Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Samsung Galaxy Watch Ultra 2: Smartwatch Premium untuk Pengguna Aktif

Samsung Galaxy Watch Ultra 2: Smartwatch Premium untuk Pengguna Aktif
Minat|Wearable Pintar

Verdikt awal: smartwatch premium yang serius soal kesehatan dan olahraga

Samsung Galaxy Watch Ultra 2 adalah smartwatch premium yang dirancang sebagai pendamping aktivitas harian, pemantauan kesehatan menyeluruh, dan olahraga intens, dengan kombinasi layar terang, material tangguh, fitur kesehatan lengkap, serta baterai tahan lama yang menyasar pengguna aktif yang ingin satu perangkat untuk kerja, latihan, dan petualangan outdoor. Dari sisi pengalaman, ini bukan jam tangan netral yang cocok untuk semua orang; ukuran 47 mm dan desain bergaya outdoor membuatnya jelas menyasar mereka yang tidak keberatan memakai perangkat besar demi fitur maksimal. Dengan harga di kisaran Rp10 jutaan, Galaxy Watch Ultra 2 terasa layak untuk pelari, penghobi olahraga, dan petualang yang butuh monitoring olahraga akurat, namun terasa berlebihan bagi pengguna kasual yang hanya ingin smartwatch simpel untuk notifikasi dan langkah harian.

Kelebihan

  • Desain titanium kokoh dengan sertifikasi MIL-STD-810H, IP69K, dan ketahanan air 10 ATM, cocok untuk lingkungan ekstrem.
  • Strap karet bawaan lentur dan nyaman dipakai sepanjang hari, termasuk saat tidur dan olahraga.
  • Performa antarmuka mulus tanpa lag berkat Snapdragon Wear Elite dan RAM 2GB, dengan perpindahan menu yang responsif.
  • Baterai besar yang hemat, hanya terkuras sekitar 15% untuk lari 15 km selama 2 jam dengan GPS dan Always-On Display aktif.
  • Monitoring detak jantung terbukti akurat, selevel dengan perangkat lari khusus pada pengujian bersamaan.

Kekurangan

  • Ukuran 47 mm terasa besar untuk pergelangan kecil dan pengguna yang terbiasa jam mungil.
  • Always-On Display masih memengaruhi konsumsi baterai, sehingga pengguna harus pintar mengatur mode hemat.
  • Pengisian daya penuh membutuhkan sekitar 3,5 jam, cukup lama untuk kapasitas baterai besar.
  • Pengisian daya memakai aksesori khusus dan tidak mendukung wireless charger umum.

Desain dan kenyamanan: besar, tangguh, tapi lebih tipis

Galaxy Watch Ultra 2 hadir dalam satu ukuran 47 mm dengan bodi kokoh dan material titanium di beberapa bagian, plus aksen oranye yang memberi kontras sekaligus membantu visibilitas saat olahraga atau aktivitas air. Desainnya masih mempertahankan karakter seri Ultra: bentuk kotak dengan layar bundar yang dilingkari ring 47 mm, sehingga tampil lebih mirip jam outdoor ketimbang smartwatch kasual. Menurut pengujian, bodinya kini 12% lebih tipis menjadi 10,7 mm, dan meski bobot naik sekitar 1,5 gram dibanding generasi pertama, saat dipakai justru terasa lebih ringan, termasuk ketika dipakai lari.

Strap karet bawaan terasa lentur dan nyaman untuk olahraga maupun penggunaan harian, serta cukup nyaman dipakai tidur bagi pengguna yang biasanya tidak suka tidur dengan jam tangan. Strap Galaxy Watch Ultra generasi pertama juga disebut masih kompatibel, sehingga pengguna lama bisa memanfaatkan koleksi strap yang sudah dimiliki. Di depan, kaca Sapphire Glass membantu ketahanan gores, sementara belakang diisi sensor-sensor kesehatan. Durabilitas menjadi salah satu nilai jual utama: sertifikasi MIL-STD-810H, IP69K, ketahanan air 10 ATM, dan sertifikasi EN13319 membuatnya siap untuk aktivitas outdoor hingga menyelam. Konsekuensinya, ukuran tetap terasa besar di pergelangan tangan kecil, sebuah kompromi yang harus diterima demi layar, baterai, dan sensor besar.

Layar, performa, dan baterai: pengalaman Wear OS yang kencang

Layar Galaxy Watch Ultra 2 menggunakan panel Super AMOLED 1,52 inci dengan resolusi 498 x 498 piksel dan tingkat kecerahan hingga 5.000 nit, naik dari 3.000 nit di generasi sebelumnya. Dalam pengujian, informasi masih terlihat jelas di bawah terik matahari, baik untuk membaca pace, detak jantung, waktu, maupun notifikasi saat lari. Layar besar memudahkan membaca data kesehatan, statistik olahraga, dan navigasi sehari-hari, sementara Always-On Display memberi tampilan jam permanen dengan konsekuensi konsumsi daya lebih besar.

