Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Yang benar-benar kupakai dan kubawa ke kelas hot mat pilates

Yang benar-benar kupakai dan kubawa ke kelas hot mat pilates
Minat|Pilates

Lima menit pertama kelas hot mat pilates adalah bagian yang paling jujur dari seluruh seminggu olahragaku. Belum ada gerakan aneh-aneh, baru pemanasan ringan, dan kaosku sudah setengah basah. Kalau kamu baru mendengar soal kelas ini dari teman atau dari feed yang penuh video ruangan merah menyala, tulisan ini adalah semua yang kupelajari sebagai orang yang rutin masuk ruangan panas: apa yang kupakai, apa yang kubawa, dan berapa sebenarnya biaya sekali datang.

Ruangan sampai 40 derajat, dan keringat yang tidak menunggu warm-up

Peserta hot mat pilates melakukan posisi push-up di atas matras di studio berdinding batu oranye, peserta lain berlatih di belakangnya

Hot mat pilates pada dasarnya mat pilates biasa, hanya pindah ke ruangan yang dipanaskan. Rentang suhunya lebar, sekitar 27 sampai 40 derajat Celsius, dan banyak studio di Jakarta menyetelnya di 32 sampai 38 derajat. Sebagian studio tidak cuma memanaskan ruangan: matrasnya sendiri diberi infrared supaya panas terasa dari bawah badan.

Format kelasnya umumnya 50 menit. Sekitar 40 menit pertama isi gerakan inti, dan 10 menit terakhir dipakai stretching serta pendinginan, jadi jangan keluar studio tepat di menit ke-40 karena merasa sudah selesai. Jenis kelasnya juga bercabang seperti yoga: ada yang flow dan lambat, ada yang fokus core, ada yang strength pakai dumbbell. Di satu kelas strength yang kuikuti, dumbbell yang disediakan 5 kg dan boleh diturunin ke 2 kg atau 1 kg kalau keberatan.

Yang bikin beda dari pilates biasa bukan gerakannya, tapi kecepatannya badan kehabisan kenyamanan. Di ruangan sepanas itu, napas terasa lebih pendek, pegangan tangan ke matras lebih licin, dan otot yang biasanya kuat menahan 30 detik jadi gemetar di detik ke-20. Suhu ruangan yang tinggi memang bikin jantung bekerja lebih cepat dan otot terasa lebih lentur, tapi efek sampingnya ya itu: semua jadi lebih berat tanpa gerakannya berubah.

Outfit: tipis, cepat kering, dan jangan sekali-kali katun

Peserta kelas hot mat tampak dari belakang berlutut di atas matras sambil mengikatkan handuk di pinggang di studio bercahaya redup

Setelah beberapa kali salah kostum, setelanku sekarang sederhana: atasan tipis yang cepat kering, bawahan bike shorts atau legging tipis, dan sport bra support menengah. Di kelas mat tidak ada lompatan seperti lari, jadi bra tidak perlu level anti-guncang tertinggi; yang penting tidak pengap dan tidak menyimpan air.

Katun adalah musuh di ruangan panas. Kaos katun menyerap keringat lalu menempel di punggung seperti handuk basah, dan baunya tinggal sampai tempat parkir. Hoodie dan waist trainer lebih parah lagi: keduanya cuma menjebak panas dan air, bukan membakar lemak, dan di ruangan 38 derajat risikonya pusing bukan hasil.

Untuk legging versus bike shorts, aku pilih sesuai kelas. Kelas flow yang banyak posisi berbaring, bike shorts lebih adem dan tidak ada bahan menumpuk di belakang lutut. Kelas strength yang banyak berdiri dan angkat dumbbell, legging tipis terasa lebih aman karena paha tidak saling menempel saat berkeringat. Buat yang berhijab, kelas hot mat ramai peserta hijab dan pilihannya sama saja: bahan hijab tipis yang cepat kering, bukan jersey tebal yang kalau basah jadi berat di leher.

