Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Desa Energi Berdikari: Energi Lokal, Ekonomi Warga

Desa Energi Berdikari: Energi Lokal, Ekonomi Warga
Minat|Pelatihan Komprehensif

Energi lokal sebagai penggerak ekonomi

Desa Energi Berdikari adalah program Pertamina yang memadukan energi terbarukan berbasis potensi lokal dengan penguatan usaha dan ketahanan masyarakat desa, agar warga dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mengelola kebutuhan energinya. Pertamina mengembangkan program ini sejak 2018 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui ketahanan energi dan pangan. Arah tersebut patut dinilai dari manfaat yang dirasakan warga, bukan dari banyaknya perangkat yang dipasang: listrik berguna ketika membuat kegiatan produktif lebih mungkin dilakukan.

Dalam webinar DETalk “Desa Berdaya, Energi Terjaga: Cetak Biru Transisi Energi Masa Depan” pada 2 November 2026, VP CSR dan SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto, menjelaskan bahwa program dirancang berdasarkan potensi energi dan sumber daya ekonomi setempat. Pilihan teknologinya mencakup tenaga surya, biogas, mikrohidro, biodiesel, serta pembangkit hibrida. Jadi, energi terbarukan desa bukan paket seragam: nilai utamanya terletak pada kecocokan sumber energi dengan pekerjaan, pangan, pesisir, atau wisata yang menjadi tumpuan warga.

Manfaat terlihat ketika listrik mengubah kegiatan sehari-hari

Dusun Bondan di Cilacap memperlihatkan mengapa akses energi perlu dibaca bersama layanan dasar. Sebelum 2017, dusun itu belum teraliri listrik, sementara warga harus menempuh sekitar tujuh kilometer dengan perahu untuk memperoleh air bersih. Kini, pembangkit listrik tenaga hibrida memasok penerangan, mendukung aerator tambak, dan menjalankan desalinasi untuk mengolah air payau menjadi air bersih. Warga juga mengembangkan pengolahan hasil tambak dan koperasi untuk menjaga keberlanjutan operasional pembangkit.

Dampak praktis semacam ini membuat kemandirian energi lebih dari sekadar tidak bergantung pada pasokan dari luar. Energi membuka ruang bagi usaha dan layanan yang sebelumnya sulit dijalankan. Di Bondan, hubungan antara listrik, air bersih, tambak, dan koperasi menunjukkan bahwa infrastruktur akan lebih tahan lama ketika warga ikut mengelola manfaat serta operasionalnya.

Di Desa Tumpak, Lombok Tengah, panel surya berkapasitas 6,6 kWp mendukung kegiatan yang mencakup peternakan, ekowisata, dan pengolahan kelapa menjadi cocopeat, minyak kelapa murni, serta briket. Kisah ini memperkuat alasan program perlu mengaitkan energi bersih dengan sumber pendapatan, bukan berhenti pada penyediaan listrik.

Skala program perlu diikuti kemampuan warga

Pertamina menyebut telah mengembangkan 310 Desa Energi Berdikari. Di dalamnya, perusahaan membangun 274 instalasi panel surya, 25 fasilitas metana dan biogas, serta delapan pembangkit mikrohidro; program juga memanfaatkan biodiesel. Sumber lain mencatat kapasitas energi terbarukan sekitar 1,5 MWp dan produksi biogas sekitar 973 ribu meter kubik. Skala ini menunjukkan jangkauan yang berarti, tetapi ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah apakah warga memiliki keterampilan untuk mengoperasikan dan merawat fasilitas setelah pembangunan selesai.

Menurut data yang disampaikan Pertamina, nilai tambah ekonomi program mencapai sekitar Rp26 miliar per tahun dan manfaatnya menjangkau sekitar 283 ribu orang. Sebanyak 223 penggerak lokal juga telah memperoleh sertifikasi operator energi baru terbarukan. Angka tersebut memberi alasan untuk optimistis, namun manfaat ekonomi tidak otomatis merata. Pendampingan, kepemilikan bersama, dan akses warga terhadap peluang usaha perlu berjalan beriringan dengan pembangunan pembangkit.

Pendekatan program—ketahanan pangan, pesisir modern, dan wisata energi—menghubungkan pilihan teknologi dengan kegiatan ekonomi setempat. Agar model ini benar-benar memperkuat ekonomi desa, warga perlu ikut menentukan prioritas dan memiliki peran nyata dalam pengelolaan. Rudi Ariffianto menekankan perlunya mendengar kebutuhan, kekurangan, dan harapan masyarakat melalui pemetaan sosial.

Kemandirian sebagai ukuran keberhasilan

Langkah berikutnya adalah memperluas program tanpa mengorbankan pendekatan yang berangkat dari kebutuhan lokal. Pertamina menargetkan pengembangan menjadi 334 desa pada akhir 2026 dan 732 desa pada 2030; sekitar 60 persen desa yang telah bergabung berada di luar Pulau Jawa. Target tersebut akan lebih bermakna bila setiap desa mendapat teknologi yang sesuai, pelatihan operator, dan rencana untuk membiayai pemeliharaan.

Desa Energi Berdikari sebaiknya dinilai dari kemampuan warga menjaga fasilitas, memperluas kegiatan produktif, dan memastikan manfaat energi menjangkau kebutuhan sehari-hari. Program ini merupakan upaya pemanfaatan beragam sumber energi terbarukan sesuai potensi desa, bukan hal yang perlu disamakan dengan pengembangan panas bumi. Kesimpulannya, energi bersih dapat menggerakkan ekonomi desa ketika masyarakat menjadi pelaku utama—bukan sekadar penerima listrik. Kemandirian energi baru menjadi dasar kemandirian ekonomi jika pengelolaan dan manfaatnya tumbuh bersama warga.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!