Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Buku Menjadi Jendela Belajar bagi Anak Terdampak Karhutla

Buku Menjadi Jendela Belajar bagi Anak Terdampak Karhutla
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Menjaga semangat belajar di tengah gangguan

Literasi anak di tengah bencana adalah upaya menjaga akses belajar, rasa ingin tahu, dan harapan anak melalui bacaan serta pendampingan yang aman dan sesuai kebutuhan mereka. Di Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Rustini Muhaimin Iskandar mengajak anak terdampak karhutla agar tetap semangat belajar, gemar membaca, dan berani mengejar cita-cita. Ajakan itu disampaikan dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta pada Minggu. Pesannya penting karena saat kebakaran hutan dan lahan mengganggu aktivitas, anak berisiko kehilangan rutinitas pendidikan sekaligus ruang untuk merasa aman. Membaca bukan pengganti sekolah atau pemulihan dari bencana, tetapi kegiatan yang dapat menjaga hubungan anak dengan pengetahuan. Orang dewasa perlu memastikan anak tetap mendapat perhatian dan kesempatan belajar, bukan membebankan tanggung jawab itu kepada mereka sendiri.

Buku yang terasa dekat, bukan beban

Rustini mengajak anak menjadikan buku sebagai sahabat sehari-hari. Gagasan ini efektif jika buku untuk anak dipilih sesuai usia dan minat, bukan ditentukan dari tebal atau sulitnya bacaan. Dongeng, cerita pendek, dan komik edukatif dapat menjadi pintu masuk yang lebih ramah bagi anak yang sedang menghadapi keadaan tidak mudah. Membaca memberi mereka kesempatan mengenal hal baru dan berimajinasi di luar situasi sekitar. Karena itu, kegiatan literasi sebaiknya menghadirkan rasa senang dan pilihan, bukan berubah menjadi tugas tambahan yang menekan. Melalui Jendela Dunia Kita dan Gerakan Ayo Membaca, Rustini mendorong kebiasaan membaca sejak usia dini. Manfaatnya juga melampaui kemampuan mengenal huruf: anak dapat bertanya, mengembangkan kreativitas, dan berlatih menyampaikan pendapat.

Pendampingan menjaga anak tetap terhubung

Belajar saat bencana membutuhkan dukungan yang sederhana, konsisten, dan peka terhadap keadaan anak. Rustini menyarankan waktu membaca sekitar 10–15 menit setiap hari, sendiri atau bersama orang tua dan teman-teman. Waktu singkat ini dapat menjadi jangkar rutinitas ketika aktivitas lain terganggu. Pendampingan orang dewasa membantu anak memilih bacaan, memahami cerita, mengajukan pertanyaan, dan merasa diperhatikan. Membaca bersama teman pun dapat menjaga suasana belajar tetap akrab, tanpa menuntut anak untuk selalu belajar sendiri. Pendekatan ini tidak menggantikan layanan pendidikan yang dibutuhkan, tetapi membantu anak tetap terhubung dengan kegiatan belajar dan perkembangan diri. Agar berhasil, orang dewasa perlu memberi ruang bagi istirahat dan permainan, serta menyesuaikan kegiatan dengan kondisi anak. Hak untuk belajar dan tumbuh harus tetap dijaga sekalipun lingkungan sedang dilanda bencana.

Literasi sebagai dukungan, bukan pengganti pemulihan

Kegiatan membaca memberi anak terdampak karhutla dukungan moral dan kesempatan mempertahankan rasa ingin tahu pada saat keadaan sekitar terasa tidak menentu. Namun, buku saja tidak cukup: anak juga memerlukan rasa aman, perhatian, dan kesempatan belajar yang berkelanjutan. Kunjungan Rustini bersama Eneng Sumiati dan anggota Forum Silaturahim Istri anggota DPR RI Fraksi PKB menjadi bagian dari upaya memberi perhatian dan dukungan moral kepada anak-anak di Batakan. Nilai utama kegiatan seperti ini terletak pada pesan bahwa bencana tidak menghapus hak anak untuk belajar, bermain, dan memiliki cita-cita. Kesimpulannya, bacaan yang sesuai minat dan pendampingan rutin dapat menjaga semangat belajar, tetapi tanggung jawab orang dewasa adalah memastikan dukungan tersebut berjalan bersama perlindungan dan akses pendidikan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!