Performa menjadi salah satu lompatan penting. Galaxy Watch Ultra 2 adalah Galaxy Watch pertama yang memakai Snapdragon Wear Elite Platform Qualcomm SDW6100 berbasis proses 3 nm, menggantikan Exynos W1000 pada generasi sebelumnya. Dipadukan dengan RAM 2GB dan memori internal 64GB (sekitar 49,3GB untuk pengguna), perpindahan menu terasa mulus, aplikasi terbuka cepat, dan tidak ditemukan lag meski beberapa fitur berjalan bersamaan. Dalam hal baterai, kapasitas naik dari 590 mAh menjadi 800 mAh atau sekitar 35%. Dalam pengujian lari 15 km selama 2 jam dengan GPS aktif dan Always-On Display, baterai hanya berkurang sekitar 15%, angka yang sangat impresif untuk smartwatch dengan layar terang dan fitur lengkap. Pengisian cepat klaimnya mampu mengisi 40% dalam 30 menit, sementara pengisian penuh dari 0% ke 100% memakan waktu sekitar 3,5 jam.

Fitur kesehatan: smartwatch fitur kesehatan yang serius dipakai tidur

Sebagai smartwatch fitur kesehatan, Galaxy Watch Ultra 2 memanfaatkan panel sensor di bagian belakang untuk pengukuran detak jantung, suhu tubuh, serta sensor BioActive yang mendukung berbagai fitur kesehatan lainnya. Perangkat ini dirancang untuk dipakai sepanjang hari dan malam, sehingga data tidur, detak jantung, dan aktivitas harian bisa disatukan menjadi gambaran kondisi tubuh pengguna. Menurut pengujian, jam ini cukup nyaman dipakai tidur, sesuatu yang tidak selalu terjadi pada smartwatch besar, sehingga analisis tidur menjadi lebih realistis dan konsisten.

Galaxy Watch Ultra 2 juga memperkenalkan berbagai insight kesehatan baru seperti Vitals, Heart Health Score, Daily Cardio Load, dan Fitness Index yang berfokus pada pemahaman kondisi tubuh, bukan sekadar angka. Dalam pengujian terpisah, sensor detak jantung dibandingkan dengan Garmin Forerunner 165 yang memang khusus lari, dan hasilnya "denyut jantungnya sama persis, tidak ada perbedaan antara kedua perangkat". Ini menunjukkan monitoring olahraga akurat untuk metrik HR, sebuah poin penting bagi pelari dan pengguna yang rutin latihan intens. Dengan kombinasi pemantauan sepanjang hari dan analisis yang lebih mendalam, Galaxy Watch Ultra 2 menempatkan diri sebagai teman sehat, bukan sekadar penghitung langkah.

Fitur olahraga dan GPS: kuat untuk lari dan petualangan outdoor

Galaxy Watch Ultra 2 datang dengan ambisi jelas: menjadi jam tangan yang sanggup dipakai harian sekaligus mendampingi olahraga hingga petualangan outdoor ekstrem. Untuk pelari, tersedia fitur Running Coach yang akan menyusun program latihan berdasarkan running level test, sehingga beban latihan lebih terukur dan progres bisa dipantau secara sistematis. Jam ini juga membawa fitur Trail Run dengan dukungan rute GPX, navigasi rute real-time, tampilan elevasi, dan Climb Guidance yang memberi informasi kemiringan dan kenaikan elevasi di segmen tertentu. Kombinasi ini menjadikannya menarik bagi pelari trail dan pendaki yang ingin tetap pada rute dan memantau profil ketinggian.

Dari sisi teknis, Galaxy Watch Ultra 2 menggunakan dual-frequency GPS L1+L5 dan menyediakan navigasi belokan demi belokan, fitur penting untuk pelari jarak jauh maupun penggiat aktivitas outdoor. Dalam pengujian, jarak lari 5 km menunjukkan perbedaan 3–7 meter dibanding perangkat pembanding; artinya terdapat "bonus" jarak kecil, tetapi selisihnya masih dalam batas wajar untuk penggunaan amatir. Monitoring detak jantung terbukti sangat akurat, sehingga kombinasi HR, pace, dan jarak tetap dapat diandalkan untuk latihan. Untuk baterai, penggunaan GPS dan Always-On Display saat lari 15 km selama 2 jam menguras sekitar 15%, sehingga pelari maraton sekalipun relatif aman tanpa perlu khawatir kehabisan daya di tengah lomba.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!