Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Puluhan Ribu Pegawai Kumpulkan 31 Ribu Liter Jelantah

Puluhan Ribu Pegawai Kumpulkan 31 Ribu Liter Jelantah
Minat|Pertukangan Kayu

Gerakan besar yang menjangkau seluruh wilayah

Pengumpulan minyak jelantah adalah upaya menghimpun minyak goreng bekas agar tidak dibuang sembarangan atau terus dipakai berulang kali, melainkan dikelola secara lebih bertanggung jawab. Di Jawa Tengah, gerakan ini mencapai skala yang patut diperhitungkan: 60.680 ASN dan pegawai BUMD mengumpulkan 31.032,44 liter jelantah dari seluruh 35 kabupaten/kota. Capaian tersebut bukan sekadar angka besar, tetapi bukti bahwa kebiasaan mengelola limbah rumah tangga bisa dibangun melalui jaringan kerja yang luas. Pemprov Jawa Tengah pun menerima rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas gerakan tersebut. Namun, nilai sebuah rekor tidak berhenti pada piagam. Ukuran keberhasilannya ialah apakah pengumpulan terus berlangsung dan menjangkau warga di luar lingkungan pegawai pemerintah.

Rekor bermakna jika gerakan berlanjut

Piagam rekor MURI diserahkan oleh Senior Representative MURI Wilayah Semarang dan Jawa Tengah, Ari Andriani, kepada Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen pada Senin, 2 November 2026, di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Semarang. Taj Yasin menerima penghargaan mewakili Gubernur Ahmad Luthfi. Momentum penghargaan ini layak dirayakan, tetapi keberhasilan program seharusnya dinilai dari perubahan perilaku, bukan seremoni semata. Taj Yasin menekankan bahwa persoalan jelantah juga berkaitan dengan kesehatan: masyarakat perlu didorong agar tidak mengonsumsi minyak yang telah digunakan berkali-kali. Pesan itu memperluas alasan untuk ikut serta. Mengumpulkan minyak bekas bukan hanya mengurangi potensi pencemaran, melainkan juga mengingatkan keluarga agar lebih cermat dalam penggunaan minyak goreng.

Membuka jalan bagi daur ulang minyak jelantah

Gerakan ini didukung PT Biosirkular Inovasi Indonesia dan PT Gapura Mas Lestari, dengan kerja pengumpulan yang menjangkau tingkat provinsi hingga daerah. Nilai ekonomi dari jelantah yang terkumpul ditaksir mencapai Rp217.227.000. Angka itu menunjukkan bahwa limbah dapur dapat memiliki nilai ketika dihimpun dan dikelola, meski manfaatnya bergantung pada sistem yang konsisten dan bertanggung jawab. Untuk memperluas akses warga, Biosirkular menghadirkan BioDrop, mesin ATM minyak jelantah yang memungkinkan masyarakat menyetorkan minyak bekas serta memperoleh pencatatan nilai secara digital. Inovasi semacam ini dapat membuat partisipasi lebih praktis, tetapi jangkauan 35 kabupaten/kota baru menjadi awal. Daur ulang minyak jelantah perlu didukung titik setoran yang mudah diakses, edukasi keluarga, dan pengelolaan yang berkelanjutan agar capaian besar tidak berhenti sebagai rekor.

Dari piagam menuju kebiasaan

Capaian 31.032,44 liter dari 60.680 pegawai memberi Pemprov Jawa Tengah modal kuat untuk memperluas gerakan, tetapi keberlanjutannya ditentukan oleh keterlibatan masyarakat sehari-hari. Pelibatan kader PKK dan Posyandu dalam edukasi hingga tingkat keluarga dapat membantu menjembatani program pemerintah dengan kebiasaan rumah tangga. Langkah berikutnya semestinya berfokus pada kemudahan menyetor jelantah dan kejelasan pengelolaannya, bukan sekadar mengejar angka baru. Rekor MURI jelantah paling bernilai jika mendorong lebih banyak warga untuk berhenti membuang minyak bekas sembarangan dan tidak menggunakannya berulang kali. Dengan sistem setoran yang mudah serta edukasi yang berkesinambungan, gerakan lintas 35 kabupaten/kota ini berpeluang tumbuh menjadi praktik lingkungan yang nyata. Piagam telah diraih; tantangan sesungguhnya adalah menjaga kebiasaan itu tetap hidup.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!