Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Tribun hingga Final, Keluarga Menguatkan Perjalanan Basket Anak

Dari Tribun hingga Final, Keluarga Menguatkan Perjalanan Basket Anak
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Dukungan yang Membuat Anak Terus Melangkah

Dukungan orang tua dalam basket adalah keterlibatan yang membantu anak berlatih, bertanding, dan bertumbuh tanpa menggantungkan penghargaan pada kemenangan atau jumlah poin. Kisah Taufik Suharnanda dan Coach Michael Pangkey menunjukkan bahwa dukungan itu bisa hadir dalam bentuk berbeda: satu ayah bersorak dari tribun sekaligus membuka kesempatan bertanding, sementara seorang pelatih mendampingi putrinya di lapangan setelah bertahun-tahun membina tim. Keduanya memperlihatkan bahwa ketika anak bermain basket, keluarga dapat menjadi sumber dorongan sekaligus bagian dari lingkungan yang membuat minat itu berkembang. Bentuk dukungan yang paling berarti bukan selalu berupa sorotan atau hasil besar, melainkan kesediaan untuk hadir dan membantu anak menjalani proses. Dari pertandingan sekolah hingga babak final, perhatian keluarga membuat perjalanan olahraga anak terasa lebih luas daripada sekadar skor.

Taufik Hadir di Tribun, Lalu Membuka Ruang Bertanding

Pada Rabu, 21 Oktober 2026, Taufik tak henti memberi semangat dari bangku penonton saat SMPN 99 Jakarta, atau Double Nine, menghadapi SMPN 85 Jakarta di Junior DBL Jakarta. Double Nine kalah 46-25, tetapi hasil itu tidak mengubah sikapnya: ia tetap bangga dan ingin mendukung perjalanan basket Caesario Savio Vinanda. Sikap tersebut patut dicatat, sebab dukungan orang tua mudah terlihat saat tim menang, tetapi lebih bermakna ketika kekalahan tidak dijadikan alasan untuk menarik dukungan. Taufik sendiri mengenal basket sejak SMP dan mendorong putranya berlatih sejak sekolah dasar. Ia juga menyarankan Caesario menambah jam latihan melalui klub, mengakui bahwa perkembangan membutuhkan proses dan lingkungan latihan yang tepat.

Perhatiannya tidak berhenti di tribun. Karena kompetisi basket anak tingkat SD masih jarang, Taufik berinisiatif membuat lomba di lingkungan sekolah Caesario dan mengundang tim dari sekolah lain. Tujuannya memberi anak kesempatan merasakan suasana kejuaraan, meski skala acara dan hadiahnya sederhana. Inisiatif ini menunjukkan bahwa orang tua tidak harus menunggu tersedianya panggung yang sempurna: mereka dapat ikut menciptakan ruang bermain dan belajar. Bagi peserta, kompetisi semacam itu menawarkan pengalaman menghadapi lawan, membangun sportivitas, dan belajar dari hasil pertandingan. Taufik berharap Caesario terus berkembang dan dapat kembali bermain di Junior DBL pada tahun berikutnya dengan persiapan lebih matang.

Dari Tribun hingga Final, Keluarga Menguatkan Perjalanan Basket Anak

Michael Pangkey, Ayah sekaligus Pelatih

Di Manado, keterlibatan keluarga mengambil bentuk yang lebih dekat dengan keseharian tim. Michael Pangkey telah membina basket putri Manado Independent School sejak 2009, hampir 17 tahun, dan mendampingi anak-anaknya melintasi generasi kompetisi. Pada DBL North Sulawesi 2011, ia mendampingi anak pertamanya; kini ia berada di pinggir lapangan bersama putri bungsunya, Wyome Kiona Rey Pangkey, pada tahun terakhirnya sebagai student-athlete. MIS melaju ke final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 North Sulawesi setelah mengalahkan SMA Rexmundi Manado dengan skor 115-0. Tim itu mencapai final untuk ketiga kalinya secara beruntun di bawah asuhan Michael, setelah menjuarai dua musim sebelumnya.

Namun, menjadi ayah sekaligus pelatih bukanlah peran yang bisa dicampuradukkan begitu saja. Michael harus menjaga disiplin dan keadilan bagi seluruh pemain, termasuk ketika Kiona berlatih atau menghadapi aturan tim yang tegas. Pengalaman ini mengingatkan bahwa basket bersama keluarga tak selalu berarti memudahkan anak sendiri; terkadang dukungan justru berupa standar yang konsisten dan ruang untuk menjadi mandiri. MIS dijadwalkan menghadapi laga final pada Kamis, 22 Oktober 2026, di GOR Politeknik Negeri Manado, dengan peluang memburu gelar ketiga berturut-turut. Perjalanan panjang mereka memperlihatkan bagaimana kebersamaan keluarga dapat tumbuh di dalam komitmen pada sebuah tim.

Dari Tribun hingga Final, Keluarga Menguatkan Perjalanan Basket Anak

Keluarga Membantu Minat Menjadi Perjalanan

Kisah Taufik dan Michael menolak anggapan bahwa dukungan hanya berarti membayar kebutuhan latihan atau hadir ketika anak menang. Taufik memberi semangat setelah kekalahan, mendorong latihan lanjutan, dan menciptakan kompetisi basket anak di sekolah. Michael membawa pengalaman sebagai pelatih ke dalam perjalanan putrinya, sembari menjaga batas antara peran orang tua dan tuntutan tim. Bentuk keterlibatan mereka berbeda, tetapi keduanya bertolak dari hal yang sama: memberi anak ruang untuk berkembang tanpa menjadikan hasil pertandingan sebagai satu-satunya ukuran. Itulah pelajaran penting bagi keluarga lain. Anak mungkin akan menang, kalah, mencetak poin, atau belum mendapat kesempatan bermain banyak; kehadiran orang tua dapat membantu mereka tetap belajar dari semuanya. Pada akhirnya, dukungan yang konsisten—di tribun, tempat latihan, maupun lapangan—membuat minat basket memiliki kesempatan untuk bertahan dan tumbuh.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!