Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Jetour T2 i-DM PHEV Rp705 Juta: SUV Adventure Hybrid Jangkauan 1.200 km

Jetour T2 i-DM PHEV Rp705 Juta: SUV Adventure Hybrid Jangkauan 1.200 km
Minat|Memilih dan Membeli Mobil

T2 i-DM: SUV adventure hybrid untuk mereka yang gemar jalan jauh

Jetour T2 i-DM PHEV adalah SUV adventure hybrid berpenggerak bensin-listrik yang menawarkan tenaga hingga 360 PS, EV range 90 km, dan klaim jarak tempuh total lebih dari 1.200 km, dipasarkan Rp705 juta OTR Semarang sebagai opsi mobil elektrifikasi jarak jauh yang menyasar konsumen berperjalanan antarkota dengan kebutuhan fleksibilitas tinggi. Dari awal, positioning Jetour jelas: ini bukan sekadar SUV hybrid Semarang untuk komuter harian, melainkan alat transportasi serius bagi pengguna yang rutin menempuh rute lintas kota dan lintas provinsi. Harga Rp705 juta OTR Semarang menempatkan Jetour T2 i-DM PHEV di ranah SUV premium elektrifikasi, bukan kelas hemat. Pilihan ini terasa berani, karena Jetour langsung mengincar segmen menengah-atas yang menuntut kombinasi performa, teknologi, dan kenyamanan. Di titik ini, Jetour tidak bermain aman; mereka bertaruh bahwa pasar sudah cukup matang untuk membayar mahal demi PHEV jangkauan jauh yang bisa menggantikan peran SUV konvensional.

Jetour T2 i-DM PHEV Rp705 Juta: SUV Adventure Hybrid Jangkauan 1.200 km

Tenaga 360 PS dan jangkauan 1.200 km: angka besar yang punya logika

Dari sisi teknis, Jetour T2 i-DM PHEV mengusung sistem Intelligent Dual Mode yang menggabungkan mesin bensin 5th Generation ACTECO 1.5 TGDI Hybrid, transmisi 3-Speed Dedicated Hybrid Transmission (3DHT), dan dual electric motor dalam satu paket. Hasilnya adalah tenaga gabungan hingga 360 PS dengan torsi maksimum 610 Nm, performa yang jelas mendukung klaim sebagai SUV adventure 360 PS untuk perjalanan berat maupun jalan bebas hambatan. Di sisi elektrifikasi, baterai CATL LFP berkapasitas 18,4 kWh memberikan EV range hingga 90 km, cukup untuk mobilitas harian dalam kota tanpa menyentuh bensin. Ketika mesin bensin dan motor listrik bekerja bersama, Jetour menyebut jarak tempuh lebih dari 1.200 km per sekali isi daya dan penuh bensin. Angka ini bukan sekadar gimmick; dalam konteks PHEV jangkauan jauh, ia menjawab kecemasan klasik soal ‘range anxiety’ yang masih menghantui calon pengguna kendaraan listrik murni. Fungsi DC Fast Charging yang mampu mengisi baterai dari 30 hingga 80 persen dalam sekitar 27 menit mempertegas orientasi jarak jauh: singgah sebentar di rest area, lanjut lagi tanpa menunggu berjam-jam. Untuk pasar yang belum merata infrastruktur pengisian, kombinasi bensin-listrik seperti ini adalah kompromi paling masuk akal.