Bawaan: handuk matras bukan opsional

Tangan menunjuk deretan gantungan pada dinding kayu ruang ganti studio hot mat pilates

Barang pertama yang wajib ada di tas bukan botol minum, tapi handuk matras. Keringat yang menetes ke matras bikin permukaan licin, dan tangan yang slip saat plank adalah cara tercepat cedera pergelangan. Sebagian studio menyewakan handuk pilates sekitar Rp20.000 per sesi, tapi punya sendiri jauh lebih tenang karena ukurannya pas sepanjang matras.

Sisanya praktis: handuk kecil untuk wajah, botol 750 ml sampai 1 liter, dan satu set baju ganti lengkap sampai pakaian dalam. Sepatu tidak banyak dipakai di dalam studio karena kelas mat dilakukan tanpa alas kaki atau pakai grip socks; beberapa studio malah mewajibkan grip socks demi kebersihan matras yang dipakai bergantian, jadi cek aturan studio saat booking dan bawa dari rumah kalau punya.

Yang tidak perlu dibawa biasanya sudah disediakan: gantungan untuk handuk dan tas di ruang ganti, ikat rambut, sampai hair dryer dan toiletries di meja rias. Datang bawa badan, handuk, dan air saja sudah cukup.

Harga sekali datang di Jakarta, dan apa yang kamu dapat

Meja rias studio dengan hair dryer, ikat rambut, dan toiletries tersusun di nampan kayu

Ini bagian yang paling sering ditanya, dan jawabannya bervariasi tergantung studio dan paket. Angka di bawah harga yang tertera untuk sekali datang atau paket kecil, bukan member tahunan.

Studio (area)HargaCatatan
Asaria (Kemang)Rp600.000 untuk 3 sesikelas 50 menit, free sauna dan cold plunge
The Mat Jakarta (Wolter Monginsidi)Rp600.000 untuk 3 sesifree sauna, cold plunge, dan refreshments
Blaze (Gandaria)Rp250.000 per sesisewa handuk pilates Rp20.000, dapat electrolyte drink di akhir kelas
Burns (Kebayoran Baru)Rp300.000 per sesitema kelas berbeda tiap sesi
The Commune (Senayan)Rp500.000 per 10 credit, kelas hot mat 5 credit per sesimatras dengan infrared
Bodyform (Senopati)mulai Rp192.000 per kelaskelas Inferno pakai credit pack

Dari daftar studio hot mat yang lagi hits di Jakarta itu, pola harganya terbaca: paket 3 sesi di angka Rp600.000 adalah cara paling masuk akal untuk mencoba serius, karena sekali datang tanpa paket jatuh di Rp250.000 sampai Rp300.000. Fasilitas penutup juga bagian dari harga: cool towel di akhir kelas, sauna, cold plunge, sampai minuman elektrolit. Studio-studio baru masih terus buka di Jakarta Selatan sepanjang bulan ini, jadi pilihan dan promo trial akan bertambah terus.

Kurus nggak, ringan iya

Pertanyaan terakhir yang selalu muncul: apakah hot mat bikin kurus? Jawabanku jujur: tidak langsung. Berat yang turun sesudah kelas adalah air yang keluar lewat keringat, dan angka itu balik lagi begitu kamu minum. Klaim detoks macam-macam sebaiknya dibaca sebagai perasaan segar sesudah kelas, bukan proses kimia.

Tapi yang benar-benar kudapat juga nyata: badan terasa lebih ringan, core lebih kuat karena setiap gerakan jadi lebih menantang, dan tidur malam itu enak sekali. Kelas ini nagih dengan cara yang aneh, padahal sepanjang 40 menit pertama isinya keluhan.

Dua pesan penutup dari pengalamanku sendiri. Makan dulu satu sampai dua jam sebelum kelas, karena masuk ruangan panas dengan perut kosong rasanya melayang dan bukan dalam arti bagus. Dan kalau kamu benar-benar baru mulai olahraga, jangan jadikan hot mat kelas pertama: pelajari dulu gerakannya di mat biasa atau reformer, baru bawa badanmu ke ruangan 38 derajat. Sisanya, bawa handuk matras yang panjang, botol yang besar, dan atasan yang tidak kamu sayangi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!