Verdik Akhir: SUV Plug-in Hybrid Keluarga yang Rasional, Bukan Sempurna
Wuling Eksion PHEV adalah SUV plug-in hybrid 7-seater dengan mesin hybrid 1500cc dan motor listrik yang mengutamakan efisiensi bahan bakar, performa harian yang sigap, serta kepraktisan untuk keluarga yang sering berkendara di dalam dan luar kota. Dari kacamata konsumen, mobil ini terasa paling masuk akal untuk pengguna yang mau berkomitmen mengisi daya rutin dan ingin menekan biaya BBM tanpa kehilangan tenaga. Namun, ia bukan pilihan universal: karakter mesin hybrid 1500cc yang mengandalkan motor listrik dan sistem DHT membuat pengalaman berkendara terasa berbeda dibanding SUV konvensional, dan potensi konsumsi BBM terbaiknya hanya keluar bila pola pakai dan pengisian baterai disiplin. Di kelas SUV plug-in hybrid, Eksion PHEV lebih cocok untuk pembeli yang peduli angka konsumsi dan performa akselerasi, bukan mereka yang mengejar rasa berkendara tradisional atau enggan repot dengan pengisian daya.
Mesin Hybrid 1500cc dan Konsumsi BBM: Seirit Apa Eksion PHEV?
Kekuatan utama Wuling Eksion PHEV ada pada kombinasi mesin 1.500 cc 4 silinder dan motor listrik yang terbukti irit bahan bakar. Mesin bensin 1.498 cc 4 silinder Atkinson Cycle menghasilkan 105 dk dan 130 Nm, sementara motor listriknya sanggup 195 dk dan 230 Nm. Dalam pengujian rute Dalam Kota yang padat, Wuling Eksion PHEV konsumsi BBM-nya tercatat 25,6 km/l. Pada rute Kombinasi antar kota, angkanya bahkan mencapai 30,3 km/l yang ideal untuk perjalanan jauh. Sebaliknya, di rute Tol dengan kecepatan tinggi konstan, konsumsi turun menjadi 19,6 km/l. Kutipan yang paling menggambarkan karakter mobil ini adalah: "Pada rute kombinasi antar kota, konsumsi BBM Wuling Eksion PHEV bisa mencapai 30,3 km/l". Artinya, efisiensi terbaik hadir saat kecepatan bervariasi dan sistem hybrid bisa bermain optimal, bukan saat digeber terus-menerus di tol.

Performa dan Rasa Berkendara: Cepat, Halus, Tapi Beda Rasa
Sebagai SUV plug-in hybrid, Eksion PHEV tidak sekadar irit; performanya juga di atas rata-rata. Teknologi powertrain plug-in hybrid yang digunakan menawarkan performa yang menjanjikan. Akselerasi 0–100 km/jam tuntas dalam 8 detik, sementara 0–60 km/jam hanya 4,1 detik berkat torsi besar motor listrik. Akselerasi tengah 60–80 km/jam pun hanya 1,7 detik, dan jarak 0–402 meter bisa diselesaikan dalam 16,1 detik. Sistem DHT (Dedicated Hybrid Transmission) bekerja cerdas membagi tenaga mesin dan motor listrik untuk efisiensi optimal, sekaligus memberi sensasi percepatan tanpa jeda berarti. Di kecepatan rendah, orientasi tenaga listrik membuat mesin bensin sering hanya berperan sebagai generator. Konsekuensinya, karakter suara dan responnya terasa lebih mirip mobil listrik dengan tambahan suara mesin, bukan SUV bensin murni; sebagian orang akan suka, sebagian lain butuh waktu untuk terbiasa.
| Aspek Performa | Angka Uji | Catatan |
|---|---|---|
| 0–60 km/jam | 4,1 detik | Respons awal kuat berkat torsi motor listrik |
| 0–100 km/jam | 8 detik | Untuk SUV 7-seater, ini tergolong kencang |
| 60–80 km/jam | 1,7 detik | Menyalip di kecepatan menengah terasa mudah |
| 0–402 meter | 16,1 detik | Menunjukkan performa stabil hingga kecepatan tinggi |

Kepraktisan 7-Seater dan Efisiensi Hybrid untuk Keluarga
Eksion PHEV diposisikan sebagai mobil keluarga dalam format SUV 7-seater berteknologi plug-in hybrid. Konfigurasi 7 penumpang dan powertrain plug-in hybrid ini memang menyasar kebutuhan perjalanan jauh, baik dari sisi akomodasi maupun efisiensi. Dengan baterai 20,5 kWh, mobil bisa melaju hingga 170 km hanya dengan tenaga listrik saat baterai penuh. Dalam praktik harian, ini berarti banyak rutinitas dalam kota bisa diselesaikan nyaris tanpa bensin, selama pengguna rajin mengisi daya. Sistem DHT yang cerdas membuat transisi antara mesin dan motor listrik halus dan efisien, sehingga penumpang merasakan perjalanan yang tenang, terutama di kecepatan rendah. Namun, sebagai SUV plug-in hybrid, pemilik harus siap dengan kebutuhan infrastruktur pengisian dan kebiasaan baru mengatur kapan mobil di-charge agar manfaat efisiensi dan performa betul-betul terasa maksimal.

Buy if / Skip if
- Buy the Wuling Eksion PHEV if Anda mencari SUV plug-in hybrid 7-seater yang menggabungkan efisiensi tinggi dan performa akselerasi kuat untuk pemakaian harian dan luar kota.
- Skip the Wuling Eksion PHEV if Anda tidak mau repot mengisi daya baterai secara rutin dan lebih nyaman dengan SUV bensin konvensional tanpa sistem hybrid.
- Buy the Wuling Eksion PHEV if Anda ingin menekan biaya bahan bakar dengan memaksimalkan mode listrik hingga 170 km saat baterai penuh dan konsumsi 25–30 km/l di rute padat dan kombinasi.
- Skip the Wuling Eksion PHEV if sebagian besar perjalanan Anda adalah tol dengan kecepatan tinggi konstan, di mana konsumsi BBM turun ke sekitar 19,6 km/l dan keunggulan efisiensi berkurang.
- Buy the Wuling Eksion PHEV if Anda butuh kabin 7 penumpang yang praktis untuk keluarga, namun tetap menginginkan rasa berkendara mirip mobil listrik dengan torsi instan.
- Skip the Wuling Eksion PHEV if Anda lebih mengutamakan rasa mesin besar tradisional dan tidak menyukai karakter transmisi DHT serta suara mesin yang kadang hanya berperan sebagai generator.






