Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Xiaomi 18 Fold: Mid-Fold, Chip Xring O3, dan Kamera Leica

Xiaomi 18 Fold: Mid-Fold, Chip Xring O3, dan Kamera Leica
Minat|Memilih dan Membeli Ponsel

Mid-Fold: Jawaban Xiaomi atas Dilema Ponsel Lipat

Xiaomi 18 Fold adalah ponsel lipat Xiaomi pertama yang mengusung desain mid-fold, yaitu format lipat yang berada di tengah antara ponsel lipat kecil bergaya clamshell dan ponsel lipat besar bergaya buku, dengan tujuan menghadirkan keseimbangan antara portabilitas, ukuran layar, dan kenyamanan penggunaan harian. Xiaomi tidak sekadar meluncurkan perangkat baru, tetapi mencoba mendefinisikan ulang kategori ponsel lipat itu sendiri. Konsep mid-fold lahir dari pengamatan bahwa ponsel lipat besar memberi layar lega, namun layar luar kecil yang malah lebih sering dipakai, sementara ponsel lipat ringkas mengorbankan pengalaman visual demi ukuran yang mudah dibawa. Dengan dimensi yang ketika dilipat hampir setara paspor dan bobot ringan untuk penggunaan satu tangan, 18 Fold jelas dirancang sebagai kompromi cerdas: cukup ramping untuk dibawa, namun tetap serius sebagai perangkat produktivitas dan hiburan.

Xiaomi 18 Fold: Mid-Fold, Chip Xring O3, dan Kamera Leica

Desain dan Engsel Dragon Bone: Mid-Fold yang Serius soal Ketahanan

Secara fisik, desain mid-fold Xiaomi 18 Fold terasa matang, bukan eksperimen setengah hati. Layar luar 5,38 inci dan layar dalam 7,58 inci sama-sama memakai rasio 2:1 terinspirasi proporsi kertas, sehingga antarmuka terasa natural untuk baca, nonton, dan multitasking. Saat dibuka, ketebalan hanya 5,02 mm dan menjadi 10,68 mm ketika dilipat, dengan bobot 219 gram—angka yang menempatkannya dekat wilayah ponsel reguler ketimbang tablet lipat berat. Pilihan bingkai datar, sudut membulat, serta modul kamera oval membuatnya tampak lebih seperti flagship klasik yang kebetulan bisa dilipat, bukan gadget eksperimental. Kuncinya ada di engsel dragon bone generasi baru, dipadukan Dragon Bone Hinge, paduan aluminium seri 7, Dragon Crystal Glass 3.0, dan dua lapisan UTG pada layar lipat. Xiaomi mengklaim perangkat ini mampu bertahan jatuh dari 1,2 meter dan telah melewati 492 putaran uji tekanan, menunjukkan bahwa daya tahan benar-benar dijadikan prioritas, bukan sekadar jargon pemasaran.

Xiaomi 18 Fold: Mid-Fold, Chip Xring O3, dan Kamera Leica

Chip Xring O3 dan Surge OS 4: Ambisi AI di Ponsel Lipat

Di balik layar, Xiaomi 18 Fold menempatkan chip Xring O3 sebagai jantung strategi AI mereka. Ini bukan sekadar soal kecepatan; Xiaomi terang-terangan mengincar efisiensi dan kecerdasan di perangkat. Chip Xring O3 diklaim sebagai chip flagship berbasis AI pertama yang menembus lima juta poin di AnTuTu, dan angka itu bukan hiasan: kinerja CPU multi-core naik 60%, sementara konsumsi daya turun 25% pada beban sedang dan rendah; performa GPU naik 85% dengan daya 64% lebih rendah. Dengan NPU yang sanggup menghasilkan 200 TOPS Tensor compute dan 3,13 TFLOPS vector performance, ponsel ini jelas dipersiapkan untuk pemrosesan AI lokal, mulai dari fotografi komputasional hingga fitur produktivitas. Kombinasi Surge OS 4 dan model AI MiMo bawaan menegaskan bahwa Xiaomi ingin mengontrol seluruh tumpukan teknologi: dari hardware, software, sampai model AI, sehingga pengalaman khas—misalnya pengenalan konteks saat multitasking di layar lipat—bisa dirancang lebih menyatu.

Kamera Leica dan Baterai 6.000mAh: Mengangkat Standar Ponsel Lipat

Jika banyak ponsel lipat masih kompromi di sektor kamera, Xiaomi 18 Fold mengambil jalur berlawanan. Xiaomi mengonfirmasi keterlibatan Leica dalam merancang dan mengoptimalkan sistem kamera, menghadirkan konfigurasi tiga kamera: utama 200 megapiksel, telefoto periskop 50 megapiksel dengan zoom optik 3,5x, dan ultra-wide 50 megapiksel. Dengan spesifikasi seperti ini, 18 Fold tidak lagi tampak sebagai ponsel lipat yang "cukup bagus" untuk foto, tetapi menargetkan level fotografi profesional di kelas perangkat lipat. Hal menarik lainnya adalah baterai Jinshajiang 6.000mAh berdesain high-silicon dengan kepadatan energi 920Wh/L, serta dukungan pengisian 67W kabel dan 50W nirkabel. Untuk format yang hanya 5,02 mm saat dibuka, kapasitas sebesar itu menunjukkan prioritas nyata pada daya tahan, bukan hanya angka performa. Ditambah debut RAM LPDDR6 dari Changxin Memory pada varian tertinggi, 18 Fold memosisikan diri sebagai perangkat lipat yang tidak mengorbankan spesifikasi demi desain.

Xiaomi 18 Fold: Mid-Fold, Chip Xring O3, dan Kamera Leica

Posisi di Pasar dan Apa Selanjutnya untuk Xiaomi 18 Fold

Peluncuran resmi Xiaomi 18 Fold dilakukan dalam acara flagship musim gugur, menandai gebrakan besar Xiaomi di pasar ponsel lipat global. Presiden Xiaomi Group, Lu Weibing, secara jelas menyebut perangkat ini sebagai jajaran flagship paling canggih mereka yang disiapkan untuk bersaing langsung dengan lini nomor utama. Itu berarti 18 Fold tidak diposisikan sebagai produk sampingan, melainkan pusat strategi premium Xiaomi. Konsep mid-fold yang memposisikan diri tepat di tengah ponsel lipat besar dan kecil sebagai jalan keluar seimbang, bila diterima pengguna, berpotensi menjadi pola desain baru bagi generasi lipat berikutnya. Pemesanan sudah dibuka di pasar asal, dengan penjualan resmi dijadwalkan mulai 10 September, dan peluncurannya akan ditemani perangkat lain seperti N70 Pro, N70 Max, N90 Max, serta tablet Pad 9 Pro Max yang juga membawa chip Xring O3. Secara keseluruhan, Xiaomi 18 Fold terlihat seperti deklarasi keras: era ponsel lipat Xiaomi dimulai bukan dengan kompromi, tetapi dengan ambisi penuh pada desain, AI, dan fotografi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!