Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pasar Baru Bandung Menuju Destinasi Kuliner Kelas Dunia

Pasar Baru Bandung Menuju Destinasi Kuliner Kelas Dunia
Minat|Makanan Kaki Lima

Pasar Baru Bandung Kuliner: Dari Pasar Tradisional ke Koridor Wisata Global

Pasar Baru Bandung kuliner adalah gagasan menjadikan kawasan Pasar Baru dan sekitarnya sebagai koridor wisata makan dan belanja yang terhubung dengan Pecinan Lama, ditopang investasi swasta, penataan ruang, perbaikan infrastruktur, dan layanan transportasi agar menarik wisatawan lokal maupun mancanegara sebagai destinasi kuliner kelas dunia. Transformasi ini bukan sekadar proyek estetika, melainkan reposisi identitas kota: dari sekadar pusat perdagangan tekstil menjadi etalase cita rasa dan kreativitas. Pemerintah Kota Bandung mulai mematangkan konsep pengembangan ini dan sudah memasukkannya ke agenda resmi, sambil menunggu kesiapan pelaku usaha dan investor. Artinya, masa depan Pasar Baru tidak lagi ditentukan hanya oleh dinamika pedagang harian, tetapi oleh kemampuan kota mengelola ruang, regulasi, dan ekosistem kuliner secara lebih ambisius.

Pasar Baru Bandung Menuju Destinasi Kuliner Kelas Dunia

Strategi Penataan Kawasan Kuliner: Investasi Swasta, Penertiban Milik Publik

Kunci dari rencana menjadikan Pasar Baru destinasi kuliner kelas dunia adalah penataan kawasan kuliner yang jelas pembagian perannya. Pemerintah Kota menegaskan tidak akan menjadi investor; seluruh skema investasi dirancang sebagai kerja sama antarswasta, sementara pemerintah fokus pada penataan dan penertiban. Ini keputusan politis: ruang publik tetap diatur negara, tetapi risiko finansial dan kreativitas diserahkan pada sektor swasta. Penataan bukan hanya menyasar pelaku usaha, tetapi juga kualitas lingkungan dan kemudahan akses pengunjung, agar kawasan lebih nyaman dan tertib sekaligus mendukung geliat ekonomi. Pembenahan ruas jalan kecil seperti ABC, Suniaraja, Alkateri, hingga area belakang Pasar Dulatip yang disepakati dengan pemerintah provinsi menunjukkan bahwa konsep kuliner tidak bisa dipisahkan dari desain kota. Jika penertiban hanya dimaknai sebagai pengusiran PKL tanpa solusi, proyek ini akan kehilangan ruh keadilan sosial.

Pasar Baru Bandung Menuju Destinasi Kuliner Kelas Dunia

Peran AKAR: Menjembatani Restoran Modern dan Pedagang Kaki Lima

Masuknya Asosiasi Kuliner, Kafe dan Restoran (AKAR) ke periode kepengurusan 2026–2031 memperlihatkan bahwa rencana besar Pasar Baru tidak berdiri sendiri. Ketua AKAR, Arif Maulana, menegaskan fokus mereka kini adalah memperkuat sinergi antarpelaku usaha kuliner, pemerintah, dan sektor pariwisata di Jawa Barat. AKAR yang beranggotakan sekitar 600 pelaku usaha di Kota Bandung dan ribuan anggota di provinsi menjadi mesin koordinasi yang relevan. Salah satu konsep konkret adalah integrasi promosi kuliner dengan destinasi wisata melalui diskon, paket kunjungan, hingga peta kuliner AKAR di kota. Pernyataan Arif bahwa banyak restoran lahir dari pedagang kaki lima menunjukkan posisi penting pedagang tradisional dalam ekosistem ini. Jika AKAR sungguh merangkul dan membina mereka, penataan Pasar Baru berpotensi menjadi cerita mobilitas ekonomi, bukan gentrifikasi yang menyingkirkan wajah lama kota.

Infrastruktur, Shuttle, dan Aksesibilitas: Kuliner Sebagai Gerbang Kota

Pengembangan Pasar Baru sebagai destinasi kuliner kelas dunia tidak akan berarti tanpa akses yang mulus. Pemerintah menyadari pembenahan infrastruktur adalah bagian penting dari pengembangan kawasan kuliner dan wisata. Kesepakatan untuk merapikan seluruh jalan kecil seperti ABC, Suniaraja, dan Alkateri pada 2027 adalah langkah yang secara terang memprioritaskan pejalan kaki dan kenyamanan pengunjung. Lebih jauh, gagasan layanan shuttle yang menghubungkan Bandara Internasional Husein Sastranegara dengan Pasar Baru dan titik lain seperti Dago menunjukkan bahwa kuliner diposisikan sebagai pintu masuk pengalaman kota. Saat ini layanan tersebut belum berjalan, tetapi usulan dari perusahaan angkutan swasta sudah masuk. Jika prinsip "datang bersih, pulang bersih" pada konsep kuliner malam benar diterapkan, Bandung bisa memberi contoh bagaimana penataan kawasan kuliner tidak mengorbankan kebersihan dan ketertiban demi hiruk-pikuk wisata.

Kesimpulan: Menjaga Ruh Pedagang Tradisional di Tengah Ambisi Global

Di balik skema investasi swasta dan program sinergi yang tampak modern, tantangan utama Pasar Baru adalah memastikan pedagang tradisional tetap menjadi tuan rumah di ruang yang sedang dinaikkan derajatnya menjadi destinasi kuliner kelas dunia. Efisiensi anggaran dan tekanan pada sektor restoran dan hotel—antara lain karena berkurangnya kegiatan rapat di luar kantor—menjadi latar mengapa kota mendorong koridor kuliner sebagai mesin ekonomi baru. Namun, kebijakan yang hanya mementingkan restoran formal akan menciptakan jurang dengan pedagang lama yang selama ini memberi identitas pada kawasan. AKAR yang siap menjadi mitra pemerintah dalam mengembangkan kuliner dan membuka lapangan pekerjaan memiliki peluang besar untuk mengawal agar penataan kawasan kuliner tetap inklusif. Jika Pasar Baru berhasil memadukan koridor wisata rapi dengan warisan pedagang tradisional, Bandung tidak hanya mendapat turis, tetapi juga sejarah yang terus hidup di piring-piringnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!