Data yang baik menentukan mutu keputusan
Sains statistik adalah pendekatan ilmiah untuk memahami ketidakpastian, menemukan pola dalam data, dan membantu mengambil keputusan berdasarkan bukti. Namun, kecanggihan metode tidak akan banyak berarti bila data yang dianalisis tidak akurat atau tidak menggambarkan kenyataan masyarakat. Pesan itu menjadi inti paparan Prof. Ani Budi Astuti, Guru Besar Departemen Statistika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Brawijaya, dalam kegiatan Guru Besar dan Wirausahawan Muda FSTeM UB pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Ia menekankan bahwa kualitas data dan pemanfaatan sains statistik penting untuk menghasilkan kebijakan, penelitian, serta inovasi yang menjawab persoalan masyarakat. Statistika, karena itu, bukan sekadar urusan menghitung angka atau menyusun tabel. Data akurat membantu peneliti memahami masalah dengan lebih tepat; bagi pembuat kebijakan, ketepatan itu dapat menentukan apakah intervensi menjangkau kebutuhan warga atau meleset dari sasaran.

Metode statistik membantu membaca pola sosial
Nilai statistik sosial terlihat ketika persoalan tidak berhenti pada satu angka atau satu wilayah. Prof. Ani menjelaskan bahwa pendekatan Bayesian dapat memperkirakan parameter dengan mempertimbangkan ketidakpastian, sementara analisis spasial membantu membaca keterkaitan masalah berdasarkan lokasi. Perbedaan ini penting: kemiskinan atau stunting di suatu kecamatan dapat berhubungan dengan keadaan wilayah di sekitarnya, sehingga menilai tiap daerah secara terpisah berisiko mengaburkan pola yang lebih luas. Pendekatan semacam ini tidak otomatis menghasilkan kebijakan yang baik. Hasilnya tetap bergantung pada kelengkapan, ketepatan, dan kesesuaian data dengan pertanyaan penelitian. Akan tetapi, ketika kualitas data dijaga, analisis dapat bergerak melampaui deskripsi—dari sekadar menyebut wilayah yang rentan menjadi menguji perubahan, keterkaitan, serta faktor yang mungkin perlu ditangani. Di situlah sains statistik berperan: bukan menggantikan pertimbangan manusia, melainkan menyediakan dasar yang lebih kuat untuk menentukannya.
Kemitraan membuka jalan bagi pemanfaatan data daerah
Langkah nyata menuju pemanfaatan data pembangunan daerah terlihat dalam penandatanganan Implementation Arrangement antara FSTeM UB dan BPS Kota Batu di kantor BPS Kota Batu pada Rabu, 28 Oktober 2026. Kerja sama ini merupakan bagian dari Program Dosen Berkarya UB 2026 melalui skema Joint Research and Publication, yang mempertemukan keahlian analisis dan pemodelan risiko dari tim dosen dengan pengalaman BPS dalam menyediakan serta memanfaatkan statistik resmi. Kajian bersama menelaah jumlah penerima bantuan sosial sebagai indikator pendekatan risiko kemiskinan di kecamatan Kota Malang dan Kota Batu pada periode 2019–2025. Peneliti turut menggabungkan data tersebut dengan indikator kependudukan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi, sambil memperhatikan perbedaan antarkecamatan serta perubahan dari tahun ke tahun. Kolaborasi ini penting karena lembaga statistik dan akademisi membawa kekuatan yang saling melengkapi: data resmi memberi pijakan, sedangkan keahlian riset membantu mengolahnya menjadi temuan yang dapat dibaca dan diuji.

Dampak ditentukan oleh tindak lanjut
Manfaat kemitraan baru terasa bagi warga jika hasil analisis masuk ke dalam pertimbangan kebijakan. Kajian UB dan BPS Kota Batu diharapkan menjelaskan faktor yang berkaitan dengan kerentanan masyarakat dan membantu merancang kebijakan yang lebih sesuai dengan karakteristik wilayah. Naskah penelitian bersama juga melibatkan akademisi Universiti Teknologi MARA Shah Alam dan alumni Ilmu Aktuaria UB, memperluas jejaring riset di luar tim inti. Harapan itu perlu disertai disiplin dalam menjaga kualitas data dan menjelaskan batas analisis. Jumlah penerima bantuan sosial, misalnya, digunakan sebagai indikator pendekatan risiko kemiskinan, bukan gambaran lengkap tentang setiap rumah tangga. Pembedaan tersebut membantu mencegah angka diperlakukan sebagai jawaban final. FSTeM UB dan BPS Kota Batu berharap kolaborasi penelitian terus berkembang dan menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat untuk pembangunan daerah, terutama dalam memahami serta menangani risiko kemiskinan di Malang Raya. Kesimpulannya, statistik dapat memperluas pilihan solusi sosial, tetapi dampaknya bergantung pada data yang tepercaya dan kemitraan yang meneruskan temuan menjadi tindakan.







