Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Timnas Garuda Mengincar Final Ulangan Kontra Vietnam

Timnas Garuda Mengincar Final Ulangan Kontra Vietnam
Minat|Asia Tenggara

ASEAN Cup: Turnamen Balas Dendam dan Reputasi

Timnas Indonesia ASEAN Cup adalah partisipasi skuad Garuda di turnamen regional bernama FIFA ASEAN Cup 2026, yang digelar di kandang sendiri dan dipandang sebagai ajang balas dendam sepak bola sekaligus pemulihan reputasi setelah kegagalan menyakitkan di Piala ASEAN sebelumnya. Asa Timnas Indonesia untuk menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 mendapat angin segar karena kabar buruk yang menimpa calon rival utama, Vietnam. Dalam turnamen ini, Garuda ditempatkan di Premier Division Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Semua pertandingan digelar di Jakarta dan Bandung, menjadikan dukungan publik lokal sebagai faktor yang tidak boleh disia-siakan. Turnamen dijadwalkan berlangsung dari 24 September hingga 19 Mei, dengan laga pembuka Garuda melawan Singapura di SUGBK pada 25 September pukul 19.30 WIB.

Timnas Garuda Mengincar Final Ulangan Kontra Vietnam

Jadwal Membuka Jalan ke Final Vietnam Indonesia

ASEAN Cup 2026 jadwal yang diumumkan pada 10 September memetakan jalan yang cukup jelas: Indonesia harus memuncaki Grup A jika ingin membuka skenario final Vietnam Indonesia. Garuda akan berhadapan berurutan dengan Singapura, Malaysia, lalu Bangladesh di fase grup. Jika menjadi juara grup, mereka berhak melaju ke final Premier Division pada 5 Oktober, menghadapi wakil terbaik Grup B yang berisi Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan. Di atas kertas, Vietnam dan Thailand adalah kandidat utama dari grup tersebut, sehingga kans ulangan final Vietnam Indonesia tidak bisa diabaikan. Tekanannya jelas: tanpa posisi puncak grup, jalur balas dendam itu tertutup, dan kegagalan kedua beruntun di turnamen regional akan memperkuat narasi bahwa Garuda belum siap bersaing di level tertinggi kawasan.

Luka 0-3 dari Vietnam: Bahan Bakar Balas Dendam Sepak Bola

Narasi utama Timnas Indonesia ASEAN Cup bukan sekadar soal trofi, tetapi soal menutup luka yang terbuka lebar sejak kekalahan memalukan 0-3 dari Vietnam di fase grup Piala ASEAN pada 3 Agustus. Dalam laga itu, bek kiri Vietnam, Nguyen Van Vi, bahkan sempat mencetak gol dari sudut sempit ke gawang Garuda, sebelum timnya menutup pertandingan dengan kemenangan telak. Untuk publik dan pemain, kekalahan itu masih menjadi pil pahit, diperparah hasil imbang 1-1 kontra Singapura yang mengakhiri perjalanan mereka di babak grup. Balas dendam sepak bola menjadi kata kunci yang berulang: laga kontra Singapura disebut sebagai pertandingan balas dendam, sementara final melawan Vietnam dipandang sebagai kesempatan membuktikan apakah Garuda dengan skuad lebih lengkap mampu menunjukkan kemampuan sebenarnya.

Kabar Buruk Vietnam dan Peluang yang Tak Boleh Disia-siakan

Ironisnya, menjelang ASEAN Cup 2026 Vietnam justru diterpa kabar buruk, sementara asa Garuda kian terbuka. Bek kiri andalan mereka, Nguyen Van Vi, dipastikan absen karena robekan otot yang memerlukan pemulihan lebih dari satu bulan. Van Vi dikenal sebagai pemain cepat yang aktif membantu serangan dari sisi kiri dan menjadi penghubung penting dalam transisi tim asuhan Kim Sang-sik. Absennya figur kunci seperti ini mengurangi daya ledak The Golden Star, dan secara logis memperbesar peluang Garuda bila final Vietnam Indonesia benar-benar terwujud. Namun di sinilah tantangannya: mengandalkan kelemahan lawan adalah jalan pintas yang berbahaya. Tanpa perbaikan permainan sendiri, terutama setelah kritik keras yang menyasar pelatih John Herdman dan beberapa pemain kunci, setiap keunggulan di atas kertas bisa berubah menjadi kekecewaan baru.

Ambisi Trofi, Ranking FIFA, dan Ujian Akhir Herdman

ASEAN Cup bukan hanya soal gengsi regional, tetapi juga soal posisi di ranking FIFA, di mana Garuda masih berada di peringkat 118 dunia. Turnamen ini disebut sebagai kesempatan penting untuk memperbaiki citra setelah penampilan buruk dan kritik keras di ajang sebelumnya. Menurut salah satu laporan, "tim Indonesia perlu menunjukkan kemampuan mereka dalam pertandingan-pertandingan ini untuk memuncaki grup dan lolos ke final". Indonesia harus mencapai final untuk kembali menghadapi Vietnam atau Thailand, dan hanya performa meyakinkan melawan Singapura, Malaysia, serta Bangladesh yang dapat membuka pintu itu. Pada akhirnya, ASEAN Cup 2026 jadwal yang padat di kandang sendiri menjelma menjadi ujian akhir bagi Herdman: apakah ia mampu mengubah rasa malu 0-3 menjadi kisah pembalasan, atau sekadar menambah bab baru dalam katalog kekecewaan Garuda.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!