Tender Dini Januari: Sinyal Agresivitas Pembangunan Makassar
Percepatan tender dini proyek strategis Makassar adalah kebijakan Wali Kota Munafri Arifuddin untuk memulai lelang dan pelaksanaan proyek infrastruktur sejak Januari, bukan menunggu Maret, guna mengurangi keterlambatan belanja APBD dan mempercepat manfaat pembangunan bagi warga kota. Langkah ini bukan sekadar urusan teknis pengadaan, melainkan sinyal politik bahwa pemerintah kota memilih jalur agresif dalam pembangunan Makassar. Dengan memotong jeda waktu tradisional di awal tahun anggaran, Munafri mengirim pesan bahwa mesin birokrasi tidak boleh lagi terlena oleh kebiasaan menunggu triwulan pertama. Strategi ini layak dibaca sebagai upaya mengubah budaya kerja: dari reaktif menjadi proaktif, dari menunggu anggaran berjalan menjadi menyiapkan proyek sejak perencanaan. Pertanyaannya, seberapa siap struktur APBD Kota Makassar menopang akselerasi ini tanpa kehilangan akuntabilitas?
APBD Kota Makassar: Bukan Hanya Angka, Tapi Instrumen Percepatan
Kunci dari tender infrastruktur 2027 yang dipercepat adalah cara pemerintah merancang Perubahan APBD Kota Makassar Tahun Anggaran 2026. Munafri menegaskan bahwa perubahan APBD tidak boleh berhenti pada penyesuaian angka, tetapi harus memastikan tiap program dan kegiatan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ini klaim ambisius, mengingat pendapatan daerah pada Rancangan Perubahan APBD 2026 turun menjadi sekitar Rp4,56 triliun atau berkurang Rp128 miliar (2,75 persen) dibanding target Rp4,69 triliun. Sementara belanja justru naik menjadi sekitar Rp5,26 triliun, meningkat Rp90 miliar atau 1,76 persen dari Rp5,17 triliun. Defisit Rp699,85 miliar ditutup lewat pembiayaan dari SiLPA 2025 dan pembiayaan netto yang melonjak 45,80 persen. Di sini terlihat pilihan politik anggaran: pemerintah berani mengakomodasi peningkatan belanja pembangunan Makassar meski ruang pendapatan menyempit, asalkan diarahkan pada proyek strategis yang dianggap prioritas.
Proyek Strategis Makassar dan Logika Tender Dini
Akselerasi tender dini bukan berdiri sendiri; ia ditopang oleh perencanaan matang proyek strategis Makassar yang disiapkan untuk mulai digarap awal 2027. Munafri menyebut sejumlah proyek strategis, termasuk yang berstatus multiyears, telah dipetakan dalam skema ini. Pemerintah kota menyiapkan tender dini untuk proyek yang perencanaannya sudah siap, agar pelaksanaan pekerjaan tidak lagi menunggu triwulan pertama anggaran berjalan. "Dengan tender dini, pekerjaan yang telah siap secara perencanaan diharapkan dapat dimulai lebih awal pada Januari 2027," kata Munafri. Logikanya jelas: semakin cepat kontrak diteken, semakin panjang waktu fisik pengerjaan dan semakin kecil risiko serapan anggaran rendah. Namun pilihan memajukan tender ke Januari menuntut disiplin dokumen perencanaan, detail desain, dan kajian lingkungan yang selesai sebelum akhir tahun. Tanpa itu, tender dini mudah berubah menjadi formalitas lelang yang tidak mempercepat kualitas pembangunan Makassar.
Kolaborasi Eksekutif-Legislatif: Antara Komitmen dan Risiko
Munafri berkali-kali menekankan pentingnya pengawasan bersama antara eksekutif dan legislatif dalam penggunaan APBD Kota Makassar. Dalam konteks tender infrastruktur 2027 yang dipercepat, pernyataan ini bukan basa-basi; tender dini cenderung memperbesar risiko jika kontrol politik dan administratif longgar. Di satu sisi, kolaborasi DPRD dibutuhkan agar arah anggaran yang berpihak pada proyek strategis tidak dibajak oleh kepentingan jangka pendek. Di sisi lain, percepatan bisa mengurangi waktu diskusi substantif atas proyek yang layak disebut prioritas. Munafri berharap struktur anggaran hasil perubahan APBD mampu menjawab tantangan pembangunan Makassar sekaligus memperkuat program prioritas. Itu target yang masuk akal, tapi bergantung pada kesediaan DPRD menempatkan fungsi pengawasan melampaui sekadar formalitas rapat paripurna. Tanpa komitmen politik yang kuat dari kedua belah pihak, tender dini berpotensi cepat di atas kertas, lambat dalam kualitas.
Jalan Panjang Menuju Kota Lebih Maju dan Berdaya Saing
Pada akhirnya, percepatan tender proyek strategis mulai Januari adalah bagian dari narasi besar pembangunan Makassar yang ingin digerakkan Munafri: kota lebih maju, inklusif, dan berdaya saing. Rancangan Perubahan APBD 2026 diakui sebagai penyesuaian terhadap kondisi fiskal, tapi juga diarahkan menjawab persoalan pembangunan secara bertahap. Strategi akselerasi tender dini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk tidak menunggu situasi ideal sebelum bergerak; mereka memilih memaksa ritme baru birokrasi. Setelah proses penganggaran selesai, proyek yang siap akan langsung didorong sejak awal 2027. "Jadi, setelah selesai anggarannya, langsung digenjot lagi di bulan Januari 2027," tegas Munafri. Sikap ini patut diapresiasi sebagai keberanian mengubah pola lama. Namun ukuran keberhasilan bukan di jumlah proyek yang dilelang, melainkan pada seberapa konkret dampak pembangunan dirasakan warga di jalan, ruang publik, dan layanan dasar. Tanpa itu, akselerasi tinggal jadi retorika, bukan transformasi.






