Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Lempeng hingga Menu Bergizi, Lomba Masak Menggerakkan Warga

Dari Lempeng hingga Menu Bergizi, Lomba Masak Menggerakkan Warga
Minat|Memasak

Lomba masak sebagai ruang belajar bersama

Lomba masak warga adalah kegiatan bersama yang memakai tantangan mengolah bahan atau hidangan untuk mempererat hubungan sekaligus berbagi keterampilan kuliner. Nilainya terlihat dalam dua kegiatan dengan tujuan berbeda: satu menjaga resep jajanan khas, sementara yang lain mengajak kader merancang makanan bergizi yang ramah anak. Keduanya menunjukkan bahwa kompetisi di dapur komunitas bisa menghasilkan lebih dari pemenang; ia membuka percakapan tentang apa yang layak diwariskan dan apa yang bermanfaat bagi keluarga sehari-hari. Di Amuntai, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Hulu Sungai Utara mengadakan lomba mengolah kue tradisional lempeng sebagai bagian dari peringatan HUT organisasi ke-27. Acara di Aula Idham Chalid itu diikuti 25 anggota DWP. Pilihan lempeng terasa tepat: resep lokal mendapat panggung, sementara para peserta punya alasan untuk berkumpul, mencoba, dan saling mengenalkan cara mengolahnya.

Lempeng menjaga warisan tetap dekat

Lomba kue lempeng ini bukan sekadar selingan perayaan organisasi. DWP HSU menjadikannya kesempatan untuk merawat kuliner daerah dan mempererat silaturahmi. Ketua DWP HSU, Mislena Marangkir Adi Lesmana, berharap momentum ulang tahun mendorong anggota terus berkarya dan memberi kontribusi positif. Ia juga menekankan pentingnya mengenalkan kekayaan kuliner lokal kepada generasi berikutnya. Pesan itu memberi lomba arah yang jelas: resep tradisional tak cukup dikenang, tetapi perlu terus dibuat dan dibicarakan agar tetap hadir di lingkungan keluarga. Juri menetapkan DWP Dinas Ketahanan Pangan HSU sebagai juara pertama, disusul DWP RSUD PB dan DWP Dinas Pertanian. Urutan pemenang menambah semarak acara, tetapi hasil yang lebih penting ialah kesempatan bagi anggota untuk berbagi pengalaman mengolah jajanan khas. Tradisi bertahan ketika praktiknya tetap hidup di tangan orang-orang.

Dari Lempeng hingga Menu Bergizi, Lomba Masak Menggerakkan Warga

Lele dan kangkung dalam menu pencegah stunting

Di Sumberjambe, kader Posyandu mengambil pendekatan berbeda: mengubah bahan pangan lokal menjadi hidangan yang menarik bagi anak. Lomba Memasak Pangan Inovatif digelar pada Minggu, 16 Agustus 2026, sebagai puncak rangkaian program Promaha Desa dalam momentum peringatan HUT ke-81 RI. Peserta ditantang mengolah ikan lele, sumber protein, dan kangkung, sumber vitamin, menjadi sajian kreatif yang disukai anak-anak. Salah satu hasilnya ialah tahu bakso daging lele. Kreasi lele kangkung seperti ini penting bukan karena tampilannya semata, melainkan karena dapat membantu keluarga memikirkan cara menyajikan bahan bergizi dengan lebih menarik. Kegiatan tersebut juga menjadi edukasi praktis bagi kader Posyandu untuk mengembangkan menu bergizi seimbang sebagai langkah pencegahan stunting di tingkat rumah tangga. Dengan begitu, lomba memasak menghubungkan pengetahuan gizi dengan keterampilan yang bisa dipraktikkan di dapur.

Kompetisi yang meninggalkan bekal

Dua kegiatan ini memperlihatkan bahwa lomba masak paling berguna ketika kegembiraannya disertai sesuatu yang bisa dibawa pulang: kebanggaan pada resep daerah atau gagasan baru untuk menyusun menu keluarga. Lomba lempeng menguatkan kebersamaan anggota DWP sekaligus membantu memperkenalkan warisan kuliner kepada generasi berikutnya. Di Sumberjambe, kegiatan kader Posyandu mengubah bahan budidaya lokal menjadi bahan belajar tentang gizi dan pencegahan stunting. Bentuknya berbeda, tetapi keduanya bertumpu pada pengetahuan yang dibagikan lewat praktik, bukan ceramah semata. Karena itu, lomba masak warga layak dipandang sebagai ruang sosial sekaligus ruang belajar. Saat resep tradisional dirawat dan bahan bergizi dikreasikan, kompetisi memberi warga kesempatan untuk bertemu, mencoba, dan saling bertukar cara. Kesimpulannya, manfaat terbesar lomba bukan hanya siapa yang menang, melainkan kebiasaan baik yang terus dibawa ke rumah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!