Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Rute Semarang–Solo Padat: Penutupan dan Jalur Alternatif

Rute Semarang–Solo Padat: Penutupan dan Jalur Alternatif
Minat|Asia Tenggara

Dua pembaruan, pola hambatan yang sama

Kepadatan lalu lintas Semarang–Solo adalah gangguan perjalanan akibat penutupan jalan, proyek infrastruktur, dan penyempitan ruas yang membuat pengendara perlu merencanakan rute serta waktu berangkat dengan cermat. Dua pembaruan bertanggal 21 dan 22 Oktober menggambarkan persoalan yang menetap, bukan hambatan yang bisa diabaikan dengan berharap jalan segera lengang. Penutupan Piere Tendean dilaporkan dalam kedua pembaruan: lingkar Taman Signature atau Parikesit menuju Balai Kota dan Tugu Muda ditutup hingga 28 Oktober 2026 untuk proyek drainase. Bagi pengguna Jalan Pemuda, kebiasaan berbelok lewat lingkar taman itu perlu diubah. Fajar, pekerja di kawasan Simpang Lima, mengaku harus memutar lewat Pandanaran dan bisa kehilangan sepuluh menit saat kondisi buruk. Artinya, berangkat lebih awal bukan tindakan berlebihan; itu lebih masuk akal daripada mengandalkan rute lama.

Semarang: pilih jalan memutar sebelum tersendat

Untuk menghindari penutupan Piere Tendean, jalur alternatif Semarang yang disarankan ialah Jalan Pandanaran, lalu menuju Jalan Mgr Soegijapranata atau Jalan Sultan Agung. Rute ini memang lebih jauh, tetapi lebih terencana daripada tiba di lingkar taman dan baru mencari jalan keluar. Pengendara dari barat yang menuju pusat kota juga dapat mempertimbangkan Pamularsih dan Kaligarang untuk menghindari kepadatan sekitar Jalan dr. Kariadi dan Jalan Pemuda. Sementara itu, Jalan Madukoro masih tersendat karena perbaikan rel dengan sistem buka-tutup satu sisi; untuk menuju Bandara Ahmad Yani, Jalan Arteri Utara menjadi pilihan yang dianjurkan. Hambatan tidak berhenti di sana: Kedungmundu, Kaligawe, Majapahit, Siliwangi, dan Simpang Kalibanteng turut menambah risiko perjalanan. Jika tujuan dan arah perjalanan memungkinkan, memilih rute sejak awal lebih bijak daripada mengejar jalan pintas di tengah antrean.

Solo: Jurug C dan ruas proyek perlu diantisipasi

Dalam kedua pembaruan, lalu lintas Jurug menjadi perhatian pada 21 dan 22 Oktober. Jembatan Jurug C disebut sebagai titik padat merayap, terutama pada jam sibuk sore pukul 16.00–17.00 WIB, ketika waktu tempuh melintasi jembatan dapat meningkat dua kali lipat. Itu alasan kuat untuk menghindari jam tersebut bila jadwal perjalanan masih bisa diatur. Kondisi Solo juga berbeda antara dua laporan: pada 21 Oktober, Jalan Ir Juanda di Jebres mengalami penyempitan akibat peningkatan jalan; pada 22 Oktober, Jalan Yos Sudarso sisi barat, dari Simpang Nonongan hingga Simpang Coyudan, dilaporkan ditutup untuk revitalisasi sampai Desember 2026. Pengendara menuju Jalan Slamet Riyadi disarankan lewat Jalan Dr Radjiman atau Simpang Gendengan. Warga yang biasanya melintasi Juanda pun perlu mempertimbangkan rute lain, karena penyempitan dapat memperlambat perjalanan pulang.

Rute Semarang–Solo Padat: Penutupan dan Jalur Alternatif

Bandingkan rute, jangan terpaku pada kebiasaan

Perjalanan Semarang–Solo tidak memiliki satu jalur alternatif yang menyelesaikan semua hambatan. Di Semarang, Pandanaran menuju Mgr Soegijapranata atau Sultan Agung paling relevan untuk menghindari penutupan Piere Tendean, sedangkan Arteri Utara diarahkan bagi pengguna jalan yang terdampak pekerjaan rel di Madukoro. Pamularsih dan Kaligarang lebih sesuai bagi pengendara dari barat yang hendak menuju pusat kota. Di Solo, Dr Radjiman atau Simpang Gendengan menjadi opsi untuk mendekati Slamet Riyadi saat Yos Sudarso terdampak penutupan. Rute-rute ini bukan jaminan bebas macet, tetapi lebih masuk akal daripada mengandalkan jalan yang sedang ditutup atau menyempit. Kepadatan di Slamet Riyadi dan Gatot Subroto juga dapat dipicu parkir di badan jalan, sehingga kondisi lapangan tetap perlu dipantau. Kesimpulannya: cek tujuan, pilih alternatif sesuai titik gangguan, dan sisakan waktu ekstra.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!