Rebranding Viva Cosmetics: Warisan 60 Tahun yang Dikemas Ulang
Rebranding Viva Cosmetics adalah langkah penyegaran menyeluruh terhadap identitas visual dan narasi merek lokal 60 tahun, yang bertujuan mengemas ulang warisan, kepercayaan, serta kedekatan emosional dengan konsumen dalam tampilan dan bahasa baru yang relevan bagi generasi muda tanpa memutus hubungan dengan jutaan pengguna setia yang tumbuh bersama produknya selama puluhan tahun.
Inti gerakan ini jelas: merek tua yang ingin tetap muda harus berani berubah secara kasatmata, bukan hanya di klaim pemasaran. Viva Cosmetics memasuki babak baru melalui rebranding yang ditandai dengan perubahan identitas visual kontras dan modern setelah lebih dari enam dekade hadir sebagai brand lokal yang akrab di rak kamar mandi banyak keluarga. Alih-alih membuang masa lalu, Viva memilih merapikan dan memodernkannya. Logo baru berbentuk bunga dengan enam kelopak dan warna Viva Magenta dimaknai sebagai simbol pertumbuhan, keseimbangan, dan kedekatan dengan tanah yang hangat dan membumi. Ini bukan kosmetik yang berusaha tampak asing dan global, tetapi lokal yang sengaja naik kelas visual.

Identitas Visual Baru: Bunga, Magenta, dan Cerita yang Tidak Diputus
Keberanian Viva terlihat jelas pada identitas visual baru. Logo bunga dengan enam kelopak bukan sekadar ornamen manis; ia adalah pernyataan bahwa merek ini ingin dikenal sebagai brand yang bertumbuh bersama para "Vivers". Warna Viva Magenta yang hangat dan membumi membuat produk terasa lebih modern namun tetap akrab di mata konsumen yang sudah puluhan tahun melihat botol-botol Viva di meja rias.
Secara strategis, ini langkah tepat. Banyak brand lawas terjebak nostalgia dan takut menyentuh logo, padahal generasi baru mengukur relevansi pertama-tama dari tampilan. Dengan bunga yang merepresentasikan keseimbangan dan pertumbuhan, Viva mengirim pesan jelas: masa lalu dihormati, tetapi arah pandang ke depan. Kutipan yang paling merangkum semangat ini datang dari Brand Manager Viva Cosmetics, James Junianlie: “Logo baru Viva terinspirasi dari bunga yang bermekaran sebagai representasi brand yang kian bertumbuh bersama Vivers, yaitu Viva Lovers”. Identitas visual baru menjadi jembatan psikologis agar konsumen lama tidak merasa ditinggalkan, dan konsumen muda tidak merasa produk ini ketinggalan zaman.

Viva Milk Cleanser dan Face Tonic: Ikon Lama jadi Wajah Pertama yang Berubah
Keputusan menjadikan Viva Milk Cleanser dan Face Tonic sebagai produk pertama yang tampil dengan identitas visual baru adalah langkah marketing yang cerdas. Dua produk perawatan kulit ini sudah lama menjadi bagian dari rutinitas kecantikan banyak orang, terbukti lewat raihan quadruple Platinum selama lebih dari 20 tahun dalam Indonesia Best Brand Awards. Dengan kata lain, Viva sengaja menyentuh ikon paling kuatnya lebih dulu untuk mengatakan: “Ya, ini Viva yang sama, tetapi tampil lebih segar.”
Keduanya kini hadir dalam tujuh varian dengan kemasan baru yang mengikuti identitas visual magenta dan logo bunga. Secara praktis, konsumen mendapatkan sinyal ganda: formula dan cerita keakraban tetap dipertahankan, namun visualnya mengundang generasi baru yang peduli estetika rak skincare. Inilah strategi jembatan: produk yang sangat familiar menjadi titik temu antara ibu yang sudah memakai Viva sejak muda dan anak yang kini mulai merawat kulitnya. Perubahan tampilan ini juga menyiapkan panggung bagi produk lain, termasuk lini makeup, agar transisi ke wajah baru terasa alami, bukan lompat-lompat.
HBKB dan CFD: ‘Glowing Bersamamu’ Ditarik Turun ke Jalan
Rebranding tanpa menyentuh kehidupan nyata konsumen sering berakhir sebagai ganti logo semata. Di sini Viva mengambil jalur berbeda dengan memanfaatkan momentum Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day di kawasan Bundaran HI untuk memperkenalkan logo dan tagline “Glowing Bersamamu” langsung ke masyarakat. Logo baru terpampang besar di LED kawasan hotel ternama di Bundaran HI, mengubah ruang publik menjadi etalase narasi baru Viva.
Kolaborasi dengan Komunitas Slow Jogging dan ajakan bergerak sekitar dua kilometer dari Dukuh Atas menuju Bundaran HI menjahit brand kecantikan dengan gaya hidup aktif dan inklusif. Di sini, “glowing” tidak berhenti pada kulit cerah, tetapi melebar ke kepercayaan diri, kepribadian, dan kesehatan tubuh. Pendekatan ini cerdas karena menggeser Viva dari sekadar produk di rak menjadi teman aktivitas sehari-hari. Peserta CFD juga berkesempatan mengenal produk-produk yang ikut rebranding, termasuk Viva Milk Cleanser dan Face Tonic dalam tujuh varian dengan tampilan baru, sehingga pengalaman fisik selaras dengan pesan visual yang ingin dibangun.

Menyasar Generasi Baru Tanpa Mengkhianati Pelanggan Setia
Motif utama rebranding Viva Cosmetics jelas: membawa nilai dan cerita brand ke generasi konsumen selanjutnya sambil mempertahankan kepercayaan pelanggan setia. Setelah lebih dari 60 tahun hadir, Viva tidak ingin hanya dikenang sebagai merek nostalgia, melainkan tetap relevan dengan perubahan gaya hidup, khususnya generasi muda yang memaknai kecantikan sebagai kombinasi skincare, makeup, dan gaya hidup aktif.
Secara taktis, Viva menyebarkan identitas baru ke berbagai kanal distribusi — dari toko kosmetik tradisional, ritel modern, sampai platform e-commerce — agar wajah baru ini mudah dijumpai dan tidak terasa eksklusif. Rencana selanjutnya, rebranding berlanjut ke lini makeup, dimulai dari Viva Eyebrow Pencil yang akan hadir dengan lima pilihan warna tanpa mengubah karakter formula yang sudah dikenal waterproof, creamy, dan pigmented. Pendekatan “tampilan baru, cerita lama tetap” ini adalah kompromi yang sehat: generasi baru mendapat estetika dan narasi yang sejalan dengan nilai mereka, sementara pelanggan lama tetap menemukan produk yang mereka percaya. Jika konsisten dijalankan, rebranding Viva berpotensi menjadi contoh bagaimana brand lokal 60 tahun bisa tampil segar tanpa kehilangan jiwa.









