Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Peternakan Kelompok Gemantar Didorong Jadi Penggerak Kemandirian

Peternakan Kelompok Gemantar Didorong Jadi Penggerak Kemandirian
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Peternakan komunal sebagai usaha bersama

KUBE peternakan adalah kelompok usaha bersama yang mengelola ternak secara kolektif agar warga dapat berbagi pengelolaan, mengembangkan hasil produksi, dan memanfaatkan limbah ternak untuk kebutuhan ekonomi sehari-hari. Di Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, model ini menempatkan potensi peternakan masyarakat sebagai salah satu tumpuan pemberdayaan lokal. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi pengelolaan komunal tersebut saat menyerahkan bantuan Program Desa Dampingan pada 5 November 2026, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi. Apresiasi itu penting, tetapi keberhasilan KUBE tidak diukur dari pujian maupun bantuan awal: ukurannya adalah kemampuan kelompok menjaga usaha berjalan dan membagikan manfaatnya kepada anggota. Dua kelompok menerima dukungan modal masing-masing Rp20 juta, dan Taj Yasin meninjau KUBE Ternak Kambing yang dikelola bersama. Modal tersebut memberi pijakan; tata kelola kelompok akan menentukan apakah pijakan itu berubah menjadi kemandirian.

Nilai ekonomi tidak berhenti pada ternak

Kekuatan peternakan Gemantar bukan semata pada ternaknya, melainkan pada peluang mengolah hasil samping yang selama ini belum dimanfaatkan optimal. Kotoran ternak dapat diproses menjadi biogas dan pupuk kompos, sehingga satu kegiatan berpotensi menjawab kebutuhan energi rumah tangga sekaligus mendukung pertanian warga. Ini membuat KUBE lebih dari skema usaha: kelompok dapat menghubungkan peternakan, rumah tangga, dan lahan pertanian dalam satu rantai manfaat. Taj Yasin meminta perangkat daerah, termasuk Dinas ESDM, mendampingi warga mengembangkan potensi tersebut; jika kajian menyatakan layak, peternakan komunal bisa diarahkan menjadi sumber energi alternatif pengganti LPG dan berpeluang membantu kebutuhan listrik. Namun, kemungkinan itu belum sama dengan hasil yang sudah tercapai. Pendampingan teknis dan kajian kelayakan perlu mendahului janji manfaat agar warga mendapat solusi yang aman dan sesuai kapasitas kelompok.

Intervensi desa harus menghasilkan perubahan

KUBE hadir dalam program yang lebih luas, bukan sebagai jawaban tunggal atas tantangan ekonomi warga Sragen. Program Desa Dampingan mencakup 61 desa di 16 kabupaten dengan keterlibatan 48 organisasi perangkat daerah; di Gemantar, 19 intervensi telah dijalankan atau masih berlangsung. Cakupannya meliputi penguatan ekonomi, pangan, kesehatan, bantuan rumah, listrik, dan infrastruktur. Dukungan ekonomi melalui dua kelompok KUBE masing-masing Rp20 juta berjalan berdampingan dengan bantuan enam rumah tidak layak huni senilai Rp16 juta per unit, pemasangan listrik bagi tujuh warga, serta bantuan modal UMKM. Rangkaian ini menunjukkan bahwa usaha kelompok paling berguna ketika terhubung dengan kebutuhan dasar dan layanan lain, bukan berdiri sendiri. Program tersebut memang ditujukan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan melalui kesehatan dan pemberdayaan masyarakat; keberhasilannya harus dinilai dari perubahan yang dirasakan keluarga, bukan jumlah kegiatan yang tercatat.

Pendampingan menentukan keberlanjutan

Desa Gemantar masih menghadapi persoalan kesehatan yang perlu perhatian, termasuk stunting dan kekurangan energi kronis pada ibu hamil. Karena itu, penguatan pendapatan keluarga dan perbaikan kesehatan semestinya dipandang sebagai agenda yang saling mendukung: usaha yang bertahan dapat memperluas daya warga memenuhi kebutuhan, sementara keluarga yang sehat lebih siap berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Intervensi kesehatan di desa mencakup makanan tambahan bagi 59 balita stunting selama tiga bulan, pemeriksaan gratis, 13 kacamata untuk anak sekolah, dan pemeriksaan kualitas air bersih. Taj Yasin meminta seluruh perangkat daerah bekerja terpadu dan memastikan bantuan menghasilkan perubahan nyata. Langkah berikutnya perlu konkret: pendampingan kelompok, evaluasi pemanfaatan modal, serta kajian biogas dan kompos sebelum perluasan usaha. Jika kelompok mampu mengelola ternak dan limbah secara konsisten, KUBE dapat menjadi penggerak ekonomi lokal yang memberi manfaat lebih luas daripada penjualan ternak semata.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!