Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Microwave dan Wadah Plastik: Kurangi Paparan Mikroplastik

Microwave dan Wadah Plastik: Kurangi Paparan Mikroplastik
Minat|Memasak

Panas membuat wadah plastik perlu diperhatikan

Wadah plastik microwave adalah wadah berbahan polimer yang digunakan untuk memanaskan makanan dengan gelombang mikro, tetapi paparan panas dapat mendorong perpindahan partikel dan bahan kimia ke makanan. Karena itu, kebiasaan praktis ini layak diubah: pilihan paling bijak ialah memindahkan makanan sebelum memanaskannya, bukan mengandalkan klaim aman pada kemasan.

Peringatan ini relevan bagi siapa pun yang rutin menghangatkan bekal atau sisa makanan. Tinjauan atas 24 studi tentang keamanan plastik menyebutkan bahwa pemanasan dapat membuat wadah melepaskan mikroplastik dan bahan kimia. Dalam simulasi laboratorium, lima menit pemanasan makanan dengan dua wadah polipropilen diperkirakan melarutkan sekitar 326.000 hingga 534.000 partikel mikroplastik ke makanan. Angka tersebut berasal dari simulasi tertentu, bukan ukuran paparan yang pasti dialami setiap orang, tetapi cukup menjadi alasan untuk mengurangi kontak makanan dengan plastik panas.

Microwave dan Wadah Plastik: Kurangi Paparan Mikroplastik

Langkah sederhana saat menghangatkan makanan

Cara menghangatkan makanan yang lebih berhati-hati tidak harus rumit. Gunakan wadah kaca atau keramik yang memang ditujukan untuk pemanasan microwave, lalu pindahkan makanan dari kemasan plastik sebelum memasukkannya ke alat. Hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik yang sudah berubah bentuk, retak, atau tergores; kondisi wadah yang memburuk bukan alasan untuk terus memakainya.

  1. Pindahkan makanan ke wadah kaca atau keramik yang sesuai untuk microwave.
  2. Jangan memanaskan makanan dalam wadah plastik hanya karena tertulis “microwave-safe”; klaim itu bukan jaminan mutlak bahwa tidak ada zat yang berpindah.
  3. Jika terpaksa memakai plastik, ikuti petunjuk penggunaan pada label dan hindari menggunakan wadah yang rusak.
  4. Jangan langsung memanaskan makanan dalam wadah plastik yang baru dikeluarkan dari freezer; pembekuan dapat membuat permukaannya lebih rapuh.
  5. Pindahkan makanan dari wadah styrofoam sebelum memanaskannya, kecuali labelnya secara jelas menyatakan aman untuk microwave.

Label “microwave-safe” dapat membantu memastikan wadah dirancang untuk penggunaan tersebut, tetapi bukan jaminan mutlak: pengujian yang dirujuk dalam laporan menemukan perpindahan setidaknya 42 zat aditif dan lebih dari 100 zat lain yang terbentuk tanpa sengaja.

Styrofoam bukan pilihan untuk makanan panas

Bahaya styrofoam makanan terutama berkaitan dengan kemungkinan perpindahan stirena, bahan utama polistirena, ke makanan. Risiko dapat meningkat ketika wadah bersentuhan dengan makanan yang sangat panas atau berminyak, digunakan untuk memanaskan ulang, atau dipakai berkali-kali. Lemak pada makanan berminyak dapat menarik bahan tertentu dari wadah, sehingga membungkus gorengan atau hidangan bersantan dengan styrofoam patut dihindari.

Paparan stirena dalam kadar tinggi dan jangka panjang dapat mengganggu sistem saraf, hati, serta saluran pernapasan. Namun, penggunaan sesekali tidak serta-merta berarti keracunan; yang masuk akal adalah mengurangi paparan berulang dan penggunaan yang tidak sesuai. Bila makanan baru matang, minta atau pindahkan ke wadah lain yang cocok sebelum dibawa pulang. Jangan masukkan styrofoam ke microwave kecuali kemasannya secara jelas menyatakan aman untuk itu, dan jangan mencuci lalu menggunakannya kembali karena permukaan dapat rusak atau tercemar. Wadah styrofoam pada dasarnya ditujukan untuk sekali pakai.

Kurangi risiko tanpa panik

Risiko mikroplastik makanan patut diperhatikan karena mikroplastik, nanoplastik, dan bahan kimia terkait telah ditemukan dalam berbagai jaringan tubuh, termasuk darah, plasenta, ASI, cairan ketuban, paru-paru, hati, dan jantung. Paparan partikel plastik berpotensi memicu peradangan, mengganggu sistem kekebalan, merusak sel, dan mengubah keseimbangan mikrobioma usus. Temuan ini bukan alasan untuk menyimpulkan bahwa satu kali pemanasan pasti menyebabkan penyakit, tetapi cukup untuk memilih kebiasaan yang mengurangi paparan yang dapat dihindari.

Kesimpulannya, jangan jadikan wadah plastik atau styrofoam sebagai pilihan otomatis saat memanaskan makanan. Pindahkan makanan ke kaca atau keramik yang sesuai, perlakukan label plastik dengan hati-hati, hindari styrofoam untuk makanan panas dan berminyak, serta buang wadah sekali pakai setelah digunakan. Langkah kecil ini lebih masuk akal daripada menganggap pemanasan dalam kemasan selalu aman.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!