Jetour T2 i-DM PHEV Rp705 Juta: SUV Adventure Hybrid Jangkauan 1.200 km

Mengapa Semarang jadi panggung ekspansi SUV hybrid ini

Peluncuran Jetour T2 i-DM Adventure PHEV dilakukan di ajang GIIAS Semarang di Muladi Dome, sebagai bagian dari strategi memperluas pilihan mobilitas elektrifikasi di Jawa Tengah, terutama Semarang dan sekitarnya. Langkah ini bukan kebetulan; pasar Semarang dan Yogyakarta disebut tumbuh sekitar 29,6 persen tahun ini, menandakan minat yang naik terhadap kendaraan bernuansa elektrifikasi. Karakter perjalanan dari Semarang menggambarkan kebutuhan nyata: dari komuter dalam kota hingga rute Dieng, Magelang, Solo, Yogyakarta, bahkan destinasi lebih jauh seperti Surabaya, Malang, Banyuwangi, dan Bali. Di lintasan seperti ini, ketergantungan penuh pada stasiun pengisian daya jelas belum realistis. Di sinilah PHEV jangkauan jauh punya daya tawar: "Dengan konsep tersebut, ketersediaan stasiun pengisian daya tidak menjadi satu-satunya pertimbangan ketika konsumen merencanakan perjalanan panjang." Jetour membaca pola itu cukup tepat. Alih-alih memaksakan BEV murni, mereka menawarkan SUV hybrid Semarang yang fleksibel: listrik untuk harian, bensin-listrik untuk touring. Strategi ini sejalan dengan realitas bahwa konsumen lokal lebih menghargai ketenangan batin soal jangkauan dibanding klaim efisiensi paling extrem di brosur.

Karakter adventure dan fitur: lifestyle, bukan sekadar angka spesifikasi

Jetour tidak berhenti di sisi teknis; T2 i-DM diposisikan sebagai Adventure PHEV SUV dengan fokus pada aktivitas luar ruang. Struktur Hardtop Cage Body Monocoque dengan 80 persen high-strength steel, static load hingga 300 kg, dan torsion rigidity 32.000 Nm/degree menunjukkan bahwa konsep adventure bukan tempelan desain semata. Bentuk boxy tegas, tie-down point untuk mengikat perlengkapan, serta fungsi Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW yang bisa menjadi sumber listrik portabel saat camping atau eksplorasi, membangun narasi lifestyle yang konsisten. Di dalam, 15 fitur ADAS Level 2, enam airbag, dan sistem 540° Surround Vision menempatkan T2 i-DM di level keselamatan yang layak untuk mobil keluarga yang sering keluar kota. Filosofi Travel+ yang diusung Jetour, meski terdengar marketing, punya terjemahan nyata: kendaraan bukan hanya alat transportasi, tapi platform gaya hidup bagi pengguna yang memadukan rutinitas urban dengan hobi eksplorasi. Dengan kombinasi performa SUV adventure 360 PS, jangkauan 1.200 km, dan fitur penunjang kegiatan outdoor, Jetour jelas menargetkan segmen yang ingin mobilnya siap untuk “segala rencana akhir pekan”, bukan hanya berangkat kerja dan mengantar anak sekolah.

Kesimpulan: PHEV mid-range yang berani menantang kecemasan jarak jauh

Secara keseluruhan, Jetour T2 i-DM PHEV masuk sebagai pemain baru yang cukup percaya diri di segmen SUV adventure hybrid. Harga Rp705 juta OTR Semarang menempatkannya di kelas premium, tetapi paket yang ditawarkan bukan kosong: tenaga 360 PS, EV range 90 km, klaim jangkauan lebih dari 1.200 km, struktur bodi yang siap diajak bertualang, serta fitur ADAS dan V2L yang relevan untuk pengguna aktif. Di tengah pasar elektrifikasi yang mulai ramai, Jetour memilih fokus pada fleksibilitas dan kenyamanan mental pengguna perjalanan jauh, bukan sekadar mengejar angka efisiensi di brosur. Untuk konsumen yang takut kehabisan daya di tengah rute Semarang–Bali, PHEV jangkauan jauh seperti T2 i-DM terasa lebih logis daripada lompatan langsung ke BEV penuh. Pertanyaannya tinggal satu: apakah konsumen siap membayar harga premium untuk kompromi bensin-listrik ini, atau lebih memilih menunggu ketika infrastruktur pengisian daya sudah benar-benar menyusul ambisi teknologinya?

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!