Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

ISEF dan Ambisi Menjadi Pusat Keuangan Halal Dunia

ISEF dan Ambisi Menjadi Pusat Keuangan Halal Dunia
Minat|Asia Tenggara

ISEF sebagai festival ekonomi syariah: lebih dari seremoni tahunan

Festival ekonomi syariah ISEF adalah ajang tahunan yang menggabungkan konferensi, pameran, dan edukasi untuk mempercepat pengembangan ekosistem keuangan syariah, menghubungkan pelaku usaha halal dengan pasar, pembiayaan, dan kebijakan, sekaligus menguji konsistensi visi menjadi pusat ekonomi syariah global melalui sinergi UMKM, industri halal, dan pasar keuangan syariah. ISEF edisi ke-13 digelar pada 14–18 Oktober di Jakarta International Convention Center (JICC), dibuka oleh Gubernur Bank Sentral Destry Damayanti bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo. Fakta bahwa tema yang diangkat adalah “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital” menunjukkan ambisi yang jelas: festival ini bukan sekadar panggung seremonial, tetapi alat kebijakan. Dengan lebih dari 100 rangkaian kegiatan yang terbagi dalam Sharia Forum, Sharia Fair, dan Sharia Education & Literacy, ISEF diposisikan sebagai mesin penggerak ekosistem, bukan kalender acara biasa.

UMKM ekonomi syariah: tulang punggung industri halal nasional

Jika ambisi pusat keuangan halal ingin terasa di akar rumput, UMKM ekonomi syariah harus ditempatkan di garis depan. ISEF 2026 menjadi platform strategis yang mempertemukan Pelaku Usaha Syariah dengan calon pembeli, distributor, aggregator, investor, dan mitra pembiayaan syariah untuk memperluas jejaring bisnis serta membuka peluang pasar yang lebih luas. Lebih dari 1.000 pelaku industri halal dan 1.200 mitra strategis terlibat, termasuk UMKM binaan kantor perwakilan bank sentral di Sibolga yang mewakili 16 kabupaten/kota. Kehadiran Rumah Tenun Nadira, PDM Coffee, Ratu Kelor, Dapur Hanum, Tobatos, dan MJ Coffee bukan sekadar pamer produk; ini adalah uji nyata apakah rantai nilai halal nasional mampu mengangkat pelaku lokal naik kelas. Menurut pernyataan resmi, partisipasi UMKM ini menjadi simbol optimisme dan ketangguhan pelaku usaha lokal di tengah pemulihan pascabencana akhir 2025, sekaligus bukti bahwa ekosistem halal bisa menjadi alat pemulihan ekonomi daerah, bukan hanya jargon.

ISEF dan Ambisi Menjadi Pusat Keuangan Halal Dunia

Peran bank sentral: dari regulator ke arsitek pasar keuangan syariah

Ambisi keuangan syariah Indonesia tidak akan bergerak tanpa peran aktif bank sentral sebagai arsitek pasar, bukan sekadar penjaga stabilitas. Dalam momentum pembukaan ISEF, bank sentral meluncurkan tiga program unggulan untuk memperkuat pasar keuangan syariah, tata kelola zakat, dan pengembangan sumber daya manusia. Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC) disusun bersama asosiasi pasar uang dan pasar valuta asing serta otoritas jasa keuangan sebagai pedoman transaksi pasar keuangan syariah untuk memperkuat integritas dan efisiensi. Di sisi sosial, Indeks Penerapan Prinsip Utama Zakat 2.0 menambahkan dimensi manajemen risiko untuk memperbaiki tata kelola zakat. Program beasiswa internasional berbasis dana sosial syariah menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan wakaf dipandang sebagai instrumen produktif, bukan hanya amal konsumtif. Sejalan dengan tema ISEF, kantor perwakilan di daerah mengartikulasikan mandat sebagai AIR (Akselerator, Inisiator, Regulator) melalui peningkatan kapasitas, digitalisasi usaha, standardisasi produk, dan perluasan akses pembiayaan syariah. Ini adalah langkah penting: regulator memilih turun ke lapangan, bukan bersembunyi di balik regulasi abstrak.

Data capaian: sinyal kuat, tapi belum tiket otomatis ke panggung global

Secara angka, ekosistem keuangan syariah Indonesia tampak menjanjikan. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy 2025/2026, posisi tetap bertahan di peringkat keempat dunia. Di dalam negeri, rantai nilai halal tumbuh 5,5 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Penerbitan green sukuk di pasar domestik mencapai Rp108,9 triliun per Juni 2026, menunjukkan bahwa instrumen keuangan syariah mulai digunakan untuk pembiayaan berkelanjutan. Kutipan penting yang layak dicermati: "Rantai nilai halal tumbuh 5,5 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional." Namun angka-angka ini belum otomatis menjamin status pusat keuangan halal dunia. Pertanyaannya: apakah pertumbuhan tersebut sudah dirasakan pelaku usaha kecil yang hadir di ISEF? Melalui ISEF, UMKM binaan memperoleh fasilitasi perluasan jaringan distribusi dan pemasaran hingga memperkuat kesiapan usaha untuk tumbuh secara berkelanjutan. Tanpa transformasi nyata di level pelaku, peringkat global hanya akan menjadi statistik yang enak dikutip, tapi kosong makna.

Menuju ekosistem halal terintegrasi: kolaborasi atau sekadar koeksistensi?

Visi besar yang terus diulang adalah menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia melalui pengembangan industri halal, pendalaman pasar keuangan syariah, serta penguatan sinergi dan transformasi digital. ISEF memperkuat rantai nilai halal nasional sekaligus mendorong akselerasi digitalisasi UMKM. Di atas kertas, integrasi industri halal nasional dan pasar keuangan syariah sudah mulai terbentuk: festival ekonomi syariah mempertemukan pelaku usaha dengan pembiayaan, regulator merapikan kode etik pasar, dan dana sosial syariah diarahkan ke pengembangan sumber daya manusia. Namun tantangan ke depan adalah memastikan kolaborasi nyata, bukan sekadar koeksistensi sektor. Kantor perwakilan bank sentral menegaskan komitmen untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam pengembangan pelaku usaha syariah melalui peningkatan kapasitas, perluasan akses pasar dan distribusi, digitalisasi usaha, standardisasi produk, hingga perluasan akses pembiayaan syariah. Kesimpulannya, ISEF sudah menjadi platform strategis akselerasi ekosistem; langkah berikutnya adalah mengukur seberapa jauh festival ini mengubah perilaku pasar, membuka lapangan kerja, dan mengurangi ketimpangan. Tanpa indikator dampak yang jelas, ambisi pusat keuangan halal akan tetap berada di ruang wacana, bukan realitas.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!