Kompetisi teknologi yang menguji lebih dari kemampuan teknis
Codero National Competition adalah kompetisi pemrograman dan robotika yang memberi anak kesempatan mengembangkan pengetahuan teknologi, kreativitas, dan daya saing melalui tantangan sesuai usia mereka. Ajang ini berlangsung di Tangerang, Banten, pada 24–25 Oktober 2026, dengan sekitar 450 peserta berusia 4–17 tahun[Kemenpora mendorong penguatan karakter, literasi digital, dan daya saing generasi muda melalui ajang Codero National Competition (CNC) 2026 yang diikuti sekitar 450 peserta berusia 4–17 tahun di Tangerang, Banten, pada 24–25 Oktober 2026.]. Kemenpora mendukung kompetisi ini bukan semata sebagai panggung unjuk keterampilan, tetapi juga sebagai ruang untuk menanamkan karakter di tengah perkembangan teknologi. Arah itu penting: generasi digital Indonesia membutuhkan kecakapan memakai teknologi sekaligus pertimbangan tentang bagaimana kecakapan tersebut digunakan. Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora Hendro Wicaksono menegaskan, “Karakter sangat mendukung seorang anak untuk tumbuh menjadi inovator unggul”.

Coding dan robotik memberi ruang untuk belajar dengan praktik
Nilai kompetisi coding robotik ini terletak pada kesempatan anak untuk mencoba, merancang, dan memecahkan masalah, bukan hanya mempelajari teknologi sebagai teori. CNC 2026 menggelar 11 kategori, termasuk pemrograman, robotika, mewarnai, dan simulasi modul elektronik berbasis Arduino. Dalam robotika, peserta menghadapi tantangan robot serta lomba merakit perangkat dalam batas waktu tertentu. Kategori pemrograman dan robotika menjadi yang paling diminati. Format seperti ini dapat membuat keterampilan teknologi muda terasa nyata: peserta perlu menerapkan pengetahuan dalam tugas, menguji hasil, dan belajar dari proses. Kompetisi tersebut diikuti siswa dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Sekitar 1.000 pengunjung dan pendamping turut hadir, sementara peserta datang dari berbagai daerah, termasuk Banjarmasin, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan kawasan Jabodetabek.
Karakter sosial harus tumbuh bersama kecakapan digital
Pesan Kemenpora tentang karakter bukan catatan tambahan; itulah ukuran penting keberhasilan pendidikan teknologi. Hendro mengingatkan bahwa keterampilan digital perlu sejalan dengan kepedulian sosial, komunikasi, dan kemampuan bergaul. Orang tua, karena itu, perlu membantu anak menyeimbangkan aktivitas digital dengan belajar dan interaksi bersama keluarga maupun teman. Peringatan ini relevan karena kompetisi saja tidak otomatis membentuk pribadi yang matang. Namun, ajang seperti Codero dapat menjadi tempat berlatih menghadapi tantangan, menunjukkan kreativitas, dan bertemu peserta dari berbagai daerah. Talenta muda juga tidak hanya muncul di kota besar: Fitria Khasanah, siswi SMP dari Lampung, pernah mengikuti kompetisi nasional di bidang keamanan siber dengan karya timnya. Contoh itu memperkuat alasan untuk membuka lebih banyak ruang belajar dan berkompetisi. Codero 2026 akan paling bermakna bila keterampilan teknologi yang diasah berjalan berdampingan dengan karakter dan kepedulian kepada sesama.






