Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Sibuk Bekerja, Tetap Hadir untuk Anak

Sibuk Bekerja, Tetap Hadir untuk Anak
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Kehadiran dimulai dari komunikasi yang terbuka

Komunikasi orang tua anak adalah kebiasaan untuk saling berbagi perasaan dan pengalaman sehari-hari, sehingga anak merasa didengar dan orang tua memahami apa yang sedang mereka hadapi. Bagi orang tua sibuk, kebiasaan ini lebih bermakna daripada menunggu waktu luang panjang yang belum tentu datang. Mulailah dengan pertanyaan sederhana tentang hal yang menyenangkan atau membuat anak kesal hari itu, lalu dengarkan tanpa buru-buru menghakimi atau memberi solusi. Ceritakan juga perasaan orang tua dengan bahasa yang sesuai usia anak; keterbukaan bukan berarti membebani mereka, melainkan memberi contoh bahwa emosi boleh dibicarakan. Astri Wahyuni, Corporate Affairs Director di ParagonCorp dan ibu dari Zee, 18, serta Alee, 16, mengatakan keluarganya terbiasa bercerita ketika sedang stres maupun bahagia agar setiap anggota keluarga dapat memahami peran yang dibutuhkan. Percakapan rutin seperti ini membangun kedekatan, bahkan saat jadwal keluarga padat.

Sibuk Bekerja, Tetap Hadir untuk Anak

Waktu singkat tetap bisa menjadi perhatian penuh

Waktu bersama yang terbatas bukan alasan untuk membiarkan hubungan berjalan dengan sisa perhatian. Setelah pekerjaan selesai, sisihkan momen singkat tanpa layar: makan bersama, membaca, bermain, atau mengobrol sebelum tidur. Pilih kegiatan yang sesuai usia dan minat anak, lalu hadir sepenuhnya selama kegiatan itu. Perhatian untuk anak tidak harus berupa agenda besar; respons hangat terhadap cerita mereka dan kesempatan bereksplorasi bersama sudah membuat interaksi terasa berarti. Dokter Spesialis Anak dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menyampaikan dalam podcast yang tayang pada 22 Juni 2024 bahwa anak tetap membutuhkan keterlibatan orang tua dalam kesehariannya. Ia juga mengingatkan bahwa orang tua yang bekerja perlu tetap menyediakan waktu untuk berinteraksi setelah pekerjaan selesai. Konsistensi lebih berguna daripada janji untuk mengganti waktu yang terlewat dengan perhatian berlebihan sesekali.

Pengasuh membantu, tetapi tidak menggantikan orang tua

Menitipkan anak kepada pengasuh tepercaya dapat menjadi bagian dari pengasuhan yang realistis, bukan tanda orang tua gagal hadir. Kakek-nenek, babysitter, asisten rumah tangga, maupun daycare dapat membantu keluarga yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan anak. Namun, bantuan itu sebaiknya melengkapi keterlibatan orang tua, bukan mengambil alih seluruh kebutuhan anak akan perhatian dan stimulasi. Bicarakan rutinitas, minat, dan perubahan perilaku anak dengan pengasuh; tanyakan kegiatan apa yang dilakukan dan stimulasi apa yang didapatkan. Setelah pulang, sambungkan pengalaman anak bersama pengasuh dengan percakapan langsung. Dengan begitu, orang tua tetap mengetahui keseharian anak dan dapat menindaklanjuti kebutuhan yang muncul. Dukungan pengasuh yang baik bukan alasan untuk menyerahkan hubungan emosional, melainkan cara agar anak memperoleh perawatan konsisten sambil tetap memiliki orang tua yang terlibat.

Bangun pola yang realistis dan berkelanjutan

Tidak ada jadwal keluarga yang sempurna, jadi pilih pola komunikasi dan kebersamaan yang sanggup dijaga, bukan standar yang menambah rasa bersalah. Tetapkan momen rutin untuk saling bercerita, meski hanya beberapa menit, dan sepakati dengan pasangan atau pengasuh cara berbagi informasi tentang hari anak. dr. Aisya menyebut bahwa pekerja perempuan dapat memperoleh cuti tiga bulan dan pemerintah pernah menyampaikan kebijakan cuti enam bulan. Terlepas dari panjang cuti, tumbuh kembang anak membutuhkan perhatian dan stimulasi yang berlanjut setelah orang tua kembali bekerja. Ukur keberhasilan bukan dari lamanya waktu bersama, melainkan dari apakah anak mendapat kesempatan berbicara, bermain, dan merasa diperhatikan. Orang tua juga perlu mengelola tenaga sendiri agar bisa hadir dengan sabar, bukan sekadar berada di ruangan yang sama. Kesimpulannya, pekerjaan dan pengasuhan dapat berjalan berdampingan ketika percakapan dijaga, perhatian diberikan secara langsung, dan pengasuh dilibatkan tanpa menggantikan ikatan orang tua-anak.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!