Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Juara Harapan II hingga Puncak Festival Dai Cilik

Dari Juara Harapan II hingga Puncak Festival Dai Cilik
Minat|Menyanyi

Hasil audisi bukan batas kemampuan

Festival Dai Cilik adalah lomba dai anak yang memberi ruang bagi siswa untuk menyampaikan pesan keagamaan sekaligus melatih keberanian berbicara di depan publik. Bagi Riang Galantrang Setra, panggung itu menjadi tempat membalik hasil audisi yang sempat mengikis kepercayaan dirinya. Siswa kelas VII MTsN 3 Madiun tersebut hanya meraih juara harapan II saat audisi Festival Dai Cilik 2026. Melihat kemampuan peserta lain, Riang sempat merasa peluangnya tertutup. Namun, hasil awal itu ternyata bukan gambaran akhir dari kemampuannya. Pada grand final di Atrium Plaza Madiun, Sabtu (24/10), ia justru keluar sebagai juara pertama. Perjalanannya patut dicermati bukan karena kemenangan menghapus kekecewaan, melainkan karena Riang tetap bersiap meski sempat minder.

Dari Juara Harapan II hingga Puncak Festival Dai Cilik

Latihan mengubah keraguan menjadi penampilan matang

Kemenangan Riang bukan datang tanpa usaha. Menjelang grand final, ia berlatih meski waktu persiapannya singkat, bahkan datang ke sekolah pada hari libur untuk mematangkan penampilan. Pilihan itu menegaskan bahwa rasa percaya diri tidak selalu hadir lebih dulu; kadang, ia tumbuh setelah seseorang tetap bekerja di tengah keraguan. Dalam tausiyah bertema “Saring Sebelum Sharing: Membangun Karakter Remaja Islami yang Cerdas dan Bertanggung Jawab”, Riang memakai telepon seluler dan kaca pembesar dari kardus sebagai alat peraga. Properti sederhana itu mendukung pesan agar remaja tidak sembarangan menyebarkan informasi, terutama di media sosial. Pendekatan ini membuat materi dakwah dekat dengan pengalaman anak muda. Riang pun mengakui sempat pesimistis setelah melihat peserta lain, tetapi akhirnya meraih hasil yang tak ia duga.

Nilai rapat, manfaatnya lebih luas dari podium

Nilai 94,4 mengantarkan Riang, wakil MTsN 3 Madiun, mengungguli 29 finalis dari enam daerah di Madiun Raya. Persaingan di tiga posisi teratas berlangsung ketat: Denting Alunan Mendayu dari SMPN 2 Madiun menjadi juara kedua dengan nilai 93,5, sedangkan Allvian Cakti Naufal dari MTsN Kota Madiun meraih posisi ketiga dengan nilai 92. Selisih itu menunjukkan betapa tipis jarak di antara penampilan terbaik, tetapi kisah Riang tetap menonjol karena kontras antara hasil audisi dan kemenangan akhir. Festival Dai Cilik juga lebih bernilai daripada sekadar penentuan juara dai cilik. Ajang ini menjadi wadah untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum, menyampaikan pesan keagamaan, dan membangun karakter. Penyelenggara berharap peserta ke depan datang dari lebih banyak lingkungan pendidikan, termasuk masjid dan taman pendidikan Al-Qur’an. Perjalanan Riang memberi alasan kuat untuk terus membuka kesempatan: hasil awal yang mengecewakan tidak semestinya menutup jalan menuju panggung.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!