Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Perusahaan Tambang dan Komunitas Bergerak Cegah Stunting Lewat Pendampingan Pola Asuh

Perusahaan Tambang dan Komunitas Bergerak Cegah Stunting Lewat Pendampingan Pola Asuh
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Stunting Bukan Takdir, Melainkan Cermin Pola Asuh dan Layanan Dasar

Pencegahan stunting anak adalah rangkaian upaya terencana untuk memastikan kesehatan anak dini, mulai dari pemenuhan gizi, stimulasi, hingga pendampingan pola asuh, yang dilakukan secara terpadu oleh keluarga, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas agar pertumbuhan fisik, mental, dan sosial anak tidak terhambat. Perspektif ini penting karena stunting terlalu lama dipandang sekadar persoalan kurang gizi, padahal akarnya jauh lebih kompleks: pengetahuan pengasuhan yang minim, layanan kesehatan yang jauh dari jangkauan, dan lingkungan sosial yang tidak mendukung. Kolaborasi lintas sektor yang kini tumbuh di wilayah lingkar tambang dan pedesaan adalah sinyal bahwa cegah stunting anak mulai ditempatkan sebagai tanggung jawab bersama, bukan beban keluarga miskin semata. Pendekatan ini layak diapresiasi, tapi juga dikritisi agar tidak berhenti pada seremonial dan kampanye sesaat.

TAMASYA PT TIMAH–BKKBN: CSR yang Menyasar Ruang Terkecil, Keluarga

Di Bangka Barat, PT TIMAH menggandeng BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan P2KBP3A untuk memberikan dukungan pengasuhan anak usia dini melalui program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang digelar di Wisma Sriwijaya PT TIMAH, Mentok, pada Jumat 21 Agustus 2026. Ini bukan sekadar kegiatan CSR yang membagi paket bantuan, melainkan ruang belajar bagi orang tua dan pengasuh tentang pola asuh yang berkualitas, positif, dan ramah anak. Narasumber dokter spesialis anak dan psikolog anak dihadirkan, menandakan keseriusan untuk menggabungkan ilmu medis dan psikologi perkembangan. Pendampingan pola asuh di sini berfokus pada pemahaman tahapan tumbuh kembang dan kebutuhan gizi serta stimulasi, sehingga orang tua bukan hanya diminta "sayang anak", tetapi mengerti cara menyayangi yang mendukung kesehatan anak dini dan cegah stunting anak secara nyata.

Menguatkan Peran Orang Tua: Stunting Dimulai dari Kualitas Pengasuhan

Kepala Dinas P2KBP3A Bangka Barat menegaskan bahwa anak usia dini membutuhkan perhatian luar biasa dari semua pihak, terutama keluarga, dan keberhasilan anak sangat dipengaruhi oleh peran serta didikan orang tuanya. Pernyataan ini penting: cegah stunting anak tidak cukup dengan membangun posyandu jika orang tua masih mempraktikkan pola asuh yang abai, keras, atau minim stimulasi. Program TAMASYA berambisi memperkuat kapasitas orang tua dan pengasuh dalam memahami tahapan tumbuh kembang anak sehingga mereka mampu menerapkan pola asuh yang tepat sejak usia dini sebagai langkah preventif memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak dan mencegah stunting. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, keluarga, dan satuan pendidikan disebutkan sebagai kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan anak. Namun, supaya tidak berhenti sebagai wacana, kolaborasi seperti ini harus diikuti mekanisme monitoring: apakah pengetahuan orang tua benar-benar berubah menjadi praktik sehari-hari di rumah.

Posting Cantika Kotamobagu: Menggeser Fokus ke Hulu, Bukan Menunggu Anak Gagal Tumbuh

Di Kotamobagu Utara, TP-PKK meluncurkan Posyandu Cegah Stunting bagi Calon Pengantin, Remaja, Ibu dan Anak (Posting Cantika) di Kantor Desa Pontodon pada Senin 31 Agustus 2026. Ini adalah koreksi penting terhadap pendekatan lama yang baru bergerak ketika anak lahir dan menunjukkan tanda stunting. Intervensi kini diarahkan sejak remaja, calon pengantin, masa kehamilan hingga anak usia prasekolah. Posyandu difungsikan bukan hanya sebagai tempat mendapat pelayanan kesehatan, tetapi pusat edukasi, pemantauan, dan deteksi dini faktor risiko yang mengganggu kesehatan anak dini dan tumbuh kembang. Dalam peluncuran, penerima manfaat juga mendapatkan susu dan vitamin sebagai bagian intervensi pemenuhan gizi sekaligus penguatan pencegahan dan penanganan stunting di Kotamobagu. Pendekatan ini menunjukkan bahwa cegah stunting anak membutuhkan kombinasi layanan kesehatan, dukungan nutrisi, dan edukasi berkelanjutan, bukan satu paket bantuan sesaat lalu selesai.

Perusahaan Tambang dan Komunitas Bergerak Cegah Stunting Lewat Pendampingan Pola Asuh

Mengapa Pendekatan Multi-Pihak Menjadi Kunci dan Apa yang Harus Dijaga

Rangkaian inisiatif dari TAMASYA hingga Posting Cantika memperlihatkan model multi-stakeholder: perusahaan tambang menyasar pendampingan pola asuh, BKKBN membawa kerangka program keluarga berencana, pemerintah daerah dan TP-PKK mengorganisir posyandu sebagai pusat edukasi, pemantauan kesehatan, dan dukungan nutrisi. Kolaborasi ini diharapkan berlanjut agar peningkatan kualitas pengasuhan, cegah stunting anak, dan penciptaan lingkungan yang aman bagi anak berjalan berkelanjutan, bukan siklus proyek musiman. Namun ada risiko: ketika terlalu bergantung pada figur dan momentum, program dapat berubah menjadi seremoni tanpa kedalaman. Agar efektif, semua pihak di kecamatan hingga desa harus aktif, sinergis, dan mengawal implementasi yang konsisten, sebagaimana ditekankan Ketua TP-PKK Kotamobagu. Kesimpulannya, stunting hanya bisa ditekan jika pola asuh di rumah, layanan kesehatan di komunitas, dan komitmen dunia usaha saling menguatkan, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!