Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Fleetwood Singkirkan Arsenal, Kejutan Besar di Piala Liga

Fleetwood Singkirkan Arsenal, Kejutan Besar di Piala Liga
Minat|Rainbow Six Siege

Kejutan yang Mengguncang Piala Liga

Piala Liga Inggris adalah kompetisi sistem gugur yang memberi klub kesempatan mengejar trofi, tetapi juga bisa mengakhiri ambisi tim unggulan dalam satu malam. Fleetwood Town membuktikan betapa tajamnya format itu dengan menyingkirkan Arsenal melalui adu penalti pada babak 16 besar. Setelah imbang 1-1 selama waktu normal di Highbury Stadium pada Rabu, 28 Oktober 2026 dini hari WIB, Fleetwood menang 5-3 dalam tos-tosan dan memastikan tiket perempat final. Hasil Piala Liga ini terasa lebih mencolok karena jarak kedua tim begitu lebar: Arsenal berada di posisi kedua klasemen Premier League, sedangkan Fleetwood menempati peringkat ke-18 League Two, dengan selisih 84 peringkat. Namun, status dan posisi liga tidak cukup untuk menjamin kelolosan. Fleetwood bermain dengan keyakinan, sementara Arsenal gagal mengubah dominasi menjadi gol penentu. Bagi tuan rumah, kemenangan ini juga bersejarah: untuk kali pertama mereka mencapai perempat final Piala Liga Inggris.

Fleetwood Singkirkan Arsenal, Kejutan Besar di Piala Liga

Arsenal Gagal Menuntaskan Pekerjaan

Fleetwood membuka skor pada menit ke-21 lewat Aaron Loupalo-Bi, yang menyambar bola di kotak penalti setelah umpan Harrison Neal memicu perebutan dengan Marli Salmon. Arsenal baru menyamakan kedudukan pada menit ke-49 melalui Viktor Gyokeres dalam situasi kemelut di depan gawang. Skor 1-1 bertahan hingga akhir, meski Arsenal berusaha menekan. Persoalannya bukan semata kegagalan mencetak gol tambahan: pada malam ketika tim unggulan seharusnya menegaskan kualitas, Arsenal membiarkan lawan bertahan dalam pertandingan dan membawa hasil ke adu penalti. Keadaan makin sulit pada menit ke-85, ketika Max Dowman menerima kartu merah setelah menendang Harrison Neal saat lawannya masih terjatuh. Arsenal pun menutup waktu normal dengan sepuluh pemain. Mereka masih menguasai permainan, tetapi tidak mampu memecah kebuntuan. Keputusan Dowman menjadi kerugian nyata, tetapi kegagalan mengamankan kemenangan sebelum kartu merah juga menunjukkan bahwa Arsenal tidak tampil pada standar yang dibutuhkan untuk menghindari risiko tos-tosan.

Fleetwood Singkirkan Arsenal, Kejutan Besar di Piala Liga

Adu Penalti Menentukan, Langkah Arsenal Terhenti

Dalam Arsenal adu penalti, Martin Odegaard, Kai Havertz, dan Viktor Gyokeres sukses mencetak gol. Namun, sepakan Bruno Guimaraes sebagai penendang keempat diblok kiper Jay Lynch, membuka jalan bagi Fleetwood untuk mengunci kemenangan. Ronan Coughlan, Harrison Neal, Will Davies, Andy Cannon, dan Conor Haughey menuntaskan seluruh eksekusi mereka. Haughey menjadi penendang kelima dan memastikan skor adu penalti 5-3. Kekalahan ini menggagalkan langkah Arsenal menuju perempat final dan mengubah malam Fleetwood menjadi momen bersejarah. Kejutan Fleetwood vs Arsenal bukan sekadar soal tim dari kasta lebih rendah menyingkirkan klub besar; hasilnya juga menyoroti mahalnya kegagalan Arsenal mengonversi penguasaan permainan menjadi gol. Martin Odegaard mengakui bahwa tersingkir terasa sangat mengecewakan, menyebut performa tim tidak sesuai standar dan memberi selamat kepada Fleetwood. Penilaiannya tepat: Arsenal perlu melihat kekalahan ini sebagai peringatan, bukan sekadar nasib buruk dalam adu penalti.

Fokus Berikutnya: Bangkit Menghadapi Liverpool

Odegaard menegaskan bahwa Arsenal ingin segera bangkit dan menantikan pertandingan berikutnya, tetapi bahan sumber tidak memastikan bahwa laga berikutnya adalah melawan Liverpool. Karena itu, tajuk Odegaard lawan Liverpool tidak boleh dibaca sebagai konfirmasi jadwal atau janji khusus menjelang pertandingan tersebut. Yang jelas, sang kapten mengakui Arsenal harus bermain jauh lebih baik, sementara Fleetwood pantas menerima pujian atas penampilannya. Bagi Arsenal, tersingkir di babak 16 besar berarti perjalanan di Piala Liga berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Kekalahan ini menuntut evaluasi atas penyelesaian peluang, disiplin, dan kemampuan menutup pertandingan ketika tim sedang unggul secara kualitas. Fleetwood, sebaliknya, mendapat dorongan besar menjelang perempat final setelah menyingkirkan salah satu klub terkuat Inggris. Kesimpulannya tegas: Fleetwood layak merayakan kemenangan bersejarah, sedangkan Arsenal harus menjadikan malam mengecewakan ini alasan untuk segera memperbaiki performa di laga berikutnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!