Dari Gerobak ke Bisnis Berkembang: KUR dan AURA Mengangkat Pedagang Kuliner

Dari Gerobak ke Bisnis Berkembang: KUR dan AURA Mengangkat Pedagang Kuliner
Minat|Makanan Kaki Lima

Dari usaha pinggir jalan ke pengusaha: inti transformasi pedagang kuliner

Transformasi pedagang kuliner pemberdayaan adalah proses ketika penjual makanan skala kecil—mulai dari usaha rumahan hingga gerobak pinggir jalan—berubah menjadi pengusaha makanan yang mampu mengelola modal, produksi, pemasaran, dan tenaga kerja secara berkelanjutan berkat akses pembiayaan, pelatihan pengusaha makanan, serta pendampingan bisnis terstruktur. Di balik piring nasi, kue ubi, dan snack tradisional, sedang terjadi pergeseran penting: pelaku UMKM kuliner berkembang bukan hanya mencari cuan harian, tetapi membangun bisnis yang kuat dan memberi dampak sosial. Program KUR BRI usaha makanan dan AURA BRI Peduli menjadi contoh nyata bagaimana skema kredit dan pemberdayaan bisa mengangkat pelaku kecil yang selama ini kerap tersisih dari ekosistem formal. Pertanyaannya bukan lagi apakah pedagang kuliner bisa naik kelas, tetapi apakah ekosistem mau serius mengakui mereka sebagai pengusaha penuh.

KUR BRI: ketika modal mengubah hobi memasak menjadi kantin berpenghasilan

Kasus Hana adalah bukti keras bahwa akses modal yang tepat dapat mengubah hobi memasak menjadi bisnis kantin yang hidup dan berkembang. Dalam sehari, kantin Hana mampu menghabiskan sekitar 7 hingga 8 kilogram beras, bukan angka kecil bagi usaha yang berawal dari keterampilan dapur rumahan. Untuk mengamankan tempat usaha, ia menyewa lokasi dengan biaya sekitar Rp1 juta per bulan dan memperkuat operasional melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Pengajuan KUR pertamanya sebesar Rp20 juta, disusul pembiayaan Rp100 juta dan Rp50 juta seiring naiknya kebutuhan bisnisnya. "Menurut Hana, akses pembiayaan tersebut memberikan dukungan penting bagi pelaku usaha untuk menjaga keberlangsungan sekaligus mengembangkan bisnis". Ini bukan sekadar angka pinjaman; ini pengakuan bahwa pedagang kuliner layak diperlakukan sebagai pengusaha yang punya kapasitas tumbuh. Komitmen BRI agar sektor mikro dan kecil terus berkembang menunjukkan bahwa lembaga keuangan mulai melihat potensi UMKM kuliner berkembang, bukan sekadar risiko.

Workshop dan Pelatihan: dapur ubi, emosi, dan percaya diri perempuan pelaku kuliner

Modal uang tanpa modal pengetahuan akan cepat mentok. Di sinilah pelatihan pengusaha makanan memainkan peran penting, seperti yang dialami Oci Rosita dan Agris Yuni Rispandi. Workshop Perempuan Berdaya di Bandung Barat pada 5 Agustus 2026 memberi mereka pengalaman dan keterampilan baru yang langsung relevan dengan usaha kuliner yang dijalankan. Oci belajar mengolah ubi menjadi berbagai jenis kue, membuka peluang diversifikasi menu bagi Ceuocchyque_culinary yang ia bangun. Bagi pedagang kuliner pemberdayaan, diversifikasi menu berarti bukan hanya variasi rasa, tetapi juga penambahan sumber omzet dan daya tahan usaha. Agris mendapatkan wawasan pengelolaan emosi dan relasi, hal yang sering diremehkan padahal menentukan ketika perempuan harus memegang banyak peran sekaligus. Oci mengaku pelatihan tersebut membangkitkan rasa percaya diri dan keyakinan bahwa perempuan punya kesempatan yang sama untuk berkembang dan memberi manfaat bagi lingkungan. Ketika perempuan saling menguatkan dalam ekosistem pelatihan seperti itu, dampak ekonomi dan sosial yang dihasilkan menjadi jauh lebih berkelanjutan dibanding bantuan sekali datang lalu hilang.

AURA BRI Peduli: dari dapur desa ke kelompok usaha yang tahan badai

Jika kisah Hana, Oci, dan Agris memperlihatkan kekuatan individu, Kelompok Usaha Harapan Bersama di Desa Cibubuan menunjukkan bagaimana kolektif bisa tumbuh dari dapur rumahan menjadi motor ekonomi lokal. Kelompok ini resmi terbentuk pada 2019, berawal dari berkembangnya HJ. NONOH Snack yang sejak 2014 memproduksi makanan ringan tradisional khas Sunda. Ketika pandemi Covid-19 mengguncang pendapatan warga, kelompok usaha ini menjadi ruang untuk tetap bekerja, memperoleh penghasilan, dan menopang perekonomian keluarga. Tantangan terbesar mereka jelas: kapasitas produksi dan proses pengeringan yang masih bergantung cuaca, terutama saat permintaan memuncak di hari raya dan tahun baru. Masuknya Program Aspire to Uplift, Revive, and Achieve (AURA) yang diinisiasi BRI Peduli pada 2026 mengubah permainan. "Setelah mengikuti Program AURA dari BRI, proses produksi kami menjadi lebih lancar dan meningkat. Proses pengeringan tidak lagi bergantung pada cuaca matahari, sementara sistem penyimpanan menjadi lebih baik, lebih rapi, dan higienis". Hasilnya, pelanggan rutin seperti toko dan distributor menambah pesanan, dan UMKM kuliner berkembang ini bukan hanya bertahan, tetapi memperluas peluang usaha anggotanya.

Kesimpulan: pemberdayaan perempuan dan UMKM kuliner bukan tambahan, melainkan fondasi

Ada pola yang jelas dari Hana, Oci, Agris, dan Kelompok Usaha Harapan Bersama: ketika pedagang kuliner diberi akses ke modal, pelatihan, dan pendampingan, mereka tidak berhenti di level dapur rumahan. Mereka naik kelas menjadi pengusaha yang mengelola tenaga kerja, kapasitas produksi, dan jaringan distribusi. Program KUR BRI usaha makanan memberi pondasi finansial bagi individu seperti Hana untuk menyewa tempat, mengamankan bahan baku, dan berani memperluas usaha. Program AURA BRI Peduli memperkuat kelompok seperti Harapan Bersama agar tidak disandera cuaca dan keterbatasan teknologi produksi. Di saat yang sama, workshop Perempuan Berdaya yang diikuti Oci dan Agris membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan dalam sektor kuliner adalah investasi sosial jangka panjang: meningkatkan kepercayaan diri, membuka diversifikasi menu, dan memantik cita-cita membuka lapangan kerja bagi sekitar. Ke depan, Oci berharap pelatihan serupa terus digelar agar semakin banyak perempuan memperoleh akses ilmu, keterampilan, dan pendampingan usaha, sementara Sri berharap dukungan dan kemudahan layanan keuangan menjangkau hingga pelosok desa. Jika harapan ini ditangkap serius, gerobak dan dapur kecil hari ini bisa menjadi fondasi ekonomi yang kokoh di masa depan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!