Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dua Event Fashion Jadikan Runway Ruang Ekspresi Generasi Muda

Dua Event Fashion Jadikan Runway Ruang Ekspresi Generasi Muda
Minat|Rilis Tren

Runway sebagai Bahasa Baru Ekspresi Diri Generasi Muda

Runway pada koleksi musiman fashion terbaru bukan sekadar ajang pamer busana, melainkan ruang emosional dan sosial di mana ekspresi diri generasi muda dibentuk, dinegosiasikan, dan dirayakan lewat pilihan warna, siluet, serta narasi kreatif yang sengaja dirancang untuk memantik keberanian tampil sesuai kepribadian. Di titik ini, fashion show Jakarta berubah dari tontonan menjadi percakapan lintas budaya gaya dan nilai yang hidup di benak anak muda. Pandangan bahwa fashion cuma soal tren permukaan terasa ketinggalan zaman. CELESTIAL Season 2 dari The Story Of dan The Seamless Vol. 2 dengan tema “The 23rd Hour” memperlihatkan bagaimana tren seasonal collections sekarang ditenun bersama isu identitas, komunitas, sampai kepedulian sosial. Runway menjadi refleksi kegelisahan dan harapan generasi yang tumbuh di tengah arus informasi, sekaligus medium untuk menguji batas estetika dan keberanian personal.

CELESTIAL Season 2: Fantasi Musim Panas untuk Pencinta Siluet Feminin

Peluncuran CELESTIAL Season 2 menegaskan posisi The Story Of sebagai label yang serius menggarap koleksi musiman fashion dengan narasi utuh. Masih eksklusif tersedia di METRO Plaza Senayan, rilisan kedua ini menghadirkan 12 looks terbaru sebagai bagian akhir dari total 24 looks dalam satu rangkaian CELESTIAL yang terinspirasi fantasi musim panas. Sejak awal, koleksi ini memang dirancang sebagai satu cerita penuh yang sengaja dipecah agar setiap perilisan memberi pengalaman baru bagi pelanggan. Eksplorasi visual cat air dan watercolor melahirkan Aquarelle Floral Print serta Illusion Print yang menghadirkan bunga-bunga lembut dengan efek seolah bergerak di antara kenangan, realitas, dan imajinasi. Motif floral yang dreamy ini memberi kesan romantis yang tidak berlebihan, dipadukan dengan karakter desain elegan yang memanjakan pencinta siluet feminin bernuansa modern. Tema “A Glimpse of a Moment, a Love and a Dream” mengikat koleksi ini seperti potongan summer romance: ada kenangan, perasaan, dan imajinasi yang diolah menjadi pakaian dengan warna lembut dan motif whimsical.

The 23rd Hour: Saat Kota Tenang, Anak Muda Bicara Lewat Gaya

Jika CELESTIAL Season 2 bermain di wilayah romantis dan dreamy, The Seamless Vol. 2 memilih sudut pandang yang lebih eksperimental dan urban. Memasuki penyelenggaraan kedua, peragaan busana ini digelar di Ciputra Artpreneur Gallery 1 dan 2, Jakarta, pada Sabtu (22/8/2026). Dengan tema “The 23rd Hour”, The Seamless menggambarkan momen ketika malam belum berakhir meski jam telah menunjukkan pukul 23.00; suasana kota setelah gelap ketika aktivitas mereda dan seseorang punya ruang menjadi diri sendiri tanpa mengikuti ekspektasi orang lain. Runway tahun ini mengajak komunitas kreatif muda Jakarta merayakan kreativitas, ekspresi diri, dan kebebasan menjadi diri sendiri. Para desainer mengeksplorasi masa transisi tersebut melalui koleksi dengan karakter dan selera fesyen yang beragam, masing-masing menghadirkan interpretasi pengalaman berada di antara dua sisi: terang-gelap, publik-privat, bising-tenang. Pendekatan ini menjadikan fashion show Jakarta bukan hanya ajang menampilkan desain, tetapi ritual kolektif di mana anak muda menguji batas identitas lewat pakaian yang mereka pilih untuk dipresentasikan di jam simbolis itu.

Dua Event Fashion Jadikan Runway Ruang Ekspresi Generasi Muda

Fashion sebagai Kebebasan, Bukan Sekadar Tren Musiman

Meski hadir dengan mood yang berbeda, CELESTIAL Season 2 dan The Seamless Vol. 2 punya titik temu penting: keduanya menempatkan fashion sebagai medium kebebasan berekspresi dan kreativitas generasi muda. CELESTIAL memberi lebih banyak pilihan bagi pencinta fashion yang senang bermain dengan print dan siluet feminin untuk menemukan look yang paling sesuai dengan gaya personal. Sementara itu, The Seamless secara eksplisit mengajak komunitas kreatif muda Jakarta merayakan kreativitas, ekspresi diri, dan kebebasan menjadi diri sendiri melalui runway yang inklusif. Tren seasonal collections kini tidak berhenti pada penjadwalan drop, tetapi berkembang menjadi strategi melibatkan komunitas lokal dan youth culture. The Seamless didirikan sebagai wadah bagi desainer muda, seniman, fashion enthusiast, dan berbagai kreator untuk mengembangkan ide melalui karya. Kegiatannya melibatkan pelajar SMA dan mahasiswa yang tertarik pada fesyen, kreativitas, dan gerakan yang digerakkan anak muda. Di sisi lain, kehadiran pop-up store The Story Of yang kerja samanya diperpanjang hingga Desember 2026 memberi pengalaman berbelanja yang lebih personal, memungkinkan pelanggan melihat langsung detail material, warna, print, dan siluet koleksi mereka.

Runway, Komunitas, dan Masa Depan Koleksi Musiman

Kedua event ini memberi pelajaran penting: masa depan koleksi musiman fashion bergantung pada sejauh apa brand mau membuka ruang dialog dengan generasi muda. Dengan hadirnya 12 looks terbaru, keseluruhan 24 looks CELESTIAL kini lengkap, memungkinkan pelanggan melihat satu cerita gaya secara utuh dan mengeksplorasi berbagai karakter dalam satu koleksi. Di sisi lain, The Seamless menggabungkan peragaan busana dengan dukungan terhadap #TimUNICEF dan penyaluran donasi bagi komunitas lokal di berbagai wilayah yang menghadapi situasi kritis, sekaligus mendukung program perlindungan hak anak atas pendidikan, air bersih, dan sanitasi. Pendekatan naratif, komunitas, dan kepedulian sosial ini menunjukkan bahwa tren seasonal collections yang relevan tidak lagi sekadar mengikuti kalender fesyen, melainkan menjawab kebutuhan generasi muda untuk didengar, didukung, dan diberi panggung. Runway menjadi tempat pertemuan antara fantasi personal ala CELESTIAL dan pengalaman urban-liminal ala “The 23rd Hour”, menegaskan bahwa kebebasan berekspresi lewat fashion bukan fase sementara, melainkan fondasi identitas yang terus bergerak bersama waktu.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!