Verdikt awal: baterai dan layar menggoda, tapi banyak kompromi
Realme P4x adalah ponsel 2 jutaan yang mengandalkan kombinasi baterai 8.000 mAh, layar 120Hz, dan chipset hemat daya untuk menyasar pengguna harian yang butuh waktu pakai panjang, pengalaman scrolling mulus, serta performa stabil untuk tugas ringan hingga gaming kasual tanpa harus sering mencari colokan. Dalam konteks itu, Realme P4x terasa menarik di atas kertas: baterai 8.000 mAh termasuk yang terbesar di kelas harganya, dan refresh rate 120Hz di segmen ini masih jarang ditemukan. Namun, kompromi layar yang masih HD Plus, kamera depan yang pas‑pasan, serta chipset Unisoc yang bukan paling kencang membuatnya jelas bukan ponsel “serba bisa”. Dengan harga mulai sekitar Rp 2,4 jutaan, Realme P4x lebih cocok sebagai “workhorse” tahan lama dibanding daily driver untuk pengguna yang menuntut kualitas layar dan kamera tinggi.
Desain layar dan pengalaman visual: smooth tapi resolusi hemat
Realme P4x memakai panel IPS LCD 6,8 inci dengan resolusi 720 x 1.570 piksel dan refresh rate 120Hz. Kecepatan pergerakan gambar 120Hz membuat scrolling media sosial dan perpindahan menu terasa sangat mulus, dan ini langsung terasa ketika dibandingkan dengan layar 60Hz di ponsel lain pada rentang harga serupa. Tingkat kecerahan hingga 700 nits membantu layar tetap terbaca di luar ruangan. Namun, resolusi yang masih HD Plus di bentang layar sebesar ini membuat ketajaman teks dan ikon tidak setajam panel Full HD yang umum di kelas midrange. Sudut pandang dan warna khas IPS masih cukup nyaman, tapi pengguna yang banyak menikmati film atau konten detail mungkin akan merasakan keterbatasan ini. Bentuk poni huruf U memberi kesan layar luas, meskipun tampak sedikit ketinggalan dibanding punch-hole yang lebih modern.
Performa dan baterai: tahan lama untuk harian dan gaming kasual
Dapur pacu Realme P4x diisi chipset Unisoc T7250 fabrikasi 12 nm dengan GPU Mali‑G57 MP1. Menurut ulasan resmi, cip ini diatur untuk menyeimbangkan kecepatan dan efisiensi daya sehingga performa tetap terjaga tanpa boros baterai. Pilihan RAM 4 GB atau 6 GB dipasangkan dengan penyimpanan 128 GB atau 256 GB, yang cukup lega untuk aplikasi dan foto sehari‑hari. Untuk tugas harian seperti chat, browsing, video pendek, hingga gaming kasual, kombinasi ini seharusnya stabil, meski jelas bukan pilihan untuk gamer kompetitif yang butuh frame rate tinggi dan grafis berat. Nilai jual utamanya ada di baterai 8.000 mAh yang diklaim mampu menunjang penggunaan seharian tanpa perlu sering mengisi daya, bahkan berpotensi lebih dari satu hari untuk pemakaian ringan. Dukungan pengisian cepat 45W membantu mengurangi waktu menunggu ketika baterai besar ini akhirnya habis.
Kelebihan
- Baterai 8.000 mAh termasuk terbesar di kelas harganya, ideal untuk pemakaian berat seharian.
- Layar 120Hz memberikan pengalaman scrolling dan navigasi yang sangat mulus untuk ponsel 2 jutaan.
- Pilihan RAM 4/6 GB dan storage 128/256 GB cukup lega untuk kebutuhan rata‑rata.
Kekurangan
- Resolusi layar masih HD Plus di ukuran 6,8 inci, sehingga ketajaman kalah dari layar Full HD di beberapa pesaing.
- Chipset Unisoc T7250 fokus ke efisiensi, bukan performa tinggi, kurang ideal bagi gamer yang mengejar grafis berat.
- Bobot dan dimensi berpotensi besar karena baterai 8.000 mAh, yang bisa membuat tangan cepat lelah pada penggunaan lama.
Kamera dan fitur: AI cukup untuk dokumentasi dasar
Di sektor kamera, Realme P4x membawa kamera utama 50 MP dengan bukaan f/1,8, lengkap dengan dukungan HDR dan panorama, serta perekaman video hingga 1080p 30 fps. Kamera depan 5 MP mampu merekam video 720p 30 fps, yang jelas lebih ditujukan untuk video call dan selfie sesekali, bukan konten kreator yang menuntut kualitas tinggi. Fitur kamera AI disebut sebagai nilai tambah untuk pengguna pemula, karena membantu mengatur warna dan eksposur secara otomatis tanpa perlu aplikasi pihak ketiga. Untuk foto siang hari dan dokumentasi sederhana, konfigurasi ini masih layak. Namun, di kondisi minim cahaya dan untuk kebutuhan konten media sosial yang lebih serius, keterbatasan resolusi kamera depan dan kemampuan video kemungkinan akan terasa, terutama jika dibanding ponsel lain di segmen midrange yang sudah menawarkan sensor selfie lebih besar.
Kesimpulan nilai beli: spesialis daya tahan, bukan all‑rounder
Dengan harga mulai sekitar Rp 2,4 jutaan, Realme P4x memosisikan diri sebagai ponsel 2 jutaan yang menonjol lewat baterai 8.000 mAh dan layar 120Hz midrange, bukan lewat kamera atau desain premium. Realme P4x review ini menunjukkan bahwa perangkat ini lebih tepat disebut sebagai spesialis daya tahan dan kenyamanan harian: baterai besar, refresh rate tinggi, dan performa stabil untuk tugas sehari‑hari serta gaming kasual. Di sisi lain, resolusi layar yang hemat dan kamera depan yang sederhana membuatnya kurang menarik bagi pemburu kualitas visual dan fotografi. Jika prioritas utama Anda adalah bertahan seharian penuh tanpa power bank dan merasakan kelancaran layar 120Hz saat scrolling, P4x punya nilai yang sulit disaingi di kelasnya. Kalau Anda ingin paket serba lengkap, banyak alternatif lain yang lebih seimbang meski dengan baterai lebih kecil.
- Buy the Realme P4x if Anda butuh ponsel 2 jutaan dengan baterai 8.000 mAh yang sanggup dipakai seharian penuh tanpa sering di-charge.
- Skip the Realme P4x if Anda mengutamakan layar tajam Full HD untuk menonton film atau membaca teks kecil dalam waktu lama.
- Buy the Realme P4x if Anda tertarik merasakan layar 120Hz midrange yang membuat gaming kasual dan scrolling terasa jauh lebih mulus.
- Skip the Realme P4x if Anda prioritas pada kamera selfie dan video berkualitas tinggi untuk konten media sosial.
- Buy the Realme P4x if Anda mencari performa stabil untuk tugas harian, chat, dan kerja ringan tanpa butuh chipset paling kencang.
- Skip the Realme P4x if Anda gamer berat yang mengejar grafis tinggi dan frame rate stabil di gim kompetitif.


