Putusan setelah lima hari
iPhone Duo adalah ponsel lipat bergaya buku yang memadukan layar luar untuk tugas cepat dan layar dalam yang lebih luas untuk membaca, menonton, serta menjalankan dua aplikasi. Setelah lima hari pemakaian, kesimpulannya: perangkat ini menarik bagi orang yang memang menginginkan layar besar dalam format iPhone, tetapi belum menjadi pilihan aman bagi semua orang di kelas harganya. Layar 7,6 inci membuat konten terasa lebih lapang, sedangkan layar luar 5,4 inci cukup untuk notifikasi dan aplikasi singkat. Dalam review iPhone Duo, manfaat format lipat paling terasa saat membaca, menggulir media sosial, dan menonton. Namun, bobot, dukungan aplikasi yang belum merata, serta ketidakpastian ketahanan jangka panjang membuat pengalaman harian belum sepenuhnya mulus. Perangkat ini mendapat nilai 4 dari 5 dalam sebuah ulasan, dengan engsel, kualitas layar, dan integrasi perangkat lunak sebagai keunggulan utama.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Layar | Layar luar 5,4 inci; layar dalam 7,6 inci, Super Retina XDR dengan ProMotion adaptif 120 Hz dan kecerahan puncak 3.000 nit |
| Kamera belakang | Kamera utama 48 MP Fusion dengan stabilisasi optik pergeseran sensor dan kamera 48 MP Fusion Ultra Wide |
| Harga yang disebut sumber | 256 GB Rp45 jutaan; 512 GB Rp51 jutaan; 1 TB Rp61 jutaan; 2 TB Rp72 jutaan |
Layar dalam memakai lapisan Nano Texture untuk mengurangi pantulan dan menyamarkan lipatan di tengah; bekasnya masih mungkin terlihat dari sudut tertentu. Engsel dapat menahan perangkat di berbagai sudut dan terasa kokoh dalam penggunaan, sementara bodi titanium Grade 5 dirancang tipis saat dibuka. Hands-on lain juga menemukan Netflix sudah menyesuaikan tampilan ketika ponsel dibuka setengah. Meski begitu, bobot saat dibawa dan digunakan tetap menjadi kompromi ergonomi, dan kaca belakang berwarna dinilai mudah tergores.

Baterai dan layar dalam pemakaian sehari-hari
Untuk baterai iPhone Duo, data pemakaian yang tersedia memberi konteks, bukan jaminan bahwa setiap pengguna akan mendapat hasil sama. Dalam pengujian seorang pengulas, daya tahan dinilai setidaknya sebanding dengan iPhone 17 Pro Max; perusahaan memperkirakan penggunaan campuran dapat mencapai sekitar 39 jam di antara pengisian daya. Klaim pemutaran video mencapai 44 jam melalui layar luar atau 31 jam melalui layar utama. Perbedaan angka itu mengingatkan bahwa layar yang lebih besar dan cara pemakaian ikut menentukan hasil. Setelah lima hari, layar dalam menjadi alasan kuat untuk membuka perangkat lebih sering: membaca dan menonton terasa lebih nyaman, tetapi format lipat tidak menghapus kebutuhan mengisi daya.
Untuk multitasking, tampilan terpisah menjalankan dua aplikasi berdampingan, dan pasangan aplikasi dapat disimpan agar mudah dibuka kembali. Fitur ini lebih berguna untuk pekerjaan ringan—misalnya berpindah antara pesan dan konten—daripada sekadar memenuhi layar. Pengujian singkat juga melaporkan sejumlah gim berjalan lancar. Namun, tata letak layar utama dalam orientasi potret belum selalu rapi, dan kualitas pengalaman bergantung pada apakah aplikasi sudah menyesuaikan diri dengan ukuran serta orientasi layar.

Aplikasi, Touch ID, dan risiko biaya servis
Pada hari-hari pemakaian, aplikasi yang belum dioptimalkan menjadi gangguan paling nyata. Instagram dan beberapa layanan Meta mulai menyesuaikan kontrol serta komentar dengan posisi layar, tetapi sejumlah aplikasi Google masih menampilkan area hitam di layar luar maupun dalam. Karena itu, layar lipat Apple belum selalu memberi ruang tambahan yang benar-benar berguna; hasilnya berbeda dari satu aplikasi ke aplikasi lain.
Touch ID di tombol samping juga meminta penyesuaian. Sidik jari lebih sulit terbaca saat tangan basah, dan kebiasaan menunggu Face ID masih muncul ketika hendak membuka ponsel. Ini bukan masalah besar bagi semua orang, tetapi terasa berulang karena membuka kunci adalah tindakan yang sering dilakukan.
Biaya servis layar layak menjadi pertimbangan sebelum membeli, sebab layar lipat dan engsel membuat kerusakan berpotensi mengganggu fungsi utama perangkat. Namun, sumber yang tersedia tidak menyebut nominal biaya perbaikan, jadi angka tertentu tidak bisa dijadikan dasar perbandingan. Ada laporan enam kasus layar rusak dari 20 gerai yang dihubungi seorang pengulas hingga 30 Oktober; angka itu hanya berasal dari gerai yang disurvei, bukan tingkat kerusakan seluruh pengguna. Perlakukan informasi tersebut sebagai konteks terbatas, bukan bukti bahwa risikonya rendah. iPhone Duo tersedia melalui sejumlah penjual resmi yang ditunjuk, dengan harga mulai Rp45 jutaan untuk 256 GB.

Buy if / Skip if
- Buy the iPhone Duo if Anda sering membaca, menonton, atau mengerjakan dua hal sekaligus dan akan benar-benar memakai layar 7,6 inci.
- Skip the iPhone Duo if Anda mengutamakan ponsel ringan, aplikasi yang sudah seragam tampilannya, dan pengalaman membuka kunci tanpa adaptasi.
- Buy the iPhone Duo if Anda menerima harga mulai Rp45 jutaan dan siap mempertimbangkan perlindungan serta potensi biaya servis tanpa kepastian nominal perbaikan.
- Skip the iPhone Duo if Anda membutuhkan kepastian kuat tentang ketahanan layar lipat untuk pemakaian bertahun-tahun atau tidak ingin mengambil risiko perbaikan yang belum jelas.






