Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

10 Finalis Benyamin S Award Belajar ke Luar Negeri

10 Finalis Benyamin S Award Belajar ke Luar Negeri
Minat|Destinasi Luar Negeri

Apresiasi yang semestinya berlanjut menjadi perubahan

Benyamin S Award adalah ajang apresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bagi lurah yang berupaya meningkatkan kualitas wilayah melalui lingkungan yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Pada penganugerahan Jumat, 30 Oktober, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan bahwa 10 lurah finalis akan diberangkatkan untuk belajar ke luar negeri. Langkah ini lebih bernilai daripada hadiah seremonial jika pengalaman yang diperoleh kelak diterapkan untuk warga. Pramono menyebut kesempatan itu dimaksudkan untuk memperluas wawasan dan mengubah cara pandang para lurah dalam menata daerah. Dengan demikian, ukuran keberhasilan program bukan sekadar perjalanan terlaksana, melainkan apakah gagasan baru berujung pada lingkungan yang lebih tertata dan pelayanan kelurahan yang lebih baik.

Rencana tersebut juga menjadi bentuk apresiasi bagi seluruh finalis BSA 2026, bukan hanya tiga kelurahan yang meraih penghargaan kategori. Kesepuluh finalis berasal dari Kebon Sirih, Kelapa Gading Timur, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari, dan Pulau Panggang. Memberi kesempatan kepada semua finalis memperkuat pesan bahwa pembenahan wilayah patut dihargai, sementara belajar dari tempat lain dapat menjadi bagian dari tanggung jawab seorang pemimpin lokal.

Belajar membandingkan, bukan sekadar berkunjung

Gagasan utama program ini tepat: lurah perlu melihat cara pengelolaan wilayah di luar lingkungan yang sudah mereka kenal. Pramono mengatakan para peserta diharapkan tidak terpaku pada kondisi wilayah sendiri dan dapat membandingkannya dengan pengelolaan di negara lain yang dinilai memiliki manajemen lebih baik. Negara yang disebut sebagai kemungkinan tujuan meliputi Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, dan China. Namun, perjalanan luar negeri tidak otomatis menghasilkan wawasan yang berguna. Agar program belajar lurah tak berubah menjadi kunjungan tanpa tindak lanjut, peserta perlu memiliki agenda pengamatan yang jelas, lalu menerjemahkan pelajaran sesuai kebutuhan tiap kelurahan. Praktik yang berhasil di satu tempat belum tentu cocok diterapkan mentah-mentah di Jakarta; yang penting adalah memahami prinsipnya dan menguji manfaatnya bagi warga.

Pramono meminta para lurah mulai bersiap, termasuk mempelajari bahasa Inggris sebagai bekal kunjungan. Persiapan itu sebaiknya disertai pertanyaan praktis: bagaimana wilayah menjaga kebersihan, mengelola ruang publik, atau melibatkan masyarakat? Sampai pengumuman tersebut, rincian program dan lama perjalanan belum dijelaskan. Keterbukaan mengenai tujuan pembelajaran, jadwal, dan hasil yang diharapkan akan membantu publik menilai manfaatnya. Pemerintah juga menyatakan anggaran keberangkatan akan dikelola secara transparan, sebuah komitmen penting untuk menjaga agar apresiasi ini dapat dipertanggungjawabkan.

Tantangan berikutnya: manfaat yang terasa di kelurahan

Benyamin Sueb Award merupakan kompetisi pemerintah provinsi yang mendorong kelurahan membenahi wilayah masing-masing. Tahun ini, pesertanya bertambah menjadi 52 kelurahan dari 27 pada tahun sebelumnya, meskipun Jakarta memiliki 267 kelurahan. Kenaikan partisipasi menunjukkan ajang ini mulai menjangkau lebih banyak wilayah, tetapi jarak menuju keterlibatan seluruh kelurahan masih besar. Pramono menargetkan semua kelurahan mengikuti kompetisi pada tahun depan. Perluasan itu akan lebih bermakna jika penghargaan dan program belajar ikut mendorong peningkatan yang merata, bukan hanya persaingan untuk menang.

Pada akhirnya, kesempatan bagi lurah belajar luar negeri patut dinilai dari apa yang kembali bersama mereka: pengetahuan yang bisa dibagikan, gagasan yang disesuaikan dengan kebutuhan setempat, dan perubahan yang dirasakan warga. Pemerintah perlu menjelaskan rancangan pembelajaran dan memastikan pengalaman para finalis dapat menjadi sumber belajar bagi kelurahan lain. Jika perjalanan ini disertai tujuan yang terukur dan tindak lanjut terbuka, apresiasi Benyamin S Award dapat berfungsi sebagai bekal kepemimpinan, bukan sekadar hadiah. Itulah standar yang layak dipakai untuk menilai keberhasilan program.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!