Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Melbourne Victory Kuat di Asia, tetapi Inkonsisten di Liga

Melbourne Victory Kuat di Asia, tetapi Inkonsisten di Liga
Minat|Jepang & Korea

Wajah berbeda Victory di Asia dan domestik

Melbourne Victory adalah klub sepak bola Australia yang berbasis di Melbourne, berdiri pada 2004, dan kini kembali bersaing di fase grup Asia setelah finis keempat di A-League musim sebelumnya. Kontras performanya menjadi konteks utama menjelang duel melawan Persib Bandung: di ACL Two, tim asuhan Giovanni Savarese membantai FC Seoul 3-0 dan bermain imbang melawan The Cong-Viettel, tetapi hasil domestik mereka belum stabil. Kemenangan telak itu bukan sekadar catatan bagus; hasil tersebut menunjukkan Victory mampu menaikkan level permainan ketika menghadapi lawan Asia. Namun, Persib tak perlu menganggap performa domestik sebagai gambaran lengkap kekuatan lawan. Victory punya kualitas untuk tampil tajam di panggung kontinental, sementara ketidakstabilan di liga memberi Maung Bandung celah untuk menekan dan menguji ketahanan mereka.

Persib dijadwalkan menjamu Victory pada matchday ketiga Grup E, Rabu, 28 Oktober 2026 pukul 19.15 WIB, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang. Ini ujian penting bagi kedua tim dalam persaingan menuju puncak grup. Victory datang dengan ambisi merebut posisi teratas dari Persib, sehingga tuan rumah sebaiknya tidak membiarkan kemenangan atas Seoul membuat lawan bermain leluasa.

Melbourne Victory Kuat di Asia, tetapi Inkonsisten di Liga

Kualitas Asia belum menutup masalah konsistensi

Catatan lintas kompetisi Victory memperlihatkan mengapa Persib harus membaca lawannya dengan cermat. Dalam empat pertandingan terakhir yang dirangkum sumber, mereka menang atas Seoul, bermain imbang 1-1 dengan Melbourne City, kalah 1-2 dari Wellington Phoenix, lalu tersingkir dari Australia Cup setelah kalah adu penalti 3-4 dari South Melbourne. Rangkaian itu menunjukkan dua hal: Victory punya kapasitas untuk menghukum lawan di Asia, tetapi belum menjaga level yang sama dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

Perbedaan tersebut menguntungkan Persib hanya jika dimanfaatkan dengan disiplin. Victory sudah mengoleksi empat gelar A-League Championships, tiga A-League Premierships, satu Pre-Series Challenge Cup, dan dua Australia Cups. Tradisi serta pengalaman itu membuat mereka berbahaya meski sedang goyah di kompetisi domestik. Persib perlu memaksa Victory menghadapi tekanan sejak awal, bukan memberi ruang bagi tim tamu untuk membangun kepercayaan diri seperti saat melawan FC Seoul. Mengandalkan tren domestik lawan sebagai jaminan hasil akan menjadi kesalahan.

Pemain kunci Victory yang perlu diwaspadai

Di sektor serang, Clarismario Santos dan Guillermo May menjadi ancaman paling jelas. Santos, pemain sayap Brasil berusia 21 tahun, mencetak gol ke gawang FC Seoul dan mengandalkan kecepatan untuk menyerang dari sisi lapangan. Bek Persib perlu menjaga jarak dan menutup jalur larinya sebelum ia memperoleh ruang untuk menusuk. May, penyerang Uruguay yang pernah membela Auckland FC, juga mencetak gol dalam kemenangan 3-0 tersebut. Pengalamannya di A-League menambah ancaman di kotak penalti, sehingga lini belakang Maung Bandung tak boleh terpaku pada Santos saja.

Persib juga harus memperhitungkan fondasi pertahanan Victory. Kapten Jason Davidson memimpin lini belakang, didukung wakil kapten Philipp Ziereis dan Tom Lockyer. Ketiganya memberi pengalaman dan kepemimpinan yang bisa menyulitkan serangan tuan rumah. Nama Juan Mata pernah menarik perhatian dalam skuad Victory, tetapi informasi yang tersedia menyebut kontraknya berakhir pada 30 Juni 2026 dan belum ada pengumuman klub baru; karena itu, statusnya tidak bisa diasumsikan sebagai bagian dari tim yang akan tampil. Fokus paling masuk akal tetap pada pemain yang tercatat sebagai ancaman aktif.

Melbourne Victory Kuat di Asia, tetapi Inkonsisten di Liga

Savarese dan ujian taktik di Grup E

Giovanni Savarese mulai menangani Melbourne Victory pada awal musim 2026/2027 dengan kontrak dua tahun. Pelatih asal Venezuela itu membawa pengalaman melatih, tetapi ia juga masih perlu membentuk konsistensi tim di tengah tuntutan liga domestik dan kompetisi Asia. Kemenangan atas Seoul memberi Savarese bukti bahwa pendekatannya dapat menghasilkan performa tinggi, sementara hasil domestik yang naik turun memperlihatkan pekerjaan rumah yang belum selesai.

Bagi Victory, laga tandang ke Bandung adalah ujian untuk membuktikan bahwa dominasi di Asia bukan pengecualian. Bagi Persib, tantangannya adalah memutus ritme serangan lawan sekaligus memanfaatkan keraguan yang mungkin muncul dari hasil domestik. Pertemuan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Melbourne Rectangular Stadium pada 4 November 2026 pukul 18.45 AEDT. Kesimpulannya, Victory layak dihormati karena daya ledaknya di ACL Two, tetapi Persib punya alasan kuat untuk menargetkan kemenangan: lawan ini belum menunjukkan kestabilan yang sama di semua kompetisi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!