Layar tidak perlu selalu berjalan pada 120Hz
Refresh rate adaptif adalah kemampuan layar ponsel untuk mengubah frekuensi penyegarannya secara otomatis mengikuti kebutuhan konten yang sedang ditampilkan, alih-alih bertahan pada satu angka tetap sepanjang waktu. Satuan hertz (Hz) menunjukkan berapa kali layar memperbarui gambar setiap detik: 120Hz terasa mulus saat menggulir halaman atau bermain gim, tetapi tidak selalu dibutuhkan ketika layar menampilkan teks atau foto diam. Karena itu, layar adaptif dapat menaikkan kecepatannya hingga 120Hz untuk gerakan cepat, lalu menurunkannya ke 30Hz, 10Hz, atau bahkan 1Hz saat konten lebih statis. Inilah alasan angka tertinggi saja tidak cukup untuk menilai layar. Yang lebih berguna adalah mengetahui apakah ponsel mampu menyesuaikan kecepatannya sesuai aktivitas. Hasilnya, pengguna tetap mendapat tampilan responsif tanpa membayar konsumsi daya untuk pembaruan layar yang tidak diperlukan.

LTPO membuka rentang penyesuaian lebih luas
LTPO technology adalah kunci di balik panel yang dapat berpindah dalam rentang lebar, seperti 1Hz hingga 120Hz. LTPO, kependekan dari Low-Temperature Polycrystalline Oxide, menggabungkan transistor berkecepatan tinggi dengan transistor yang lebih hemat daya pada lapisan pengendali layar. Kombinasi ini memungkinkan layar mempertahankan gambar diam pada laju sangat rendah, lalu bergerak cepat ketika konten membutuhkannya. Sebaliknya, panel LTPS yang banyak digunakan pada ponsel kelas menengah biasanya hanya berpindah di antara beberapa tingkat, misalnya 60Hz dan 90Hz. Jadi, label “120Hz” pada spesifikasi belum otomatis berarti layar tersebut adaptif penuh. Tanpa informasi tentang panel dan batas bawahnya, angka itu bisa saja merujuk pada laju tetap atau pilihan adaptif yang terbatas. Perbedaan ini penting bagi siapa pun yang mengutamakan optimasi konsumsi daya.

Perbedaan nyata bagi daya tahan baterai
Pada layar fixed 120Hz, gambar diperbarui 120 kali per detik sekalipun yang terlihat hanya layar kunci yang tidak bergerak. Layar adaptif menghindari pemborosan itu dengan menurunkan laju saat membaca atau melihat gambar statis, lalu menaikkannya lagi ketika gerakan membutuhkan






