Dari pendidikan menuju tanggung jawab
Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) adalah program pendidikan dan pelatihan kepemimpinan yang menyiapkan peserta didik URI menghadapi peran dan tanggung jawab kepemimpinan di masa depan. Ini bukan sekadar agenda akademik: ukuran keberhasilannya akan terlihat pada kemampuan peserta menerapkan pengetahuan, integritas, dan wawasan kebangsaan dalam situasi nyata.
Presiden Prabowo Subianto menerima Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI), Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu sore, 25 Oktober 2026. Pertemuan itu membahas perkembangan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan serta persiapan tahap magang bagi peserta. Donny melaporkan perkembangan 384 peserta didik P3MD yang dijadwalkan mengikuti magang pada Januari dan Februari 2027.
Pertemuan tersebut menegaskan bahwa program pemimpin masa depan telah bergerak dari perencanaan menuju pengalaman lapangan. Namun, jumlah peserta dan jadwal yang jelas belum dengan sendirinya membuktikan kesiapan mereka. Tantangan berikutnya ialah memastikan pengalaman magang benar-benar mengasah penilaian, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Magang menjadi ujian kesiapan
Sebanyak 384 peserta dijadwalkan menjalani magang pada Januari–Februari 2027 sebagai salah satu tahap pengembangan kapasitas kepemimpinan generasi penerus. Tahapan ini penting karena kepemimpinan tidak cukup dibentuk lewat materi kelas: calon pemimpin perlu berhadapan dengan pekerjaan, keputusan, dan tuntutan yang hadir di lingkungan nyata.
Karena itu, magang calon pemimpin sebaiknya dipandang sebagai ujian pembelajaran, bukan sekadar penempatan sementara. Nilainya bergantung pada mutu pengalaman dan seberapa jauh peserta mendapat kesempatan memahami tanggung jawab. Sumber yang tersedia tidak merinci lokasi magang atau mekanisme penilaiannya, sehingga kesiapan seluruh peserta belum dapat dinilai hanya dari pengumuman jadwal.
Arah program ini tetap menjanjikan: peserta memperoleh tahapan untuk mengembangkan kapasitas sebelum memikul peran lebih besar. Tetapi ukuran yang paling meyakinkan kelak bukan jumlah peserta yang berangkat, melainkan apa yang mereka pelajari dan bagaimana pembelajaran itu membentuk cara mereka melayani.
Kampus dan tujuan jangka panjang
Dalam pertemuan dengan Prabowo, Donny juga menyampaikan perkembangan pembangunan gedung URI di Cikasungka, Bogor. Infrastruktur itu direncanakan untuk mendukung pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Pengembangan kampus dan pembinaan peserta perlu berjalan seiring: fasilitas dapat menopang kegiatan, tetapi mutu pemimpin tetap bergantung pada rancangan belajar dan penerapannya.
Harapan terhadap URI adalah melahirkan calon pemimpin yang tangguh, unggul secara akademis, dan memiliki nasionalisme kuat. Sasaran itu tepat, tetapi harus diterjemahkan menjadi kebiasaan dan kemampuan yang dapat dilihat, bukan berhenti sebagai rumusan cita-cita. Pendidikan kepemimpinan URI akan lebih bermakna jika proses belajar, pelatihan, dan magang saling menguatkan.
Pada akhirnya, program ini layak dinilai dari hasil jangka panjang, bukan semata-mata dari pertemuan tingkat tinggi atau pembangunan gedung. Jadwal magang 384 peserta memberi langkah konkret berikutnya. Kini, tugas penyelenggara ialah memastikan pengalaman tersebut benar-benar mempersiapkan mereka menghadapi tanggung jawab kepemimpinan.






