Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Integritas hingga Kepedulian Sosial, Lapas Perempuan Palembang Bergerak

Dari Integritas hingga Kepedulian Sosial, Lapas Perempuan Palembang Bergerak
Minat|Asia Tenggara

Integritas perlu terlihat dalam kerja sehari-hari

Lapas Perempuan Palembang adalah lembaga pemasyarakatan yang menjalankan pembinaan warga binaan sekaligus memberikan pelayanan publik dan berinteraksi dengan masyarakat di sekitarnya. Karena itu, pembenahan internalnya layak dinilai bukan hanya dari dokumen, tetapi juga dari cara program dijalankan dan dirasakan orang yang mengalaminya. Pada Kamis (29/10), lapas menjalani observasi lapangan oleh Tim Penilai Mandiri Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk penilaian satuan kerja nominasi Anugerah Pembangunan Budaya Integritas (APBI) Madya. Langkah ini penting sebagai pemeriksaan atas kesesuaian antara komitmen integritas dan praktik pelayanan. Namun, penilaian hanya akan bermakna jika dorongan untuk memperbaiki tata kelola berlanjut setelah kunjungan selesai dan menjadi kebiasaan kerja, bukan sekadar persiapan menghadapi evaluasi.

Dalam observasi, tim memeriksa dokumen, meninjau fasilitas pelayanan, dan mewawancarai pegawai, warga binaan, serta pemangku kepentingan. Kepala lapas Desi Andriyani memaparkan enam area perubahan, capaian kinerja, inovasi pelayanan, dan program pembinaan. Berbagai upaya itu didukung 58 pemangku kepentingan, suatu jumlah yang menunjukkan luasnya kerja sama yang dibutuhkan untuk menjaga layanan tetap bertanggung jawab. Tim juga melihat kegiatan pembinaan kemandirian yang membekali warga binaan dengan keterampilan produktif untuk bekal setelah kembali ke masyarakat. Bagian ini patut menjadi tolok ukur penting: integritas bukan hanya soal kepatuhan administrasi, tetapi juga apakah pembinaan memberi manfaat nyata bagi kehidupan warga binaan.

Berbagi makan siang membangun hubungan dengan sekitar

Sehari setelah observasi, Jumat (30/10), Lapas Perempuan Palembang menggelar aksi sosial lapas selepas salat Jumat. Pegawai menyumbangkan secara sukarela 50 paket pecel lele dan 50 roti. Masyarakat di sekitar lapas menerima paket makan siang, sementara roti disalurkan kepada anak-anak di Panti Asuhan Al Kahfi dan Panti Asuhan Ikhlas Berbagi. Skala kegiatan ini terbatas, tetapi sasarannya jelas: warga sekitar dan anak-anak yang dilayani panti asuhan. Berbagi makan siang seperti ini tidak menggantikan tugas utama pemasyarakatan, namun dapat membuat kehadiran lembaga terasa di luar temboknya. Dampak sosialnya akan lebih berarti bila kepedulian semacam ini dijaga secara konsisten dan dibangun bersama hubungan yang saling menghormati.

Kegiatan Jumat Berkah itu disebut sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama dalam memperkuat kepedulian sosial dan kedekatan dengan masyarakat. Desi Andriyani menyatakan, “Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Lapas Perempuan Palembang tidak hanya menjalankan tugas pembinaan di dalam tembok pemasyarakatan, tetapi juga memberikan manfaat dan kebahagiaan secara langsung bagi masyarakat luas.” Pernyataan itu menyampaikan ukuran yang tepat bagi aksi sosial: bukan sekadar jumlah paket yang dibagikan, melainkan manfaat dan hubungan yang terbentuk. Donasi sukarela pegawai juga memperlihatkan bahwa keterlibatan sosial dapat dimulai dari lingkungan kerja sendiri, meski kesinambungannya tetap perlu dijaga.

Dari Integritas hingga Kepedulian Sosial, Lapas Perempuan Palembang Bergerak

Dua kegiatan, satu ukuran keberhasilan

Observasi APBI Madya dan pembagian makan siang berlangsung berurutan, tetapi menguji sisi yang berbeda dari tanggung jawab lembaga. Penilaian menyoroti tata kelola, akuntabilitas, kualitas layanan, serta pembinaan warga binaan; aksi sosial membawa perhatian pada hubungan lapas dengan lingkungan sekitar. Keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan. Pelayanan yang tertib perlu berjalan beriringan dengan pembinaan yang membekali warga binaan untuk mandiri, sedangkan kepedulian sosial membantu membangun kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, keberhasilan Lapas Perempuan Palembang sepatutnya diukur dari konsistensi praktik sehari-hari, bukan semata-mata hasil penilaian atau satu kegiatan berbagi.

Lapas menyatakan akan terus meningkatkan profesionalisme pegawai, akuntabilitas, inovasi, dan mutu pelayanan, serta menanamkan budaya integritas dalam pekerjaan harian. Kegiatan Jumat Berkah juga diharapkan menjaga semangat kebersamaan dan hubungan harmonis dengan masyarakat. Janji tindak lanjut ini penting karena kepercayaan tumbuh dari pengalaman yang berulang: layanan yang dapat dipertanggungjawabkan, pembinaan yang berguna, dan kepedulian yang tidak berhenti pada satu Jumat. Pada akhirnya, dua kegiatan tersebut memberi gambaran tentang peran pemasyarakatan yang lebih luas. Pembenahan internal akan bernilai ketika menghasilkan pelayanan dan pembinaan yang lebih baik, sementara aksi sosial akan berarti ketika menjadi bagian konsisten dari hubungan lapas dengan masyarakat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!