Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Xiaomi 18 Fold: Ponsel Lipat Flagship dengan Chip XRING O3 dan Kamera Leica 200MP

Xiaomi 18 Fold: Ponsel Lipat Flagship dengan Chip XRING O3 dan Kamera Leica 200MP
Minat|Memilih dan Membeli Ponsel

Apa Itu Xiaomi 18 Fold dan Mengapa Penting?

Xiaomi 18 Fold adalah ponsel lipat flagship berdesain ringkas seukuran paspor dengan layar berproporsi kertas A4, memakai chip XRING O3 buatan sendiri, kamera utama Leica 200MP, serta baterai 6000mAh yang ditujukan untuk memadukan kinerja tinggi dan portabilitas dalam satu perangkat lipat modern. Xiaomi resmi meluncurkan Xiaomi 18 Fold pada 7 September 2026 sebagai tonggak baru strategi perangkat lipat dan prosesor internal mereka. Secara konsep, perangkat ini bukan sekadar “versi lipat” dari flagship biasa, tetapi sebuah eksperimen agresif: desain compact, dapur pacu 3nm, dan sistem kamera kolaborasi Leica digabung dalam form factor yang beratnya hanya 219 gram—menjadikannya ponsel lipat Xiaomi paling ringan hingga kini. Di pasar ponsel lipat flagship, 18 Fold jelas didesain sebagai pernyataan bahwa Xiaomi ingin menguasai hardware inti, bukan hanya bermain di ranah harga dan spesifikasi generik.

Desain Ringkas Seukuran Paspor: Lipat, Tipis, tapi Serius

Secara desain, Xiaomi 18 Fold berangkat dari obsesi pada ergonomi: ukuran seukuran paspor dengan layar berproporsi kertas A4 membuatnya terasa seperti membawa buku catatan digital alih-alih tablet mini yang canggung. Layar utama membentang hingga 7,58 inci dengan refresh rate adaptif 1–120Hz LTPO, sementara layar luar 5,38 inci dirancang tetap nyaman digunakan satu tangan. Dengan bobot 219 gram, Xiaomi 18 Fold menjadi ponsel lipat paling ringan dari Xiaomi sejauh ini, sebuah titik penting karena keluhan terbesar ponsel lipat sering kali soal berat dan ketebalan. Rangka aluminium 7000-series dan Xiaomi Shield Glass 3.0 di layar luar serta panel belakang, plus struktur kaca dua lapis di layar dalam yang diklaim meningkatkan ketahanan benturan hingga 258 persen dan bertahan dari jatuh 1,2 meter, menegaskan bahwa desain ringkas di sini tidak mengorbankan daya tahan.

Chip XRING O3: Langkah Berani ke Prosesor Proprietary

Yang membuat Xiaomi 18 Fold benar-benar menarik adalah chip XRING O3 buatan sendiri, menjadi chipset 3nm internal pertama yang dipakai di lini flagship lipat Xiaomi. Ini bukan sekadar upgrade performa, melainkan pernyataan bahwa Xiaomi ingin mengendalikan otak perangkatnya. Menurut data resmi, XRING O3 menawarkan peningkatan performa hingga 60 persen dan efisiensi daya 25 persen dibanding generasi sebelumnya, didukung GPU G2-Ultra NX 16 core yang meningkatkan performa grafis hingga 85 persen sekaligus menurunkan konsumsi daya hingga 64 persen. NPU quad-core baru dengan kemampuan hingga 200 TOPS diklaim mempercepat proses AI hingga 45 persen. Dipadukan RAM LPDDR6 dan penyimpanan hingga 1TB, plus baterai 6000mAh dengan pengisian 67W kabel dan 50W nirkabel, Xiaomi 18 Fold jelas diposisikan sebagai ponsel lipat flagship yang tidak kompromi soal tenaga maupun efisiensi.

Kamera Leica 200MP: Ambisi Fotografi Serius di Ponsel Lipat

Di ranah fotografi, Xiaomi 18 Fold tidak ingin sekadar “cukup bagus untuk ponsel lipat”; ia ingin menantang ponsel kamera konvensional. Sistem triple camera Leica mengandalkan sensor utama HP5 200MP berukuran 1/1,56 inci dengan HDR bawaan dan kemampuan zoom lossless langsung dari sensor. Modul telefoto periskop 50MP dengan focal length 80mm dapat memperluas jangkauan hingga 160mm tanpa kehilangan detail, berkat desain periskop terbalik yang juga membantu membuat modul kamera lebih ringkas. Dalam konteks ponsel lipat, kombinasi ini signifikan: biasanya perangkat lipat harus berkompromi pada kamera karena keterbatasan ruang. Keputusan Xiaomi menyematkan kamera Leica 200MP di form factor seukuran paspor mengirim pesan jelas bahwa mereka tidak mau lagi menempatkan ponsel lipat di kelas “produk kompromi”, melainkan sebagai alternatif penuh untuk pengguna yang serius dengan fotografi. Xiaomi 18 Fold, dengan kamera Leica 200MP, berani memposisikan diri sebagai salah satu solusi fotografi paling ambisius di kategori ponsel lipat flagship.

Ekosistem HyperOS 4 dan Masa Depan Xiaomi 18 Fold

Peluncuran Xiaomi 18 Fold terjadi di pekan yang sama dengan dibukanya Program Beta Global HyperOS 4, yang menandai tiga momen besar dalam ekosistem Xiaomi: dimulainya uji HyperOS 4, presentasi 18 Fold dengan XRING O3, dan peluncuran keluarga SUV SkyNomad dengan jangkauan gabungan hingga 1.705 km. HyperOS 4 sendiri membawa peningkatan seperti penjadwalan beban kerja presisi, pra-pemuatan memori, dan desain Soft Light Glass, walau untuk saat ini baru tersedia dalam program beta terbatas. Di sisi lain, untuk Xiaomi 18 Fold, hingga kini belum ada jadwal peluncuran resmi di Indonesia maupun konfirmasi perilisan internasional atau Eropa. Artinya, perangkat ini masih berstatus “primadona domestik” yang menunggu kesempatan tampil global. Kesimpulannya, Xiaomi 18 Fold adalah demonstrasi teknologi: jika kelak rilis global, ia berpotensi mengubah standar ekspektasi terhadap ponsel lipat flagship—dari sekadar inovasi bentuk, menjadi integrasi penuh antara desain, prosesor proprietary, dan kamera kelas atas.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

Related Products

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!