Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kembali ke Kelas Setelah Kabut Asap: Adaptasi Harus Diutamakan

Kembali ke Kelas Setelah Kabut Asap: Adaptasi Harus Diutamakan
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Kembali belajar bukan berarti langsung kembali normal

Peralihan dari pembelajaran jarak jauh ke kelas adalah proses pemulihan kebiasaan belajar yang perlu memberi murid waktu untuk menyesuaikan diri, mengejar pengalaman yang hilang, dan kembali merasa aman di sekolah. Di Kalimantan Tengah, murid mulai mengikuti belajar tatap muka setelah hampir tiga bulan menjalani PJJ kabut asap. Kepala Dinas Pendidikan provinsi, Muhammad Reza Prabowo, meminta kepala sekolah dan guru memberi ruang adaptasi, bukan langsung menuntut semua anak kembali ke ritme lama. Sikap ini tepat: perubahan mendadak dari layar dan rumah ke jadwal kelas, perjalanan, serta interaksi langsung dapat membebani murid. Sekolah sebaiknya memulihkan rutinitas secara bertahap, memberi kelonggaran yang wajar, dan memastikan anak memahami kembali aturan serta pola pembelajaran. Adaptasi murid sekolah bukan tanda turunnya disiplin, melainkan prasyarat agar proses belajar pulih dengan baik.

Kelonggaran perlu disertai perhatian pada keselamatan

Reza mengingatkan sekolah agar tidak terlalu kaku selama masa transisi. Ia mencontohkan toleransi bagi murid yang sedikit terlambat karena perjalanan dan kabut asap yang masih tebal, dengan keselamatan tetap menjadi pertimbangan. Kebijakan seperti ini lebih masuk akal daripada menghukum keterlambatan tanpa melihat keadaan. Namun, kelonggaran tidak boleh membuat risiko kesehatan dianggap selesai. Jika kualitas udara atau Indeks Standar Pencemar Udara masih kurang baik, murid perlu diingatkan untuk memakai masker. Kualitas udara sekolah seharusnya menjadi bagian dari keputusan harian, bukan sekadar alasan awal untuk menghentikan PJJ. Sekolah juga perlu menyampaikan informasi kondisi udara dengan jelas kepada keluarga dan menyesuaikan kegiatan luar ruang. Dengan begitu, belajar tatap muka dapat berlangsung tanpa mengorbankan kesehatan yang menjadi alasan pentingnya pembatasan sebelumnya.

Lamandau dan Banjarmasin menunjukkan antusiasme, bukan akhir kewaspadaan

Di Lamandau, siswa kembali ke sekolah setelah lebih dari sebulan menjalani PJJ akibat asap karhutla. Bupati Rizky Aditya Putra dan pelaksana tugas kepala dinas pendidikan setempat meninjau sekolah pada 5 November 2026; pemantauan dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar berjalan normal. Murid menyambut kepulangan dengan gembira karena dapat bertemu teman, bermain saat istirahat, dan belajar langsung bersama guru. Di Banjarmasin, pembelajaran tatap muka penuh untuk jenjang TK hingga SMP dimulai pada 2 November setelah kualitas udara membaik dan status ISPU kembali ke kategori biru. Meski demikian, sekolah diminta menyediakan masker cadangan dan membatasi sementara kegiatan luar kelas, termasuk ekstrakurikuler. Dua pengalaman ini memperlihatkan bahwa antusiasme siswa penting, tetapi pemantauan kondisi dan perlindungan kesehatan tetap harus berjalan beriringan.

Pemulihan belajar perlu dirancang, bukan diasumsikan

Kembali hadir di kelas belum otomatis menghapus dampak berbulan-bulan belajar dari rumah. Pengalaman belajar selama PJJ tidak selalu sama dengan pembelajaran langsung, sementara keluarga juga menanggung beban mendampingi anak. Karena itu, sekolah perlu memeriksa pemahaman murid, memberi kesempatan bertanya, dan menyesuaikan tempo materi sebelum mengejar ketertinggalan. Di Lamandau, dinas pendidikan menyatakan pemantauan terus dilakukan agar satuan pendidikan kembali berjalan normal setelah terdampak asap. Harapan yang sama patut diterapkan di wilayah lain: pemulihan harus diukur dari kemampuan anak mengikuti pelajaran dan merasa nyaman, bukan hanya dari absensi yang kembali penuh. Kesimpulannya, transisi dari PJJ kabut asap ke kelas membutuhkan keluwesan, dukungan akademik, dan kewaspadaan kesehatan. Sekolah yang memberi ruang adaptasi sekaligus menjaga keselamatan akan membantu murid kembali belajar dengan lebih mantap.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!