Cuaca buruk meningkatkan risiko listrik
Bahaya listrik saat hujan adalah risiko sengatan atau kebakaran akibat instalasi dan jaringan listrik yang terganggu oleh air, genangan, pohon tumbang, atau benda yang terbawa angin. Risiko ini tidak boleh dianggap sepele: kondisi basah dapat membuat gangguan jaringan lebih berbahaya bagi warga di sekitarnya. PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan disertai angin kencang, baik di rumah maupun di lingkungan sekitar. General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, menekankan agar warga tidak menyentuh peralatan listrik ketika tangan atau lantai basah. Jika air masuk ke rumah dan berpotensi mencapai instalasi, aliran listrik dapat dimatikan melalui MCB hanya jika situasinya aman. Jangan memaksakan langkah itu bila harus melewati genangan atau mendekati bagian yang berbahaya.
Kewaspadaan juga berarti menjauh dari pohon tinggi dan tiang listrik saat angin kencang. Jangan memangkas pohon dekat jaringan tanpa berkoordinasi dengan petugas. Periksa pula kabel dan sambungan di rumah: kabel terkelupas, sambungan terbuka, serta colokan yang dipakai bertumpuk dapat menambah risiko, terlebih saat lingkungan lembap. Perlindungan terbaik bukan mencoba memperbaiki kerusakan sendiri, melainkan mencegah paparan dan meminta petugas menangani jaringan.
Tiang roboh bukan tontonan yang aman
Bahaya itu terlihat dalam insiden di depan Pasar Ceger, Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada Minggu malam (1/11/2026). Rekaman CCTV warga memperlihatkan tiang listrik mendadak roboh, menghantam rumah, lalu memunculkan percikan listrik di sekitar lokasi. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, tetapi ketiadaan korban tidak membuat lokasi tersebut aman. Penyebab tiang roboh belum diketahui; karena itu, jangan berspekulasi atau menganggap jaringan sudah tidak bertegangan hanya karena aliran tampak terputus.
Tiang listrik roboh dan kabel yang menjuntai harus diperlakukan sebagai ancaman aktif. Jaga jarak, jangan mendekat untuk merekam, menyentuh, atau memindahkan kabel, dan jauhkan orang lain dari area tersebut tanpa memasuki zona bahaya. Kabel listrik berbahaya juga ketika menyentuh genangan, pohon, pagar, atap logam, atau benda konduktif lain; jangan menyentuh benda-benda itu. Hindari pula berteduh di dekat tiang atau jaringan yang rusak. Langkah gegabah dapat memperluas bahaya kepada penolong maupun warga yang melintas.
Cara melapor dan menjaga keselamatan
Jika melihat kabel putus, tiang miring, jaringan tertimpa pohon, atau instalasi yang terendam, jangan mencoba menanganinya sendiri. Menjauh ke tempat aman dan beri tahu orang di sekitar agar tidak mendekati area tersebut. Setelah itu, laporkan kondisi kepada PLN melalui kanal resmi, termasuk aplikasi PLN Mobile, atau kepada unit setempat supaya petugas dapat menindaklanjuti. Jika terjadi tiang atau kabel roboh, segera hubungi petugas terkait dan sampaikan lokasi serta bahaya yang terlihat dari jarak aman. Jangan memasuki lokasi demi mencari informasi tambahan.
Untuk keselamatan musim hujan di rumah, pastikan sambungan listrik terlindung dari air dan periksa instalasi secara berkala, terutama bila rumah kerap tergenang. Bila air mulai masuk, putuskan listrik hanya jika MCB dapat dijangkau tanpa risiko. Jaga agar pohon berjarak aman dari jaringan; PLN menyarankan jarak minimal tiga meter dan meminta warga tidak memangkas pohon dekat kabel tanpa koordinasi dengan petugas. Cuaca memang tak dapat dikendalikan, tetapi paparan terhadap listrik bisa dikurangi dengan menjaga jarak, tidak melakukan perbaikan sendiri, dan melapor segera. Sikap itu lebih penting daripada rasa ingin tahu.






