Pencegahan harus hadir di lingkungan anak
Program Ananda Bersinar adalah upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini yang mengajak sekolah, keluarga, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat melindungi anak melalui edukasi serta kerja bersama. Di Empat Lawang, Sumatera Selatan, Ketua TP PKK Kabupaten Hepy Safriani Joncik dan BNNK mengoordinasikan perluasan program ini ke sekolah, desa, dan kelurahan. Langkah tersebut tepat karena pencegahan tidak cukup mengandalkan satu kali penyuluhan: anak perlu mendapat bekal di sekolah, sementara keluarga dan warga dapat menguatkan kewaspadaan dalam keseharian. Dengan sasaran yang lebih luas, edukasi bahaya narkoba berpeluang menjadi bagian dari lingkungan yang melindungi, bukan sekadar pesan sesaat. Tantangannya adalah memastikan koordinasi lintas pihak berlanjut menjadi kegiatan yang konsisten dan menjangkau anak maupun keluarga di luar ruang kelas.

Sekolah sebagai tempat belajar dan deteksi dini
Dalam pencegahan narkoba sekolah, peran pendidik tidak berhenti pada penyampaian larangan. Hepy menilai dukungan kepala sekolah dan Dinas Pendidikan penting agar program dapat diterapkan di setiap satuan pendidikan. Sekolah juga dipandang strategis untuk meningkatkan kewaspadaan, melakukan deteksi dini, dan memberikan edukasi kepada anak tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Pendekatan ini penting karena pelajar membutuhkan pengetahuan sekaligus ruang untuk mengenali risiko dan mencari bantuan. BNNK Empat Lawang menyebut programnya menyasar empat lingkungan strategis: pemerintah, pendidikan, swasta, dan masyarakat. Perluasan itu memberi kerangka kerja yang lebih besar daripada kegiatan di kelas, tetapi tidak berarti setiap sektor menjalankan bentuk kegiatan yang sama. Keberhasilannya akan bergantung pada dukungan nyata sekolah dan kesinambungan koordinasi dengan keluarga serta warga.
Edukasi langsung membekali siswa menolak ajakan
Berbeda dari koordinasi lintas lingkungan di Empat Lawang, kegiatan BNN Lampung di SMK 2 Mei Bandar Lampung berfokus pada pesan langsung kepada pelajar. Pada Sabtu, 24 Oktober 2026, perwakilan BNN Lampung Medinawati berbicara dalam kegiatan Lampung Post Otomotif Goes to School bertema Kenali Otomotif, Cerdas Bermedia, Aman Berkendara di hadapan sekitar 300 siswa. Ia mendorong siswa menolak ajakan menggunakan narkoba dan tidak takut dianggap tidak setia kawan. Pesan siswa menolak narkoba itu disertai anjuran mengisi waktu dengan kegiatan positif, seperti basket, sepak bola, pengajian, dan aktivitas bermanfaat lainnya. Medinawati juga mengingatkan bahwa narkoba dapat hadir dalam beragam bentuk, termasuk cair. Penyampaian langsung seperti ini memberi pelajar pesan praktis untuk mengambil keputusan di tengah tekanan pertemanan.
Dua pendekatan, satu kebutuhan akan kesinambungan
Pendekatan berbasis komunitas dan edukasi langsung di sekolah memiliki sasaran kerja yang berbeda. Di Empat Lawang, program Ananda Bersinar dirancang melintasi lingkungan pemerintah, pendidikan, swasta, dan masyarakat, dengan perluasan bertahap sampai desa dan kelurahan melalui jaringan TP PKK. Untuk sektor pendidikan, kegiatan direncanakan dengan mengumpulkan sekolah di satu titik pada setiap kecamatan. Sementara itu, kegiatan di SMK 2 Mei merupakan edukasi langsung dalam sebuah acara sekolah; sumber tidak menyebutnya sebagai bagian dari program Ananda Bersinar. Perbandingan yang jujur bukan menyamakan rincian keduanya, melainkan melihat peran yang saling melengkapi: komunitas memperlebar jangkauan, sedangkan edukasi tatap muka memberi siswa kesempatan menerima pesan yang jelas. Kesimpulannya, pencegahan akan lebih bermakna ketika jangkauan luas disertai pembelajaran berulang dan dukungan lingkungan yang sehat.






