Rekayasa lalu lintas dimulai saat aksi berlangsung
Rekayasa lalu lintas adalah pengaturan atau pengalihan perjalanan kendaraan untuk menjaga pergerakan tetap berjalan ketika kegiatan publik menutup atau membatasi akses di ruas tertentu. Untuk demo Jakarta yang dimulai Rabu pukul 12.00 WIB, Dishub DKI menyiapkan pengaturan di sekitar Monas, Tugu Tani, dan Gedung DPR/MPR. Aksi ini melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil. Dampaknya tidak terbatas pada jalan yang berdekatan dengan lokasi aksi. Rute menuju Senen, Harmoni, Tanah Abang, Kemayoran, Pulogadung, serta koridor Slipi dan Tomang juga berpotensi terdampak karena pengendara diarahkan ke jalur alternatif. Karena itu, menghindari kawasan kegiatan sejak sebelum melintas lebih masuk akal daripada menunggu kepadatan di persimpangan.

Jalur alternatif di sekitar Monas dan Tugu Tani
Jalan sekitar Monas menjadi perhatian utama karena pilihan perjalanan dari beberapa penjuru dialihkan melalui ruas lain. Dari Harmoni menuju Senen, Dishub mengarahkan kendaraan melalui Jalan Hayam Wuruk, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Pos, Jalan Dr. Sutomo, dan Jalan Gunung Sahari sebelum mencapai Jalan Pasar Senen. Untuk tujuan Stasiun Gambir, rutenya melewati Jalan Pos, kawasan Lapangan Banteng, Jalan Pejambon, lalu Jalan Medan Merdeka Timur. Dari arah timur, pengendara Senen menuju Harmoni dapat melewati Jalan Gunung Sahari, Jalan Budi Utomo, Jalan Lapangan Banteng Utara, Jalan Katedral, dan Jalan Veteran. Sementara itu, dari Tanah Abang menuju Harmoni, jalur alternatifnya melalui Jalan Jatibaru Raya, Jalan Abdul Muis, dan Jalan Majapahit. Rangkaian pengalihan ini membuat perjalanan lintas pusat kota lebih panjang; pengguna jalan sebaiknya memilih rute sesuai tujuan, bukan mengikuti kebiasaan perjalanan harian.
Koridor DPR/MPR dan arus dari selatan
Di sekitar Gedung DPR/MPR, kendaraan dari Cawang menuju Slipi atau Tomang diarahkan melalui Jalan Gatot Subroto, Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Patal Senayan, Jalan Patal Senayan I, Jalan Permata Hijau, dan Jalan Tentara Pelajar sebelum tersambung ke Jalan S. Parman. Ini adalah pengalihan yang patut diperhitungkan pengendara lintas barat-timur, bukan hanya mereka yang hendak menuju gedung DPR. Dari Blok M menuju Slipi atau Tomang, Dishub menyiapkan jalur melalui Jalan Kyai Maja, Jalan Kebayoran Baru, Jalan Sultan Iskandar Muda, putar balik di depan Gandaria City, lalu Jalan Teuku Nyak Arief dan Jalan Tentara Pelajar. Untuk perjalanan dari Harmoni menuju Blok M, rute alternatif melewati Jalan Hayam Wuruk, Jalan Ir. H. Juanda, kawasan Jalan Veteran, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kyai Caringin, Jalan Tomang Raya, Jalan S. Parman, dan Jalan Gatot Subroto.
Imbauan untuk pengguna jalan dan penumpang
Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengimbau pengguna jalan menghindari titik aksi dan memakai rute alternatif untuk mengurangi potensi kepadatan. Imbauan ini layak diikuti, terutama bagi pengendara yang melintasi pusat kota atau koridor menuju DPR/MPR. Periksa tujuan dan jalur sebelum berangkat, lalu bersiap menghadapi waktu tempuh yang berubah akibat pengalihan arus. Penumpang Transjakarta juga perlu mengantisipasi penyesuaian layanan. Operasional dapat menyesuaikan kondisi apabila terjadi pengalihan arus selama demonstrasi berlangsung. Dengan demikian, jangan mengandalkan jadwal atau lintasan tanpa memeriksa informasi layanan terkini. Kesimpulannya, rekayasa Dishub memberi pilihan jalur, tetapi tidak menghapus risiko perlambatan. Menghindari area aksi dan merencanakan perjalanan lebih awal adalah langkah paling praktis bagi pengguna jalan.






