anak mengamati, bertanya, dan mencoba sesuatu dalam suasana yang sesuai usia. Dua kegiatan di Jepara dan Kabupaten Malang memperlihatkan betapa luasnya pilihan ruang belajar tersebut: pesisir dan pulau untuk mengenal laut, serta puskesmas untuk memahami kesehatan. Pada Jumat, 23 Oktober 2026, Bunda PAUD Kabupaten Jepara, Ny. Laila Saidah Witiarso Utomo, mengadakan kunjungan edukasi dan sosialisasi kemaritiman di Desa Kemujan dan Pulau Genting, Karimunjawa. Lima hari kemudian, Puskesmas Sumberpucung menerima 15 siswa PAUD IT Cordova yang didampingi enam guru dalam tur edukatif. Perbedaan tujuan ini menegaskan bahwa belajar dini akan lebih berkesan ketika gagasan bertemu pengalaman.

Karimunjawa menumbuhkan cinta bahari lewat pengalaman
Di Kemujan dan Pulau Genting, anak-anak diajak mengenal lingkungan pesisir, kekayaan laut, budaya bahari, serta pentingnya menjaga ekosistem. Pendekatan seperti ini membuat edukasi kemaritiman anak terasa dekat: laut bukan sekadar gambar di buku, melainkan lingkungan hidup yang perlu diamati dan dirawat. Kunjungan Bunda PAUD Jepara itu juga menghubungkan pembelajaran dengan dukungan tumbuh kembang. Anak-anak mendapat Alat Permainan Edukatif untuk mendukung belajar dan kreativitas, Kartu Identitas Anak, Cek Kesehatan Gratis, serta akses ke Pojok Literasi. Perpaduan tersebut penting karena cinta lingkungan akan lebih kuat jika anak juga memperoleh ruang bermain, membaca, dan tumbuh sehat. Namun, kunjungan sekali jalan tidak cukup untuk membangun kebiasaan. Harapan agar anak-anak semakin bersemangat belajar perlu diteruskan melalui kegiatan dan pendampingan yang berkelanjutan.

Puskesmas menjadi tempat belajar yang ramah anak
Di Sumberpucung, program SATE EKSOTIK—Sentra Edukasi Terpadu Puskesmas Eksotik—mengubah fasilitas kesehatan menjadi tujuan kunjungan edukasi anak. Dalam kegiatan bertema “Wisata Edukasi Murid Hebat: Petualangan Buah Ceria”, 15 siswa PAUD IT Cordova berkeliling mengenal ruang pelayanan, mengikuti edukasi kesehatan, berlatih cuci tangan pakai sabun dan menyikat gigi, lalu menaiki ambulans. Kegiatan ini juga mencakup edukasi program kesehatan serta pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis bagi anak prasekolah. Rangkaian yang konkret membuat edukasi kesehatan PAUD tidak berhenti sebagai nasihat: anak dapat mempraktikkan kebiasaan sehat dan mengenali layanan yang kelak mungkin mereka perlukan. Kepala Puskesmas Sumberpucung, drg. Rahmawati, mengatakan, “Kami ingin mengubah pola pikir bahwa puskesmas itu seram”. Mengurangi rasa takut sejak dini merupakan manfaat penting, sebab anak yang nyaman lebih mungkin berani memeriksakan kesehatan.

Pengalaman nyata perlu menjadi bagian dari pembelajaran
Kegiatan di Karimunjawa dan Sumberpucung sama-sama menunjukkan bahwa lingkungan sekitar dapat menjadi ruang belajar yang kaya, asalkan dirancang dengan tujuan yang jelas dan pendampingan yang memadai. Pesisir mengajarkan kepedulian terhadap ekosistem dan identitas bahari; puskesmas mengenalkan kebiasaan hidup sehat, layanan kesehatan, keberanian, dan empati. Keduanya bukan pengganti pembelajaran di kelas, melainkan pelengkap yang memberi makna pada hal-hal yang dipelajari anak. Tantangannya adalah menjaga agar kunjungan tidak berubah menjadi acara seremonial: anak perlu diberi kesempatan mengamati, bertanya, dan mengulang pelajaran setelah pulang. PAUD IT Cordova berharap kerja sama dengan Puskesmas Sumberpucung melalui SATE EKSOTIK berlanjut, sementara pihak PAUD di Pulau Genting berharap kunjungan tersebut menambah semangat belajar anak. Keberlanjutan dan tindak lanjutlah yang dapat mengubah outing class menjadi pengalaman pembentuk kebiasaan.







