Putusan awal: menarik, tetapi bukan untuk semua orang
itel A300+ adalah ponsel entry-level dengan layar utama 6,78 inci, layar belakang 2,01 inci, dan baterai 7.000 mAh yang menonjolkan keunikan serta daya tahan di kelas harga terjangkau. Putusan saya: ponsel ini layak dipertimbangkan jika Anda mengutamakan baterai awet dan desain berbeda, bukan layar tajam atau performa gim berat. Harga yang dilaporkan untuk pembelian adalah Rp2.199.000, sementara harga normal saat peluncuran disebut Rp2.499.000; jadi pastikan membandingkan harga yang berlaku sebelum membeli. Sebagai ponsel dual layar murah, daya tariknya nyata, tetapi layar mini lebih berguna untuk fungsi tertentu daripada menjadi pengganti layar utama. Dalam kisaran harga tersebut, kombinasi layar belakang, NFC, dan kapasitas baterai besar memberi alasan kuat untuk meliriknya. Namun, jangan menganggap fitur unik otomatis menjadikannya pilihan terbaik untuk semua kebutuhan.

Layar belakang unik, dengan fungsi yang cukup praktis
Layar sekunder 2,01 inci di samping kamera menjadi pembeda paling jelas dari ponsel entry-level biasa. Layar ini dapat menampilkan jam dan notifikasi, serta sampul album dan tombol kendali musik, sehingga informasi singkat bisa dilihat tanpa menyalakan panel utama. Fungsi paling berguna adalah sebagai jendela bidik untuk swafoto memakai kamera belakang. Anda dapat melihat komposisi sebelum memotret, sebuah solusi praktis ketika kamera depan 8 MP terasa kurang memadai dibanding kamera utama 13 MP. Ada pilihan tampilan jam yang bisa diubah, tetapi ukuran kecil dan panel IPS membuatnya lebih cocok untuk informasi sekilas daripada membaca pesan panjang. Layar belakang juga belum memiliki lapisan pelindung khusus, sehingga casing atau pelindung tambahan patut dipertimbangkan. Fitur UltraLink diklaim memungkinkan panggilan suara gratis antarponsel melalui Bluetooth hingga jarak 1,5 km tanpa sinyal seluler.

Baterai besar, pengisian lambat, performa untuk penggunaan harian
Kapasitas baterai 7.000 mAh memberi ruang lega untuk berkirim pesan, membuka media sosial, dan menonton video sepanjang hari, meski daya tahan aktual tetap bergantung pada pola pemakaian. Pengisian 22,5 W tergolong lambat untuk kapasitas sebesar ini, terlebih adaptor yang disertakan hanya 18 W. Ponsel juga mendukung bypass charging, pengelolaan pengisian berbasis AI, dan reverse charging. Helio G81, RAM 6 GB, dan penyimpanan 128 GB cukup untuk aplikasi harian, tetapi bukan paket untuk gim berat pada grafis tinggi; RAM virtual hingga 12 GB memakai ruang penyimpanan, bukan menambah RAM fisik. Layar 120 Hz membantu guliran terasa mulus, tetapi resolusi HD+ dan panel IPS tidak setajam layar beresolusi lebih tinggi atau AMOLED.
| Spesifikasi | itel A300+ |
|---|---|
| Layar utama | 6,78 inci, IPS LCD, HD+ 720 × 1576 piksel, 120 Hz, kecerahan klaim 700 nit |
| Layar belakang | 2,01 inci, IPS |
| Chipset dan grafis | MediaTek Helio G81, CPU octa-core, Mali-G52 MC2[SRC |







