Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pelatihan AI dan Google Mengubah Cara Guru Mengajar

Pelatihan AI dan Google Mengubah Cara Guru Mengajar
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Teknologi perlu memperkaya cara mengajar

Pembelajaran digital adalah penggunaan teknologi untuk merancang, menyampaikan, dan menilai kegiatan belajar agar materi lebih mudah diakses serta mendorong keterlibatan siswa. Ukurannya bukan banyaknya aplikasi di kelas, melainkan apakah teknologi membantu siswa memahami pelajaran dan guru mengajar dengan lebih efektif. Arah itu terlihat dalam dua program pelatihan di Sumatera Barat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang membekali 350 guru SMP negeri dan swasta dengan keterampilan AI, pembuatan video interaktif, dan pengembangan konten digital. Bimbingan teknis berlangsung empat hari sejak 27 Oktober 2026, diikuti perwakilan 104 sekolah dalam dua angkatan. Di Kota Solok, guru mengikuti pelatihan Google Certified Educator Level 1 untuk meningkatkan kemampuan menggunakan aplikasi dalam kegiatan belajar mengajar. Keduanya menjawab kebutuhan yang sama, tetapi dengan titik tekan berbeda: Padang mendorong kreasi materi, sedangkan Solok memperkuat penggunaan perangkat kerja digital.

Pelatihan AI dan Google Mengubah Cara Guru Mengajar

Padang menekankan kreasi konten

Pelatihan AI guru di Padang mengajak peserta melampaui penggunaan teknologi sebagai pelengkap. Guru diperkenalkan pada kecerdasan buatan, pembuatan video pembelajaran interaktif, dan aplikasi Lumi untuk mengembangkan konten. Perangkat ini dapat membantu mengubah penjelasan yang biasanya berupa ceramah menjadi video, aktivitas interaktif, atau materi digital yang lebih beragam. Pendekatan tersebut menjanjikan ruang lebih besar bagi kreativitas guru, terutama saat materi perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan belajar siswa yang akrab dengan teknologi. Namun, AI tidak otomatis membuat pelajaran menarik atau akurat. Guru tetap harus memilih bahan, memeriksa informasi, dan mengarahkan aktivitas sesuai tujuan pembelajaran. Karena itu, keberhasilan program Padang tidak seharusnya diukur dari banyaknya konten yang dibuat, tetapi dari mutu pengalaman belajar yang dihasilkan. Teknologi memberi pilihan baru; keputusan pedagogis tetap berada di tangan guru.

Solok menguatkan keterampilan aplikasi

Program Google Certified Educator Level 1 di Kota Solok mengambil jalur yang lebih terstruktur: membantu guru memakai rangkaian aplikasi Google for Education untuk mengelola kegiatan belajar. Materinya mencakup Google Classroom, Drive, Docs, Sheets, Slides, dan Forms untuk mengelola kelas, menyusun bahan ajar, serta melakukan penilaian. Manfaatnya mudah dibayangkan dalam pekerjaan sehari-hari. Classroom dapat menjadi tempat membagikan materi dan tugas, sementara Forms membantu guru menyusun evaluasi untuk melihat pemahaman siswa. Dibandingkan pendekatan Padang yang menonjolkan penciptaan konten dengan AI, pelatihan Solok lebih berfokus pada alur kerja kelas dan pemanfaatan aplikasi digital guru. Persiapan sertifikasi juga memberi sasaran kompetensi yang lebih jelas. Meski demikian, penguasaan aplikasi baru bernilai jika membantu guru memberi umpan balik, menyesuaikan pengajaran, dan mengurangi hambatan belajar—bukan sekadar memindahkan pekerjaan kertas ke layar.

Penerapan di kelas menjadi ukuran utama

Dua pendekatan ini sebaiknya dipandang sebagai pelengkap, bukan pilihan yang saling meniadakan. Padang memperluas kemampuan guru untuk merancang materi yang lebih menarik melalui AI, video, dan Lumi; Solok memperkuat keterampilan mengelola kelas, dokumen, presentasi, serta evaluasi melalui aplikasi Google. Jika dipadukan dengan tujuan yang jelas, kreativitas konten dan keteraturan pengelolaan kelas dapat membuat teknologi lebih bermakna bagi siswa. Tantangan sesungguhnya dimulai setelah pelatihan. Guru Padang perlu menerapkan keterampilan secara berkelanjutan agar teknologi benar-benar meningkatkan proses belajar. Di Solok, peserta diharapkan menggunakan kemampuan baru di sekolah masing-masing dan membagikannya kepada rekan sejawat. Sekolah juga perlu memberi ruang untuk mencoba, menilai hasil, dan memperbaiki praktik. Kesimpulannya, pelatihan digital berhasil bukan ketika guru sekadar mengenal AI atau aplikasi, melainkan ketika siswa memperoleh pembelajaran yang lebih jelas, aktif, dan sesuai kebutuhan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!