Pusat data AI Jatiluhur: lompatan digital dengan risiko sumber daya air
Pusat data AI Jatiluhur adalah proyek AI Campus 2 BDx (CGK4) berkapasitas 640 MW dengan pasokan listrik 845 MVA dari PLN, dibangun sekitar 5 kilometer dari Waduk Jatiluhur untuk mendukung komputasi kecerdasan buatan berkepadatan tinggi, yang sekaligus membuka pertanyaan serius mengenai konsumsi air data center, potensi kompetisi dengan kebutuhan air masyarakat, dan dampak lingkungan infrastruktur besar di wilayah yang menghadapi tekanan musim kemarau lebih kering dari normal. Pusat data AI Jatiluhur bukan sekadar ekspansi teknologi; ia adalah keputusan politik-ekonomi tentang siapa yang berhak atas air di masa depan. Groundbreaking CGK4 dilakukan BDx pada 21 September 2026, disaksikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, menandai ambisi menjadikan kawasan ini simpul utama komputasi AI skala besar. Di atas kertas, proyek ini akan menguatkan infrastruktur digital dan menarik investasi lanjutan. Namun, begitu kita melihat lokasinya yang menempel ke waduk yang selama puluhan tahun menyuplai air dan listrik bagi berbagai sektor, pertanyaannya bergeser: apakah lompatan digital ini sepadan dengan risiko ekologis dan sosial yang akan ditanggung masyarakat sekitar?






