Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Guru Mengubah AI Menjadi Gim untuk Pembelajaran Interaktif

Guru Mengubah AI Menjadi Gim untuk Pembelajaran Interaktif
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Dari teknologi menjadi alat belajar

Gim AI pembelajaran adalah permainan digital yang dirancang dengan bantuan kecerdasan buatan untuk menyampaikan materi dan mengajak siswa belajar secara aktif. Nilainya bukan terletak pada teknologinya semata, melainkan pada kemampuan guru mengubah pelajaran menjadi pengalaman yang lebih menarik dan bermakna. Pada 30 Oktober 2026 di Surabaya, Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) dan Higgs Technology menggelar pelatihan kecerdasan buatan bagi tenaga pendidik, sekaligus membuka ruang eksplorasi media ajar interaktif di sekolah. Langkah ini tepat: ketika perhatian siswa bersaing dengan banyak konten digital, materi yang hanya disajikan satu arah lebih mudah terasa jauh. Namun, AI bukan jalan pintas menuju pembelajaran yang baik. Guru tetap harus menentukan tujuan, memeriksa isi, dan memastikan gim membantu pemahaman, bukan sekadar menambah hiburan.

Guru Mengubah AI Menjadi Gim untuk Pembelajaran Interaktif

Mengubah sejarah dan budaya menjadi pengalaman

Fokus program tidak berhenti pada pengenalan perangkat AI. Para guru diajak merancang gim dan karya digital yang dapat membawa materi pelajaran ke format yang lebih partisipatif. Salah satu kegiatan yang terkait adalah kompetisi Drama Komik AI Jawa Timur, yang menantang guru mengangkat kepahlawanan, sejarah, dan kekayaan budaya lokal ke dalam komik digital. Pendekatan ini berpotensi membuat pelajaran terasa dekat dengan keseharian siswa. Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menilai AI membuka lebih banyak cara agar anak tertarik belajar, termasuk mengenal sejarah dan budaya daerahnya sendiri. Gagasan itu penting, tetapi keberhasilannya bergantung pada isi dan rancangan: gim yang menarik harus tetap akurat, sesuai usia, dan terkait dengan kompetensi yang hendak dicapai. Teknologi memberi guru pilihan baru; kualitas pembelajaran tetap ditentukan oleh keputusan mengajarnya.

Pelatihan berjenjang, bukan hasil instan

Penguatan keterampilan guru berlangsung melalui beberapa tahap. Sebanyak 50 guru SMK Jatim sebelumnya mengikuti pelatihan daring selama 20 hari dan mengerjakan proyek AI yang diselenggarakan Boke Technology. Dalam rangkaian program yang digelar Higgs Technology bersama Dindik Jatim, peserta juga menjalani pelatihan daring intensif selama lima pekan sebelum kompetisi; pada 30 Oktober, lokakarya perancangan gim AI diikuti 15 guru terpilih. Perbedaan mitra dan tahapan ini menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi tidak berlangsung dalam satu sesi. Guru perlu waktu untuk mencoba alat, menyusun proyek, lalu menghubungkan hasilnya dengan pembelajaran di kelas. Pengalaman guru SMKN 1 Banyuwangi Asih Setiani memperlihatkan perubahan cara pandang: pekerjaan animasi yang sebelumnya dilakukan manual ternyata dapat dibantu AI, dari perencanaan hingga pembuatan aset. Meski materinya masih pengenalan, kesempatan menerapkannya di sekolah menjadi langkah yang lebih berarti daripada sekadar mengikuti tren.

Kesempatan lanjutan harus kembali ke sekolah

Sebanyak 15 guru SMK dengan karya terbaik dari pelatihan Boke Technology disiapkan mengikuti pelatihan lanjutan pembuatan gim AI di Shanghai pada Januari 2027. Dalam rangkaian kegiatan 30 Oktober, seminar internasional juga menghadirkan juri WorldSkills dari Tiongkok, Nigeria, Rumania, dan India, bersama praktisi industri kreatif serta pakar teknologi. Kompetisi dan pertemuan internasional dapat memperluas wawasan, tetapi dampak terpentingnya akan terlihat setelah para peserta kembali mengajar. Dindik Jatim berharap guru yang memperoleh kompetensi dapat membagikan pengetahuan kepada rekan di sekolah dan memberi manfaat bagi siswa. Harapan itu semestinya menjadi ukuran keberhasilan program: bukan hanya jumlah karya atau peserta terpilih, melainkan apakah lebih banyak kelas mendapat media ajar interaktif yang terencana dan berguna. Pelatihan ini menjanjikan awal yang baik, asalkan pengetahuan tidak berhenti pada segelintir guru dan gim AI benar-benar mendukung proses belajar.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!